Naniek Utami Handayani
Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN METODE SIX SIGMA PADA PROSES PRODUKSI FLEXIBLE CONTAINER BAG DI PT DAIYAPLAS Ilham Fedyawan; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini menitik beratkan pada jumlah defect pada proses produksi Flexible Container Bag (FCB) khususnya pada proses cutting di PT Daiyaplas. Berdasarkan data historis periode Oktober 2020 jumlah cacat yang terjadi cukup besar. Jumlah cacat yang besar ini mengakibatkan produksi FCB menjadi tidak efisien. Pada proses pembuatan FCB ini jumlah defect yang dapat dideteksi dan dihitung jumlahnya ada pada proses cutting dan defect pada proses cutting merupakan defect yang paling banyak diantara proses produksi lainnya. Jenisjenis defect yang terdeteksi pada proses cutting dapat dikategorikan defect cutting, defect warp, defect weft, defect kotor, dan defect laminasi. Penelitian ini menggunakan metode Six Sigma dimulai dari tahap define, measure, analyze, dan improve. Pada tahap define terdapat CTQ sebanyak 3 jenis yaitu kotor, weft, dan warp dengan defect yang paling banyak terjadi adalah kotor. Pada perhitungan DPMO didapatkan nilai sebesar 73448,4 dan nilai sigma sebesar 2,95. Pada tahap measure, ditetapkan target level 3 sigma maka harus dilakukan penurunan DPMO sebesar 9,04% dan peningkatan sigma sebesar 1,75%. Fishbone diagram digunakan untuk menganalisa sumber permasalahan yang ada. Berdasarkan hasil penelitian didaptakan sumber permasalahan yaitu metode, lingkungan, mesin, dan manusa. Pada artikel ini diberikan juga usulan perbaikan berdasarkan analisis sumber permasalahan sebelumnya.Kata kunci: Six sigma, DMAIC, flexible container bagThis research focuses on the number of defects in the production process of Flexible Container Bag (FCB), especially in the cutting process at PT Daiyaplas. Based on historical data for the October 2020 period, the number of defects that occurred was quite large. This large number of defects resulted in inefficient FCB production. In the process of making this FCB the number of defects that can be detected and counted is in the cutting process and the defects in the cutting process are the most numerous defects among other production processes. The types of defects detected in the cutting process can be categorized as cutting defects, warp defects, weft defects, dirty defects, and lamination defects. This study uses the Six Sigma method starting from the define, measure, analyze, and improve stages. At the define stage, there are 3 types of CTQ, namely dirty, weft, and warp with the most common defect being dirty. In the DPMO calculation, a value of 73448.4 was obtained and a sigma value of 2.95. At the measure stage, a target level of 3 sigma is set, so a DPMO reduction of 9.04% and an increase in sigma of 1.75% must be carried out. Fishbone diagram is used to analyze the source of existing problems. Based on the results of the research, the sources of the problems were obtained, namely methods, environment, machines and humans. This article also provides suggestions for improvements based on an analysis of the sources of previous problems.Keywords: Six sigma, DMAIC, flexible container bag
ANALISIS, PERBAIKAN POSISI DAN POSTUR KERJA PADA PEMINDAHAN PEMBERAT JARING PELAMPUNG TRASHBOOM DI PROYEK BENDUNGAN LADONGI, SULAWESI TENGGARA. (STUDI KASUS : PT MARABUNTA BERKARYA CEPER INDO) MH Asari Habib AA; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Marabunta Berkarya Ceper Indo adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang permesinan, hidrolik, foundry (metal casting) baik Ferrous maupun Non – Ferrous untuk sparepart dan permesinan. Aktifitas manual material handling di PT Marabunta Berkarya Ceper Indo di proyek “Bendungan Ladongi, Sulawesi Tenggara” dan proyek lainnya tidak dapat dipisahkan dari kondisi yang dapat mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf, dan tendon, yang di sebabkan oleh penggunaan otot berlebihan atau penerimaan beban statis secara berulang dalam jangka waktu lama dalam tuntutan pemindahan barang yang ada di Perusahaan tersebut. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisa, seberapa besar beban yang ditimbulkan dalam pemindahan pemberat jaring Trashboom yang diraskan oleh unit produksi dalam menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan, dan memperbaiki posisi, postur kerja serta mendesain alat untuk membantu memindahkan pemberat jaring Trashboom tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah REBA, RULA, RWL, LI dan desain produk. Hasil dari penelitian ini akan memberikan rekomendasi untuk perbaikan dan desain produk yang mampu membantu material handling di perusahaan ini.Kata Kunci : Desain produk, LI, manual material handling, REBA, RULA, RWL.AbstractPT Marabunta Berkarya Ceper Indo is a manufacturing company that is engaged in machinery, Hydraulic, Foundry (metal casting) both Ferrous and Non - Ferrous for spare parts and machinery. Manual material handling activities at PT Marabunta Berkarya Ceper Indo in the "Ladongi Dam, Southeast Sulawesi" project and other projects are inseparable from conditions that can interfere with the function of joints, ligaments, muscles, nerves and tendons, caused by excessive muscle use or acceptance of static loads repeatedly over a long period of time in the demands of moving goods in the Company. The purpose of this research is to analyze, how much is the load ocurred in removing the Trashboom net ballast felt by the production unit in completing the work given by the company, and improving the position, work posture and designing tools to help move the Trashboom net ballast. The method used in this research REBA, RULA, RWL, LI, and product design. The result of this research would give recommendations for improvement and product design that could help material handling in this company.Keywords : LI, manual material handling, REBA, RULA, RWL, Product Design.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK KAIN GREY PS 946 DALAM UPAYA MENGURANGI TINGKAT KECACATAN PRODUK MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN PENDEKATAN KAIZEN (STUDI KASUS PT. PRIMISSIMA) Hendra Rizqya Ardyansyah; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengendalian kualitas merupakan salah satu hal yang penting untuk mempertahankan reputasi perusahaan di mata konsumen. PT. Primissima merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara yang memproduksi tekstil halus. Beberapa konstruksi yang dihasilkan merupakan produk unggulan yang diminati oleh konsumen baik pasar domestic maupun pasar luar negeri. Keberagaman produk memaksa perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan konsumen. Produk yang cacat adalah sumber utama pemborosan. Semakin banyak produk cacat, mana akan berakibat pada penurunan keuntungan yang didapat oleh perusahaan. Dengan adanya pengendalian kualitas secara berkelanjutan, maka akan diperoleh produk yang dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. Salah satu tool yang dapat digunakan untuk membantu analisis pengendalian kualitas adalah dengan menggunakan Metode Failure Mode and Error Analysis (FMEA). Tujuan penelitian ini adalah menganalisa moda kegagalan yang menyebabkan cacat produk dengan menggunakan metode FMEA, mendapatkan resiko kegagalan proses produksi terbesar dalam nilai RPN (Risk Priority Number) dan memberikan usulan perbaikan dengan pendekatan kaizen (5W 1H) untuk proses produksi selanjutnya.Kata Kunci : Failure Mode and Effect Analysis (FMEA); Pendekatan Kaizen; Pengendalian kualitasAbstractQuality control is one of the important things to maintain the company's reputation in the eyes of consumers. PT Primissima is a state-owned enterprise that produces fine textiles. Some of the construction produced is a superior product that is in demand by consumers both domestic and foreign markets. The diversity of products forces the company to continuously improve the quality of products produced in accordance with consumer desires. Defective products are a major source of waste. The more defective products, which will result in a decrease in profits earned by the company. With continuous quality control, products that can provide satisfaction to consumers will be obtained. One tool that can be used to help analyze quality control is to use the Failure Mode and Error Analysis (FMEA) method. The purpose of this research is to analyze the failure modes that cause product defects using the FMEA method, get the biggest production process failure risk in the RPN (Risk Priority Number) value and provide improvement proposals with a kaizen approach (5W 1H) for the next production process.Keywords : Failure Mode and Effect Analysis (FMEA); Kaizen Approach; Quality Control
PENERAPAN LEAN SIX SIGMA UNTUK MEREDUKSI WASTE DAN PENINGKATAN KUALITAS PADA PROSES PRODUKSI DRESS S#OM403 (STUDI KASUS: PT STARCAM APPAREL INDONESIA FACTORY B) Annisa Rahma Shintyastuti; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMeningkatnya persaingan di pasar global mendorong PT. Starcam Apparel Indonesia meningkatkan efisiensi produksi. Waste yang terjadi mengindikasikan adanya masalah pada proses produksi. Sehingga hal ini harus diperbaiki karena mengakibatkan proses produksi yang tidak efisien dan mengganggu value stream. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari alternatif perbaikan yang bisa meminamilisir waste yang ada dan meningkatkan nilai sigma perusahaan agar dapat bersaing di industry global. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lean Six Sigma (Define, Measure, Analyze, Improve). Dalam penelitian ini diperoleh kinerja perusahaan khusus pada PT. Starcam Apparel Indonesia dalam level sigma sebelum perbaikan sebesar 3,4 sigma, di mana nilai ini merupakan standar kinerja industri secara internasional. Critical waste yang terjadi adalah defect, waiting, transportation, inventory, motion, dan excees processing. Penyebab utama masalah kualitas adalah untrimming dan jahitan loncat. Solusi FMEA menghasilkan perbaikan berupa implementasi penggunaan alat transportasi baru, perbaikan untuk mengurangi breakdown mesin, dan perbaikan untuk mengurangi human eror.Kata kunci: lean, six sigma, garment manufacture, wasteAbstractCompetition in an increasingly competitive global market encourages PT. Starcam Apparel Indonesia to improve production efficiency. Waste that occurs indicates a problem in the production process. So this must be corrected because it results in an inefficient production process and disrupts the value stream. The purpose of this research is to find alternative improvements that can minimize existing waste and increase the company's sigma value in order to compete in the global industry. The methodology used in this research is Lean Six Sigma (Define, Measure, Analyze, Improve). In this research, the performance of the company specialized in PT. Starcam Apparel Indonesia in sigma level before improvement by 3,4 sigma, where this value is the international industry performance standards. The critical waste occurs is defect waiting, transportation, inventory, motion, and exceess processing. The main cause of quality problems are untrimming and skip stich on armhole. FMEA solutions result in improved is in the form of implementing the use of new transportation tools, repairs to reduce machine breakdowns, and improvements to reduce human errors.Keywords: Lean six sigma, TRIZ, garment manufacturing, and wasteKeywords: lean, six sigma, garment manufacture, waste
ANALISIS KAPABILITAS PROSES PRODUKSI KRIMER KENTAL MANIS MEREK X PERIODE 2021 DENGAN STATISTIK MULTIVARIAT PADA PT ABCDE Iravaty Amalia Amanda; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT ABCDE merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur pangan dan berfokus menghasilkan berbagai olahan produk susu. Produk yang dihasilkan salah satunya adalah Krimer Kental Manis. Proses produksi Krimer Kental Manis secara garis besar terdiri dari pencampuran, penyaringan, homogenisasi, pasteurisasi, flash cooling, dan pengemasan. Sedangkan, parameter utama dalam mengukur kualitas produk Krimer Kental Manis adalah Total Solid, Fat, dan Protein. Dari data komposisi Krimer Kental Manis X tahun 2021 dengan masing-masing sampel berjumlah 515 unit terdapat 110 sampel Total Solid, 5 sampel Fat, dan 2 sampel Protein berada di bawah spesifikasi. Dengan tujuan penelitian untuk menganalisis pergeseran proses kualitas, menentukan nilai kapabilitas proses produksi, dan menganalisis penyebab, serta memberikan rekomendasi perbaikan dilakukanlah pengendalian kualitas menggunakan metode statistik multivariat dengan ketiga komposisi utama. Peta kendali yang digunakan adalah Generalized Variance dan T 2Hotelling. Penyebabnya kemudian dianalisis menggunakan diagram fishbone dan metode failure mode effect analysis. Kemudian, diberikan rekomendasi perbaikan berupa perbaikan mesin secara berkala, pemasangan tanda pada alat penuang material, dan memberikan pelatihan, jam istirahat yang cukup, sistem reward and punishment, dan safety briefing pada operator.Kata kunci: Statistik multivariat; generalized variance; T2Hotelling; pengendalian kualitas; fishbone; FMEAAbstract [Title: Capability Analysis of the Production Process of Sweetened Condensed Cream X Production Process for 2021 with Multivariate Statistics at PT ABCDE] PT ABCDE is a company engaged in the food manufacturing industry and focuses on producing various dairy products. One of the products produced is Sweet Condensed Creamer. The production process of Sweet Condensed Cream basically consists of mixing, filtering, homogenizing, pasteurizing, flash cooling, and packaging. Meanwhile, the main parameters in measuring the product quality of Sweet Condensed Creamer are Total Solid, Fat, and Protein. From the composition data for Sweet Condensed Creamer X in 2021 with 515 units of each sample, there are 110 samples of Total Solid, 5 samples of Fat, and 2 samples of Protein which are below specifications. With the aim of research to analyze the quality process shift, determine the value of the production process capability, and analyze the causes, as well as provide recommendations for improvement, quality control is carried out using multivariate statistical methods with three main compositions. The control chart used is Generalized Variance and T2Hotelling. The causes are then analyzed using a fishbone diagram and the failure mode effect analysis method. Then, recommendations for improvement are given which are to do regular machine repairs, installation of signs on material pouring tools, and providing training, adequate rest hours, reward and punishment systems, and safety briefings for operators.Keywords: Multivariate statistics; generalized variance; T2Hotelling; quality control; fishbone; FMEA
PERANCANGAN LEAN MANUFACTURING DALAM PROSES PACKING TV LED 32” (STUDI KASUS : PT XYZ) Alexander Krisna; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndustri manufaktur produk elektronik rumah tangga di Indonesia terus berkembang pesat. PT XYZ, sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang elektronik, tentunya ingin meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi dari proses produksi. Walau begitu, masih terdapat banyak waste dalam proses packing TV LED 32 inch yang menyebabkan terhambatnya proses produksi secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi waste, menganalisis akar penyebab masalah dari waste yang ada, dan menentukan rekomendasi perbaikan berdasarkan penyebab masalah yang ditemukan. Pendekatan lean manufacturing digunakan untuk mengatasi masalah yang ditemui. Tools PAM, VSM, Diagram SIPOC digunakan untuk menggambarkan kondisi dan mengidentifikasi waste, dan analisis 5whys dan fishbone digunakan untuk menganalisis masalah. FMEA digunakan untuk menentukan rekomendasi perbaikan dan permasalahan dengan nilai RPN tertinggi yang akan ditindaklanjuti lebih jauh, yaitu kelelahan pekerja dan gagal memenuhi target produksi. Rekomendasi perbaikan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan menerapkan line balancing dan menggunakan active seat bagi pekerja. Penerapan line balancing mampu memperbaiki performansi lintasan produksi dengan meningkatkan line efficiency dan menurunkan smoothness index serta waktu siklus menjadi 10,893 sekon. Penggunaan active seat mampu membuat pekerja dapat bekerja dengan lebih nyaman tanpa mengurangi produktivitas pekerja.Kata kunci: FMEA, lean manufacturing, line balancing, metode heuristikAbstractLEAN MANUFACTURING APPLICATION IN THE PACKING PROCESS OF LED TV 32” (CASE STUDY : PT XYZ) The manufacturing industry in Indonesia continues to grow rapidly. PT XYZ, as a company engaged in the electronics sector, wants to increase their production capacity and efficiency. Even so, there is still a lot of waste in the LED TV 32 inch packing process which causes delays in the overall production process. This study aims to identify waste, analyze the root causes of the existing waste, and determine recommendations for improvement based on the causes of the problems found. A lean manufacturing approach is applied to solve the problem. PAM, VSM, SIPOC Diagram is used to describe the conditions and identify the waste, and 5whys and fishbone analysis to analyze the problem. FMEA is used to determine recommendations for improvement and problems with the highest RPN value which will be followed up further, namely worker fatigue and failure to meet production targets. Recommendations to solve this problem are line balancing application and usage of active seats for workers. The application of line balancing can improve production line performance by increasing line efficiency and lowering the smoothness index and cycle time to 10,893 seconds. The use of active seats is able to make operators work more comfortably without reducing worker productivity.Keywords: FMEA, heuristic method, lean manufacturing, line balancing
ANALISIS RISIKO KEGAGALAN PROSES PRODUKSI HOPPER MENGGUNAKAN FMEA DENGAN PEMBOBOTAN FUZZY (Studi Kasus: PT WXYZ) Aga Tertia Putra Hendratno; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitigasi risiko merupakan salah satu faktor penting dalam proses pembuatan suatu produk. Hal tersebut dikarenakan risiko bersifat merugikan dan hadir dari kondisi ketidakpastian (I.W. Wedana Yasa dkk., 2013). Semakin baik mitigasi suatu risiko maka probabilitas terjadinya risiko tersebut akan semakin kecil. Di dalam proses produksi, risiko kegagalan dapat terjadi pada setiap tahap bahkan sebelum proses produksi dimulai maupun setelah barang sampai di tangan konsumen. Salah satu risiko proses itu sendiri adalah kegagalan produk untuk memenuhi spesifikasi (not conform to specification). Spesifikasi sendiri dapat meliputi beberapa atribut seperti bentuk, ukuran, tekstur, warna dan sebagainya. Spesifikasi bentuk dan ukuran adalah atribut penting bagi produk yang tersusun atas beberapa komponen seperti produk perakitan.
ANALISIS PERBANDINGAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE EOQ, POQ, DAN MIN-MAX (Studi Kasus: PT Kimia Farma Plant Banjaran) Dhia Tsurayya Zharfan; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Kimia Farma Tbk. adalah perusahaan multinasional yang berfokus dalam bidang farmasi. Pada pengendalian persediaan PT Kimia Farma Plant Banjaran, diketahui bahwa sering terjadi stockout maupun overstock. Sehingga dilakukan penelitian ini dengan tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis metode pengendalian persediaan bahan baku yang tepat untuk diterapkan perusahaan. Penelitian dilakukan pada material 32000##1 dan 32000##2 yang merupakan material dengan frekuensi penggunaan terbanyak. Data yang digunakan pada penelitian ini, yaitu data jumlah kebutuhan bahan baku pada tahun 2021, data biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan. Kemudian, data-data tersebut diolah menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), dan Min-Max. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa metode EOQ merupakan metode yang paling ekonomis. Pada material 32000##1 kuantitas pembelian sebesar 19.865 kg dengan frekuensi pemesanan sebanyak 6 kali dapat menghemat biaya total sebesar Rp 10.142.558. Sementara, pada material 32000##2 dengan kuantitas pembelian sebesar 21.030 kg dan frekuensi pemesanan sebanyak 3 kali dapat menghemat biaya total sebesar Rp 17.903.659.Kata kunci: EOQ; Min-Max; Pengendalian persediaan bahan baku; POQAbstract[Comparative Analysis of Raw Material Inventory Control Using EOQ, POQ, and Min-Max Methods (Case Study: PT Kimia Farma Plant Banjaran)] PT Kimia Farma Tbk. is a multinational company that focuses on the pharmaceutical sector. In controlling the inventory of PT Kimia Farma Plant Banjaran, it is known that there are frequent stockouts and overstocks. So that a research was conducted to determine and analyze the appropriate raw material inventory control method to be applied by the company. The research was conducted on 32000##1 and 32000##2 materials which are the materials with the highest frequency of use. The data used in this study, namely data on the amount of raw material needs in 2021, data on ordering costs, and storage costs. Then, the data is processed using the Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), and Min-Max methods. Based on the research conducted, it is known that the EOQ method is the most economical method. In material 32000##1 the purchase quantity is 19,865 kg with a frequency of ordering 6 times to save a total cost of Rp. 10,142,558. Meanwhile, material 32000##2 with a purchase quantity of 21,030 kg and a frequency of ordering 3 times can save a total cost of Rp. 17,903,659.Keywords: EOQ; Min-Max; POQ; Raw material inventory control