Ilham Setiawan Noer
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Ruang Terbuka Hijau Pabrik PT Polytama Propindo, Indramayu, Sebagai Habitat Burung dan Herpetofauna Hendra Gunawan; Ilham Setiawan Noer; Hana Rizkia Armis
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.2.159-174

Abstract

Penurunan kelimpahan dan kehilangan jenis pada komunitas burung dan herpetofauna dilaporkan terjadi di area perkotaan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mendukung upaya konservasi burung dan herpetofauna di perkotaan adalah membangun ruang terbuka hijau (RTH), seperti di lingkungan pabrik PT Polytama Propindo, Kabupaten Indramayu. Penelitian ini bertujuan menganalisis keanekaragaman jenis burung dan herpetofauna, dan menganalisis penggunaan habitatnya di RTH PT Polytama Propindo. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2020 di kawasan pabrik PT Polytama Propindo. Pengumpulan data komunitas burung dilakukan dengan metode point count dan pada komunitas herpetofauna secara Visual Encounter Survey dikombinasikan dengan transek. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, indeks keanekaragaman jenis, kemerataan jenis, dan kekayaan jenis pada komunitas burung masing-masing sebesar 2,26; 0,74; 2,73, sedangkan pada komunitas herpetofauna masing-masing sebesar 1,47; 0,70; 1,72. Berdasarkan penggunaan ruang secara vertikal, burung menggunakan strata E, D, dan C, sedangkan pada komunitas herpetofauna terdiri atas kelompok akuatik, arboreal, dan terestrial. Berdasarkan penggunaan ruang secara horizontal, seluruh area pabrik digunakan oleh satwa liar. Berdasarkan penggunaan makanan pada burung, kelompok insektivora dan granivora mendominasi. Sementara itu, penggunaan makanan pada herpetofauna menunjukkan bahwa umumnya pakan tersedia di RTH ini. Implikasi penelitian ini 1) perlu dilakukan monitoring satwa berkala, 2) perlu pengelolaan menyeluruh area pabrik sebagai satu kesatuan habitat, 3) perlu pengayaan vegetasi agar stratifikasi lebih beragam.  
Fitur Habitat dan Penggunaannya oleh Burung dan Herpetofauna di Taman Kehati Indramayu, Jawa Barat Hendra Gunawan; Ilham Setiawan Noer; Muhammad Andri Nugroho
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.2.175-191

Abstract

Salah satu peran penting Taman Kehati, seperti Taman Kehati Indramayu, dalam konservasi keanekaragaman hayati adalah mempertahankan keanekaragaman jenis satwa liar. Burung dan herpetofauna mengalami ancaman nyata akibat kehilangan habitat khususnya di perkotaan, sehingga berpotensi menurunkan keanekaragamannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fitur habitat dan penggunaannya oleh burung dan herpetofauna. Analisis data kondisi dan fitur habitat, serta diagram profil dilakukan secara deskriptif kualitatif. Analisis satwa dilakukan menggunakan indeks keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur habitat di lokasi penelitian adalah hutan kayu putih, perairan terbuka bekas tambak, semak belukar daratan, dan vegetasi rawa payau. Fitur habitat telah berperan dalam mendukung kehidupan satwa liar. Sebanyak 18 jenis burung ditemukan, dengan indeks keanekaragaman jenis, kemerataan jenis, dan kekayaan jenis masing-masing sebesar 1,53, 0,53 dan 2,77. Sementara itu, pada komunitas herpetofauna ditemukan sebanyak empat jenis. Indeks keanekaragaman jenis, kemerataan jenis, dan kekayaan jenis pada komunitas herpetofauna masing-masing sebesar 1,03, 0,74, dan 0,80. Penelitian ini menghasilkan implikasi pengelolaan, yaitu 1) perlu pengayaan tanaman dengan jumlah yang proporsional atau tersebar merata pada setiap jenis, dan stratifikasi yang beragam, 2) kegiatan pemantauan satwa perlu dilakukan secara berkala guna mengukur keberhasilan pengelolaan Taman Kehati.