Nelfa Fitria Takahepis
Universitas Muhammadiyah Manado

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI BENSON TERHADAP KUALITAS TIDUR DI PANTI DAMAI RANOMUUT Wita C.A Kawulusan; Nelfa Fitria Takahepis; Norman Alfiat Talibo
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober: Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.746 KB) | DOI: 10.57214/jka.v6i2.156

Abstract

Pendahuluan Tahapan perkembangan lanjut usia dicirikan dengan kehilangan banyak sel tubuh dan penurunan metabolisme sel-sel tubuh yang menyebabkan penurunan fungsi tubuh dan perubahan komposisi. Salah satu keluhan yang dirasakan terkait tidur adalah kesulitan untuk tidur dan sering terbangun tengah malam. Terapi non farmakologis dalam mengurangi gangguan pola tidur pada lansia yaitu dengan teknik relaksasi benson. Teknik relaksasi benson merupakan kombinasi antara teknik relaksasi nafas dalam dengan keyakinan yang dimiliki. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian teknik relaksasi benson terhadap kualitas tidur lansia di panti damai Ranomuut Kota Manado. Metode penelitian menggunakan Pre-Experimental (One grup pre test - post test design). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 responden dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner PSQI (Puttsburgh Sleep Quality Index) untuk mengukur kualitas tidur pada lansia. Data yang telah terkumpul dianalisa menggunakan uji Mc.Nemar dengan tingkat kemaknaan α= 0.05. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian teknik relaksasi benson terhadap kualitas tidur pada lansia dengan p value =0.000. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat pengaruh pemberian teknik relaksai benson terhadap kualitas tidur pada lansia di panti damai Ranomuut Kota Manado. Saran diharapkan kepada responden yang masih memiliki kualitas tidur yang kurang baik, agar dapat melakukan teknik relaksasi benson.
Pengaruh Penerapan Posisi Semi Fowler terhadap Frekuensi Napas pada Pasien TB Paru di RS TK II Robert Wolter Mongonsidi Nelfa Fitria Takahepis; Silvia Dewi M. Riu
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober: Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v7i2.665

Abstract

Indonesia is ranked 3rd with the highest TB sufferers in the world after India and China. According to data from the Ministry of Health (Kemenkes 2021), there are 397,377 cases of tuberculosis (TB) throughout Indonesia. Tuberculosis is a direct infectious disease caused by TB germs (Mycobacterium Tuberculosis). Most TB germs attack the lungs but can also attack other organs. The purpose of this study was to determine the effect of semi-fowler positioning on breathing frequency in pulmonary TB patients in hospitals. R.W.Mongosidi This study used a cross-sectional analytical descriptive method. The sample in Ambel was based on the number of respondents as many as 14 people using one group pre-post test design. Data analysis was tested using Wilcoxon. Based on the results of Wilcoxon test analysis, it can be known that the significant value of p value = 0.001 where α = 0.05 can be concluded that there is an effect of semi-fowler positioning on respiratory frequency in pulmonary TB patients. The conclusion in this study is that there is an effect of giving semi-fowler positions on breathing frequency in pulmonary TB patients in hospitals. Robert Wolter Mongosidi. Advice for nurses to use the semi-fowler position on the effectiveness of breathing patterns can be continued or applied to pulmonary TB patients.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Wiwin A Muhammad; Nelfa Fitria Takahepis; Nurlela Hi Baco
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Maret: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1493.681 KB) | DOI: 10.55606/jrik.v2i1.528

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that occurs when the pancreas is disable to produce insulin, which isenergy. Good knowledge determines adherence to diet in patients with type 2 diabetes mellitus. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and dietary compliance of patients with type II diabetes mellitus at WolterMonginsidiTk.IIHospital Manado. This study was conducted in August on patients with diabetes mellitus at WolterMonginsidiTk.IIHospital Manado with population are 141 respondents and 35 respondents was taken as samples of this research with using non-probability sampling technique type which is accidental sampling technique. The type of this research was using descriptive analytic method with a cross sectional approach, and used questionnaire as research instrument. The data was collected and analysed using Chi-square test with a significance (α) ≤0.01. The results of Chi-square statistical test obtained ρ-value (α = 0.01). This means that there is a significant relationship between knowledge and dietary compliance in patients with diabetes mellitus at the WolterMonginsidiTk.II Hospital Manado. The conclusion of this studythere is a relationship between knowledge and dietary compliance in patients with diabetes mellitus. The suggestion from this study is hopefully this study can give benefit in Nursing development.
Asuhan Keperawatan Pada Tn.T dengan Pemberian Terapi Kompres Air Dingin untuk Menurunkan Nyeri Pada Pasien Fraktur di Rumah Sakit RSUP. Prof. Dr. R. D Kandou Manado Almin Sapsuha; Nelfa Fitria Takahepis
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3991

Abstract

Fraktur femur merupakan kondisi terputusnya kontinuitas tulang yang dapat menimbulkan nyeri, keterbatasan mobilitas fisik, dan ansietas. Penatalaksanaan nyeri pada pasien fraktur dapat dikombinasikan dengan intervensi nonfarmakologis, salah satunya kompres dingin. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan dengan pemberian kompres dingin sebagai terapi nonfarmakologis pendamping dalam manajemen nyeri pada pasien closed fracture femur. Penelitian deskriptif pendekatan studi kasus ini melibatkan satu pasien closed fracture femur di Ruangan Irina A Bawah RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan pemeriksaan diagnostik. Asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Pengkajian mengidentifikasi tiga diagnosis: nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, dan ansietas. Intervensi utama berupa aplikasi cold pack 15 menit, dikombinasikan dengan manajemen nyeri dan kolaborasi analgesik. Sebelum intervensi, skala nyeri pasien 6/10 dengan ekspresi meringis dan gelisah. Setelah intervensi, nyeri menurun menjadi 3/10. Kompres dingin terbukti efektif sebagai terapi pendamping untuk menurunkan nyeri dengan memperhatikan kondisi pasien dan terapi medis.
Penerapan Relaksasi Nafas Dalam untuk Mengurangi Nyeri Akut pada Pasien Post Operasi Appendiktomi Di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Nelfa Fitria Takahepis; Vikramsyah Hidayat Laurens
An-Najat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i3.3992

Abstract

Apendektomi merupakan tindakan pembedahan yang dapat menyebabkan nyeri akut akibat trauma jaringan. Nyeri pasca operasi dapat menghambat kenyamanan, mobilisasi, dan proses pemulihan pasien sehingga diperlukan manajemen nyeri yang tepat. Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknik relaksasi napas dalam sebagai intervensi nonfarmakologis dalam membantu menurunkan intensitas nyeri akut pada pasien post operasi apendektomi. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada satu pasien post operasi apendektomi dengan masalah keperawatan nyeri akut di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dengan rentang 0–10 sebelum dan setelah penerapan teknik relaksasi napas dalam selama 1 × 24 jam. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami nyeri pada luka operasi abdomen dengan skala 6/10, karakteristik nyeri seperti tertusuk dan perih, serta meningkat saat bergerak atau mengubah posisi. Setelah dilakukan penerapan relaksasi napas dalam, intensitas nyeri menurun menjadi 3/10 disertai penurunan ekspresi meringis dan peningkatan kenyamanan pasien. Berdasarkan hasil studi kasus ini, teknik relaksasi napas dalam menunjukkan potensi sebagai intervensi pendukung dalam manajemen nyeri akut pada pasien post operasi apendektomi. Namun, hasil ini perlu diinterpretasikan secara hati-hati karena hanya melibatkan satu pasien dan terdapat kemungkinan pengaruh terapi medis lain yang diberikan.
Asuhan Keperawatan Dengan Foot Elevation 30° Pasien CHF Untuk Menurunkan Edema Di RSUP Prof D.R. Kandou Manado Paramita Arsyad; Nelfa Fitria Takahepis
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.2051

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan suatu kondisi ketika jantung mengalami ketidakmampuan dalam memompa darah secara adekuat ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan jaringan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan sirkulasi dan terjadinya akumulasi cairan berlebih di dalam tubuh atau edema, terutama pada ekstremitas bawah. Edema kaki pada pasien CHF dapat menimbulkan rasa tidak nyaman serta mengganggu aktivitas pasien. Salah satu tindakan keperawatan nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi edema adalah foot elevation 30 derajat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan foot elevation 30 derajat terhadap edema kaki pada pasien CHF di ruang perawatan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan lima tahapan proses asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Pendekatan tersebut bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan secara sistematis, logis, terarah, dan terpersonalisasi. Intervensi foot elevation 30 derajat dilakukan selama tiga hari, satu kali sehari, dengan durasi 25 menit pada setiap pelaksanaan. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam dan penerapan foot elevation 30 derajat, didapatkan hasil adanya penurunan edema kaki pada pasien sebesar 1–3 mm. Hasil tersebut menunjukkan adanya perubahan tingkat edema setelah diberikan intervensi. Penerapan foot elevation 30 derajat selama tiga hari dengan frekuensi satu kali sehari dan durasi 25 menit menunjukkan penurunan edema kaki pada pasien CHF. Intervensi ini dapat diterapkan sebagai salah satu tindakan keperawatan nonfarmakologis dalam membantu mengurangi edema ekstremitas bawah dan meningkatkan kenyamanan pasien CHF selama menjalani perawatan.