Hendra Gunawan
Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya dan Kehutanan, Badan Riset dann Inovasi Nasional (BRIN)

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perubahan Keanekaragaman Jenis Satwa di Taman Kehati Bumi Patra, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat Hendra Gunawan; Ilham Setiawan Noer; Muhammad Farid Al-Faritsi; Alhalimata Rosyidi; Sugiarti Sugiarti; Ragil Agus Saputra
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.2.219-230

Abstract

Salah satu Taman Kehati yang memiliki peran vital adalah Taman Kehati Bumi Patra yang berfungsi sebagai tempat untuk mendukung konservasi flora dan fauna di daerah perkotaan. Pada tahun 2018, dimulai kegiatan inventarisasi satwa di lokasi ini. Pada tahun selanjutnya, dilakukan pengayaan jenis tanaman sehingga diperlukan monitoring satwa. Penelitian ini bertujuan membandingkan keanekaragaman jenis satwa pada tahun 2018 dan 2020. Pengumpulan data mamalia dilakukan menggunakan line transect, burung menggunakan point count, amfibi menggunakan transect and patch sampling method, dan reptil menggunakan hand-capturing method. Analisis data dilakukan dengan menghitung indeks keanekaragaman jenis dan mengidentifikasi status konservasi satwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah jenis satwa, dari 63 jenis pada tahun 2018, menjadi 67 jenis pada tahun 2020. Taksa mamalia, burung, dan reptil mengalami peningkatan, sedangkan amfibi mengalami penurunan. Indeks keanekaragaman jenis mamalia, amfibi, dan reptil bervariasi pada masing-masing blok disertai adanya peningkatan dan penurunan nilai. Indeks keanekaragaman jenis burung meningkat pada masing-masing blok. Terdapat sebanyak 11 jenis burung dilindungi, 2 jenis mamalia appendix III, 1 jenis burung appendix II, dan 2 jenis reptil appendix II. Implikasi penelitian ini adalah 1) perlu dilakukan pengayaan habitat, 2) keberadaan Taman Kehati perlu dipertahankan, terutama karena ditemukan spesies dilindungi, 3) perlu dilakukan pemantauan satwa secara berkala, 4) pengembangan eduwisata birdwatching bisa dilakukan berdasarkan keanekaragaman burung.
Penggunaan Ruang Terbuka Hijau Pabrik PT Polytama Propindo, Indramayu, Sebagai Habitat Burung dan Herpetofauna Hendra Gunawan; Ilham Setiawan Noer; Hana Rizkia Armis
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.2.159-174

Abstract

Penurunan kelimpahan dan kehilangan jenis pada komunitas burung dan herpetofauna dilaporkan terjadi di area perkotaan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mendukung upaya konservasi burung dan herpetofauna di perkotaan adalah membangun ruang terbuka hijau (RTH), seperti di lingkungan pabrik PT Polytama Propindo, Kabupaten Indramayu. Penelitian ini bertujuan menganalisis keanekaragaman jenis burung dan herpetofauna, dan menganalisis penggunaan habitatnya di RTH PT Polytama Propindo. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2020 di kawasan pabrik PT Polytama Propindo. Pengumpulan data komunitas burung dilakukan dengan metode point count dan pada komunitas herpetofauna secara Visual Encounter Survey dikombinasikan dengan transek. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, indeks keanekaragaman jenis, kemerataan jenis, dan kekayaan jenis pada komunitas burung masing-masing sebesar 2,26; 0,74; 2,73, sedangkan pada komunitas herpetofauna masing-masing sebesar 1,47; 0,70; 1,72. Berdasarkan penggunaan ruang secara vertikal, burung menggunakan strata E, D, dan C, sedangkan pada komunitas herpetofauna terdiri atas kelompok akuatik, arboreal, dan terestrial. Berdasarkan penggunaan ruang secara horizontal, seluruh area pabrik digunakan oleh satwa liar. Berdasarkan penggunaan makanan pada burung, kelompok insektivora dan granivora mendominasi. Sementara itu, penggunaan makanan pada herpetofauna menunjukkan bahwa umumnya pakan tersedia di RTH ini. Implikasi penelitian ini 1) perlu dilakukan monitoring satwa berkala, 2) perlu pengelolaan menyeluruh area pabrik sebagai satu kesatuan habitat, 3) perlu pengayaan vegetasi agar stratifikasi lebih beragam.  
Fitur Habitat dan Penggunaannya oleh Burung dan Herpetofauna di Taman Kehati Indramayu, Jawa Barat Hendra Gunawan; Ilham Setiawan Noer; Muhammad Andri Nugroho
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.2.175-191

Abstract

Salah satu peran penting Taman Kehati, seperti Taman Kehati Indramayu, dalam konservasi keanekaragaman hayati adalah mempertahankan keanekaragaman jenis satwa liar. Burung dan herpetofauna mengalami ancaman nyata akibat kehilangan habitat khususnya di perkotaan, sehingga berpotensi menurunkan keanekaragamannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fitur habitat dan penggunaannya oleh burung dan herpetofauna. Analisis data kondisi dan fitur habitat, serta diagram profil dilakukan secara deskriptif kualitatif. Analisis satwa dilakukan menggunakan indeks keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur habitat di lokasi penelitian adalah hutan kayu putih, perairan terbuka bekas tambak, semak belukar daratan, dan vegetasi rawa payau. Fitur habitat telah berperan dalam mendukung kehidupan satwa liar. Sebanyak 18 jenis burung ditemukan, dengan indeks keanekaragaman jenis, kemerataan jenis, dan kekayaan jenis masing-masing sebesar 1,53, 0,53 dan 2,77. Sementara itu, pada komunitas herpetofauna ditemukan sebanyak empat jenis. Indeks keanekaragaman jenis, kemerataan jenis, dan kekayaan jenis pada komunitas herpetofauna masing-masing sebesar 1,03, 0,74, dan 0,80. Penelitian ini menghasilkan implikasi pengelolaan, yaitu 1) perlu pengayaan tanaman dengan jumlah yang proporsional atau tersebar merata pada setiap jenis, dan stratifikasi yang beragam, 2) kegiatan pemantauan satwa perlu dilakukan secara berkala guna mengukur keberhasilan pengelolaan Taman Kehati.