Cut Bidara Panita Umar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Maluku Husada

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN COCOR BEBEK (Kalanchoe pinnata) TERHADAP BAKTERI Propionibacteriumacnes MENGGUNAKAN METODE DIFUSI AGAR Ira Pufaijah Ely; Cut Bidara Panita Umar; Wa Indarsi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2020): Juni : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.994 KB) | DOI: 10.57214/jusika.v4i1.129

Abstract

Daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) digunakan sebagai anti bakteri, anti tumor, pencegah kanker, dan insektisida. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan bahwa ekstrak daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) memiliki senyawa kandungan metabolik sekunder yang memiliki aktifitas anti bakteri yang dapat menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes. jenis penelitian ini adalah eksperimental laboraturium dengan metode difusi agar. Penelitian ini menggunakan konsentrasi 5%, 10%, 15%, dan 20%. Kontrol positif (+) antibiotik kloramfenikol, kontrol negatif (-) aquadest. Pengamatan uji skrining yang dilakukan dapat diketahui daun cocor bebek asal Dusun Aira memiliki beberapa senyawa metabolit sekunder yaitu, flafanoid, alkaloid, tanin, steroid. Hasil pengujian aktifitas anti bakteri pada konsentrasi 20% menunjukan bahwa ekstrak daun cocor bebek dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionobacterium acnes 21 mm, kontrol positif antibiotik kloramfenikol menunjukan aktivitas antibakteri sebesar 32 mm, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun cocor bebek memiliki aktifitas sebagai antibakteri Propionobacterium acnes.
COMPARISONAL ANALYSIS OF LEVELS OF LEAD (Pb) IN FLYINGFISH (Decapterus sp) FOR SALE IN KAIRATU MARKET AND TRADITIONAL MARKET AT MARDIKA AMBON WITH SSA METHOD Cut Bidara Panita Umar; Amelia Nilwele; Neneng Ita Temmar
Jurnal Medika Husada Vol. 2 No. 1 (2022): Maret : Jurnal Medika Husada
Publisher : Akademi Analis Kesehatan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59744/jumeha.v2i1.31

Abstract

Lead is one of the non-essential heavy metals which is very dangerous and inhibits the activity of enzymes involved in the formation of hemoglobin (Hb) and a small part of lead (Pb) is excreted in the urine or feces because some of it is bound by protein, while the rest accumulates in the kidneys, liver, nails, adipose tissue, and hair. Fish are aquatic organisms that can move quickly. Fish in general have the ability to avoid the effects of water pollution. If the body of the fish contains high levels of heavy metals and exceeds the normal limits that have been determined, it indicates that environmental pollution has occurred. The purpose of this study was to determine the levels of lead in flying fish (Decapterus sp) which are sold in the Kairatu market and the Ambon Mardika market. The research design is atomic absorption spectrophotometry (AAS). The results of the analysis of lead (Pb) levels in flying fish which are traded in the Kairatu market and the Ambon mardika market in the morning, it can be concluded as follows: From the two samples studied, the samples did not get Pb levels that the samples were below the threshold, namely ≤ 0.25 ppm
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis) Terhadap Bakteri Staphylococcus Epidermidis Cut Bidara Panita Umar; Amelia Niwelle; Syntia Clarce Ririmasse
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2022): Juli: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v2i2.1277

Abstract

. Daun binahong (Anredera cordifolia Ten. Stennis) merupakan salah satu tanaman yang dapat mengobati berbagai jenis penyakit. Hal ini dikarenakan tanaman ini memiliki kandungan sebagai antibakteri dan antivirus, daun binahong (Anredera cordifolia Ten. Stennis) memiliki khasiat obat tradisional sebagai antibakteri.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa serta mengetahui besarnya aktivitas zona hambat pada ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia Ten. Stennis). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode maserasi pada ekstrak daun binahong dan metode difusi agar sumuran dengan tiga konsentrasi yang berbeda yaitu 60%, 80%, 100%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia Ten. Stennis) memiliki komponen senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia Ten. Stennis) mampu menghambat bakteri Staphylococcus Epidermidis dengan diameter zona hambat konsentrasi 60%;17mm, konsentrasi 80%;26, dan konsentrasi 100%;30mm. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak daun binahong terkandung senyawa alakaloid, flavanoid, tanin dan saponin dengan memiliki konsentrasi ekstrak yang paling efektif menghambat bakteri staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 100% diameter zona sebesar 30mm.
PENYULUHAN MENGENAI ZAT BERBAHAYA BORAKS PADA MAKANAN DI DESA WAIMITAL Cut Bidara Panita Umar
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Maret: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v2i1.1401

Abstract

Boraks terhadap kesehatan berdampak negatif karena memiliki efek racun yang dapat membahayakan sistem metabolisme kesehatan manusia seperti iritasi saluran pernafasan, kulit, mata, serta organ sasaran seperti darah, ginjal, jantung, sistem pernafasan, sistem saraf pusat, hati, limfa, sistem pencernaan, mata, sistem reproduksi dan kulit. Paparan jangka pendek terjadinya iritasi saluran pernafasan, mual, diare, kram perut. Paparan jangka panjang menyebabkan gangguan sistemik seperti kerusakan gangguan saluran pencernaan, hati, lemak, dan menimbulkan depresi, kerusakan ginjal, dan gangguan membrane mukosa (Saparinto dan Hidayati, 2006). Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah melakukan pengenalan boraks, bahaya penggunaan, dan cara mendeteksi kandungan boraks. Metode yang digunakan saat penyuluhan metode ceramah dan diskusi kemudian dilanjutkan dengan workshop atau pelatihan dimana peserta bergantian maju kedepan untuk melakukan pengujian boraks dengan melihat bentuk, warna dan bau serta melakukan pengujian makanan secara langsung terhadap makanan yang mengandung boraks kemudian dilakukan evaluasi dan bimbingan berkelanjutan. Hasil capaian dari pengabdian masyarakat ini meliputi evaluasi mengenai boraks, karakter makanan mengandung boraks sebelum penyuluhan dan setelah penyuluhan