Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Conjunctivitis due to COVID-19 Marsekal K. Polii; Wenny P. Supit; Imelda H. M. Najoan
e-CliniC Vol. 10 No. 1 (2022): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v10i1.37443

Abstract

Abstract: COVID-19 is a respiratory infectious disease due to SARS-CoV-2 virus. This virus requires angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) receptor to invade cells. ACE2 receptors are also found in the conjunctiva, therefore, the surface tissue of the eye can be a potential target for COVID-19 transmission. The most common ocular manifestation of COVID-19 is conjunctivitis. This study aimed to evaluate whether there was a relationship between conjunctivitis and COVID-19 disease. This was a literature review study using four databases, namely Pubmed, Google Scholar, Science Direct and Clinical Key. The keywords were COVID-19 AND conjunctivitis. The results showed that conjunctivitis due to COVID-19 could be one or the only symptom. The age range of COVID-19 positive samples with conjunctivitis symptoms was dominated by middle-aged to elderly. More often the patients had moderate to asymptomatic degree of symptoms. Supportive therapies such as artificial tear drops and cold compresses greatly helped the healing process. In conclusion, the transmission of COVID-19 infection due to SARS-CoV-2 virus can spread through the conjunctiva. Conjunctivitis can be the only symptom that appears due to COVID-19 infection or as an early sign of infection.Keywords: conjunctivitis; COVID-19  Abstrak: COVID-19 merupakan penyakit infeksi menular pernapasan yang diakibatkan oleh virus SARS-CoV-2. Virus ini membutuhkan reseptor angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) untuk menginvasi sel-sel. Reseptor ACE2 juga ditemukan pada konjungtiva sehingga jaringan permukaan mata dapat menjadi target potensial untuk penularan COVID-19. Manifestasi okular akibat COVID-19 yang sering ditemukan ialah konjungtivitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah terdapat hubungan antara konjungtivitis dengan COVID-19. Jenis penelitian ialah suatu literature review. Pencarian data menggunakan empat database Pubmed, Google Scholar, Science Direct dan Clinical Key dengan kata kunci yaitu COVID-19 AND conjunctivitis. Hasil penelitian mendapatkan bahwa konjungtivitis akibat COVID-19 dapat menjadi salah satu maupun satu-satunya gejala. Rentang usia sampel positif COVID-19 dengan gejala konjungtivitis didominasi oleh middle-aged sampai lanjut usia dan lebih sering pasien derajat gejala asimt-omatik-sedang. Terapi suportif seperti pemberian tetes air mata buatan dan kompres dingin sangat membantu proses penyembuhan. Simpulan penelitian ini ialah penularan infeksi COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dapat menyebar melalui konjungtiva. Konjungtivitis dapat menjadi satu-satunya gejala yang muncul akibat infeksi COVID-19 maupun sebagai tanda awal infeksi.Kata kunci: konjungtivitis; COVID-19
Benefit of Nutrition Supplement with Vitamin D in Reducing the Risk of Myopia among Children Chensie S. Angkasa; Rillya D. P. Manoppo; Wenny P. Supit
e-CliniC Vol. 10 No. 1 (2022): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v10i1.37476

Abstract

Abstract: The cause of increased myopia worldwide is largely driven by environmental factors, especially lifestyle changes resulting from a combination of decreased outdoor time and increased work activities using devices, especially with close proximity. This study aimed to review the efficacy of providing nutritional supplementation with vitamin D in reducing the risk of myopia in children as an alternative to sunlight that should be obtained. This was a literature review study using several databases, namely, Pubmed, Clinical Key, Science Direct, and Google Scholar. The searching was carried out by entering the keywords Myopia, Myopia in Children, and Vitamin D.  There were no significant results reported in several studies on the efficacy of vitamin D without the aid of sunlight as a means of activating vitamin D in the body. The efficacy of providing nutritional supplementation with vitamin D in an effort to reduce the risk of myopia in children will be maximized when given together with adequate sun exposure as a medium for converting the active form of vitamin D. Vitamin D supplement was more effective in early age of six years and not so significantly effective in teenagers. In conclusion, the benefit of nutrition supplement with vitamin D to decrease the risk of myopia in children is influenced by age and sun exposure.Keywords: myopia in children; vitamin D Abstrak: Penyebab peningkatan miopia secara luas didorong oleh faktor lingkungan, terutama perubahan gaya hidup yang dihasilkan dari kombinasi penurunan waktu di luar rumah dan peningkatan aktivitas kerja menggunakan gawai terutama dengan jarak yang dekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat pemberian suplementasi nutrisi dengan vitamin D terhadap upaya penekanan risiko miopia pada anak sebagai alternatif dari sinar matahari yang mestinya didapatkan.  Jenis penelitian ialah suatu literature review dengan pencarian data menggunakan beberapa database yaitu, Pubmed, Clinical Key, Science Direct, dan Google Scholar. Pencarian dilakukan dengan memasukan kata kunci Myopia, Myopia in Children, dan Vitamin D. Hasil yang tidak begitu bermakna didapatkan pada beberapa penelitian terhadap khasiat vitamin D tanpa dibantu sinar matahari yang menjadi sarana aktivasi vitamin D dalam tubuh. Khasiat pemberian suplementasi nutrisi dengan vitamin D dalam upaya menekan risiko miopia pada anak akan maksimal bila diberikan bersamaan dengan paparan sinar matahari yang cukup sebagai media pengubah bentuk aktif vitamin D. Pemberian suplemen vitamin D lebih efektif pada anak usia dini mulai dari 6 tahun dan tidak begitu bermakna pada anak berumur belasan tahun. Simpulan penelitian ini ialah khasiat pemberian suplemen nutrisi dengan vitamin D untuk menekan risiko miopia pada anak dipengaruhi oleh faktor usia dan paparan sinar matahari.Kata kunci: miopia pada anak; vitamin D
Gambaran Alasan Penggunaan Lensa Kontak pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Ryanaldi Bagy; Wenny P. Supit; Rillya D. P. Manoppo
Medical Scope Journal Vol. 6 No. 2 (2024): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v6i2.53470

Abstract

Abstract: Despite being aware of the complications associated with contact lens and the practice of hygienic contact lens wear, many medical faculty students still wear contact lenses. This study aimed to obtain the reasons of contact lens wear among medical faculty students. This was a quantitative and descriptive study with a cross-sectional design conducted through total sampling. Respondents were students at Medical Faculty of Universitas Sam Ratulangi that wore contact lens. A total of 83 respondents participated in this study. Based on age groups, there was a tendency for differences in reasons related to ease of access. Based on gender, there was a tendency for differences in cosmetic reasons and the perception that wearing contact lenses were more comfortable than glasses. Overall, the reasons for the respondents to use contact lenses revolved around correction of refractive disorders, cosmetic purposes, and as a substitute for glasses. In conclusion, respondents' reasons for wearing contact lenses tend to be related to correcting refractive disorders, cosmetic purposes, and as a substitute for glasses. Keywords: reasons; contact lens wearers; medical faculty students    Abstrak: Jumlah mahasiswa fakultas kedokteran yang menggunakan lensa kontak relatif banyak walaupun mahasiswa telah mengetahui komplikasi penggunaan lensa kontak dan praktik penggunaan lensa kontak yang higenis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan alasan penggunaan lensa kontak pada mahasiswa fakultas kedokteran. Jenis penelitian ialah kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian diperoleh dengan total sampling. Responden penelitian ialah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (FK Unsrat) yang menggunakan lensa kontak. Hasil penelitian mendapatkan 83 mahasiswa FK Unsrat sebagai responden penelitian. Berdasarkan kelompok usia, terdapat kecenderungan perbedaan pada alasan kemudahan akses. Berdasarkan jenis kelamin, terdapat kecenderungan perbedaan pada alasan kosmetik dan alasan lensa kontak lebih nyaman daripada kacamata. Secara keseluruhan, alasan mahasiswa FK Unsrat untuk menggunakan lensa kontak cenderung pada alasan untuk mengoreksi gangguan refraksi, kosmetik, dan sebagai pengganti kacamata. Simpulan penelitian ini ialah alasan responden untuk menggunakan lensa kontak cenderung untuk mengoreksi gangguan refraksi, kosmetik, dan sebagai pengganti kacamata. Kata kunci: alasan; pengguna lensa kontak; mahasiswa fakultas kedokteran