Aep Saeful Bachri
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Contrastive Analysis of Emotive Interjection (Kandoushi) in Japanese and Indonesian Prasetya Maulana Yasin; Linna Meilia Rasiban; Aep Saeful Bachri
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol 7, No 2 (2022): JAPANEDU December 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (Indonesia University of Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/japanedu.v7i2.52222

Abstract

Kandoushi is a word that expresses an impression, also called “interjection” in Indonesian, and is one type of emotive interjection. This study examines the meaning and use of emotive interjection, and its similarities and differences in Japanese and Indonesian. The method in this study used a descriptive contrastive analysis method with the note-taking technique. The data is taken from the dialogue in the Japanese anime “ReLIFE” and the Indonesian TV series “Tetangga Masa Gitu” and “Bajaj Bajuri”. The results of the study showed that the emotive interjection in Japanese and Indonesian had several similar meanings, particularly expressing feelings of pleasure, admiration, annoyance, confusion, and distress. Then, both of them have the same use, which is used to confirm the speech partner’s expression, is used to conclude something, is used to protest against the speech partner, is used to show approval, and is used to realize something. Interjection comprehension is very important in understanding an utterance intent in a conversation so that communication can take place with native speakers or fellow foreign students. This study only examines the interjections in terms of the emotive feeling/impression of being surprised. Therefore, for future research, it is expected to research form, meaning, and the use of other interjections in terms of phonology.
Analisis Kontrastif Makna Peribahasa Jepang dan Indonesia yang Terbentuk dari Kata Uang dan Emas Lutphia Rizki Pratama; Herniwati Herniwati; Aep Saeful Bachri
Jurnal Sakura : Sastra, Bahasa, Kebudayaan dan Pranata Jepang Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JS.2024.v06.i02.p03

Abstract

Peribahasa digunakan untuk mengungkapkan baik saran ataupun kritikan yang tidak dapat disampaikan secara lugas dengan perkataan biasa. Peribahasa biasanya menggunakan objek lain seperti binatang, tumbuhan, unsur alam, dan lainnya sebagai objek perumpamaan. Salah satu contohnya yaitu peribahasa yang menggunakan kata uang (kane) dan emas (kin) sebagai objek perumpamaannya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persamaan dan perbedaan pada peribahasa Jepang dan Indonesia yang memiliki makna peribahasa dan terbentuk dari kata yang sama. Penelitian ini akan dikaji dengan menggunakan teori lingustik kognitif dan kontrastif. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah kamus peribahasa Jepang jitsuyou kotowaza kanyouku jiten dan kamus peribahasa Inonesia. Dari penelitian yang telah dilakukan ditemukan 2 peribahasa kane dalam bahasa Jepang yang memiliki makna peribahasa yang sama dengan peribahasa uang dalam bahasa Indonesia. Tidak ditemukan peribahasa kin yang memiliki makna yang sama dengan peribahasa emas dalam bahasa Indonesia, tetapi ditemukan 1 peribahasa kin yang memiliki makna peribahasa yang sama dengan peribahasa uang dalam bahasa Indonesia.