Panggah Ardiyansyah
History of Art and Archaeology Department, SOAS University of London

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tulisan-tulisan tentang Borobudur: Menempatkan naskah Jawa Modern Awal dalam produksi pengetahuan arkeologi di Indonesia Panggah Ardiyansyah
Berkala Arkeologi Vol 42 No 2 (2022)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v42i2.886

Abstract

As a heritage site today, Borobudur is arguably constructed from stories of ancient grandeur, regrettable loss, and colonial rescue, infused with lingering aesthetics of colonial construction. This paper discusses the historical deconstruction of the process of historical knowledge production of Borobudur by analysing the Babad Tanah Jawi manuscript produced from the late 18th century to the early 19th century by Javanese courts. The result shows that during the Early Modern Java, Borobudur held significant spiritual quality for the local communities, unlike the previous interpretation by the colonial authorities.
Writings of Borobudur: Making sense of an Early Modern Javanese manuscript within the production of archaeological knowledge in Indonesia : Tulisan-tulisan tentang Borobudur: Menempatkan naskah Jawa Modern Awal dalam produksi pengetahuan arkeologi di Indonesia Panggah Ardiyansyah
Berkala Arkeologi Vol. 42 No. 2 (2022)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Borobudur sebagai situs warisan budaya saat ini dapat diterjemahkan sebagai sebuah konstruksi cerita tentang keagungan masa lalu, penyesalan akan kehilangan, dan penyelamatan oleh otoritas kolonial, yang terarahkan oleh estetika yang dibangun pada masa kolonial. Tulisan ini membahas proses pembentukan pengetahuan historis tentang Borobudur dengan metode dekonstruksi sejarah berdasarkan analisis terhadap Babad Tanah Jawi, yang disusun dari akhir abad ke-18 sampaidengan awal abad ke-19 oleh kraton Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa Jawa Modern Awal Borobudur memiliki kualitas spiritual dalam kehidupan masyarakat, berbeda dengan sudut pandang otoritas kolonial.