Dudung Burhanuddin
Lecture of Educational Administration Study Program PPS, Riau University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMA NEGERI 8 PEKANBARU Dina Auliya; Dudung Burhanuddin; Daviq Chairilsyah
Jurnal JUMPED (Jurnal Manajemen Pendidikan) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jmp.10.2.p.129-139

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bahwa Pendidikan yang berhasil dalam mencapai tujuan di Sekolah membutuhkan kemampuan manajemen kepala sekolah. Manajemen mutlak dimiliki oleh kepala sekolah sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap sekolah yang dikelolanya. SMA Negeri 8 Pekanbaru dibawah kepemimpinan Tavip Tria Candra, S.Pd, MM., berupaya secara terus menerus untuk meningkatkan mutu tamatan yang mempunyai pribadi unggul yang mandiri, profesional, berimtaq dan berbudaya lingkungan di era global dan mampu bersaing dimanapun berada. Penelitian dalam tesis ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknis reduksi data, display data, pengecekan keabsahan data melalui triangulasi kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala SMA Negeri 8 Pekanbaru sudah melakukan proses manajemen serta fungsi manajemn dengan sangat baik pada manajemen kurikulum. Pada tahapan perencanaan kepala sekolah memadukan antara administrative approach dengan grass roots approach yang disusun berdasarkan atas kebutuhan siswa yang sesuai dengan aturan pemerintah. Dalam proses pengorganisasian kurikulum kepala sekolah melakukan dua tahapan yaitu tahapan pada tingkat struktural dan tingkatan akademik. Tahapan pelaksanaan manajemen kurikulum, kepala SMA Negeri 8  membagi tahapan menjadi dua tingkatan yaitu pelaksanaan kurikulum tingkat sekolah dan kelas, sementara itu, untuk tahapan pengawasan kepala sekolah menerapkan evaluasi formatif dan sumatif. Kemampuan manajemen kepala SMA Negeri 8 dalam mengelola manajemen personil dikatakan cukup baik, begitu juga pada tahapan perencanaan dan evaluasi. Pada tahapan perencanaan kepala sekolah sudah melibatkan seluruh tatanan sekolah dalam perencanaannya, begitu juga pada tahapan Dalam perencanaan sarana prasarana kepala sekolah membagi kebutuhan sesuai dengan periode waktu yaitu jangka pendek, menengah dan panjang, membentuk struktur organisasi pelaksanaan sarpras, melakukan pelaksanaan sesuai dengan dengan standar PP No 19 Tahun 2005 serta melakukan evaluasi pada semua tahapan proses manajerial. Akan tetapi Penulis menemukan kurangnya perhatian kepala SMA Negeri 8 terharap sarana dan prasarana di SMA Negeri 8 Pekanbaru. dan dalam perencanaan pengawasan, kurangnya sanksi yang diberikan oleh kepala SMA Negeri 8 Pekanbaru.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SDN 02 KANDIS KOTA KECAMATAN KANDIS KABUPATEN SIAK Suyanti Suyanti; Isjoni Isjoni; Dudung Burhanuddin
Jurnal JUMPED (Jurnal Manajemen Pendidikan) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jmp.10.2.p.198-210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam manajemen pembelajaran pada masa Pandemi Covid-19 di SDN 02 Kandis Kota. Fokus pembahasannya; (1) Perencanaan PTM terbatas dimasa pandemi Covid-19. (2) Pengorganisasian PTM terbatas dimasa pandemi covid-19, (3) Pelaksanaan PTM terbatas dimasa pandemi covid-19, (4) Evaluasi PTM terbatas dimasa pandemi Covid-19.  Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriftif. Pengumpulan data dengan tekhnik dokumentasi, observasi dan wawancara. Analisis data meliputi reduksi data, verifikasi, dan keabsahan data. Sumber data kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru SDN 02 Kandis Kota. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Pada tahap perencanaan PTM terbatas di SDN 02 Kandis kota ada 4 tahap: Pertama, merancang program pembelajaran. Kedua, menyiapkan sarana dan prasarana. Ketiga, memodifikasi materi pelajaran. Keempat, sosialiasasi PTM terbatas terhadap komite sekolah, guru dan orang tua siswa (2) Pada tahap pengorganisasian, SDN 02 Kandis Kota membentuk TIM yang bernama TIM Gugus Tugas Kewaspadaan Dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 yang terdiri dari 3 bidang, yaitu: Bidang Pembelajaran, Psikososial, dan Tata Ruang. Bidang Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan. Bidang Hubungan Masyarakat (Humas). (3) Pada tahap pelaksanaan PTM terbatas ada 3 kegiatan: Pertama, sebelum memasuki kelas tim satgas terlebih dahulu memeriksa masker siswa, suhu tubuh siswa, memastikan siswa mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, kemudian masuk ke kelas dengan teratur dan menjaga jarak. Kedua,  ketika di dalam kelas siswa selalu dipantau agar tetap memakai masker dan menjaga jarak. Ketiga, ketika meninggalkan kelas siswa diatur agar tetap menjaga jarak kemudian siswa diarahkan untuk mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir. (4) Pada tahap evaluasi PTM terbatas masih ada siswa yang belum terbiasa memakai masker sehingga siswa sering melepaskan maskernya ketika dalam proses pembelajaran. Kurangnya kontrol dari Tim Satgas Covid-19 maupun guru kelas terhadap siswa, membuat siswa masih berkumpul dan tidak menjaga jarak yang akan berakibat memudahkan penularan virus corona. Pemberian materi pelajaran masih kurang maksimal dengan waktu yang relatif singkat dan terbatas.