Cut Bidara Panita Umar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Maluku Husada

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN COCOR BEBEK (Kalanchoe pinnata) TERHADAP BAKTERI Propionibacteriumacnes MENGGUNAKAN METODE DIFUSI AGAR Ira Pufaijah Ely; Cut Bidara Panita Umar; Wa Indarsi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2020): Juni : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.994 KB) | DOI: 10.57214/jusika.v4i1.129

Abstract

Daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) digunakan sebagai anti bakteri, anti tumor, pencegah kanker, dan insektisida. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan bahwa ekstrak daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) memiliki senyawa kandungan metabolik sekunder yang memiliki aktifitas anti bakteri yang dapat menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes. jenis penelitian ini adalah eksperimental laboraturium dengan metode difusi agar. Penelitian ini menggunakan konsentrasi 5%, 10%, 15%, dan 20%. Kontrol positif (+) antibiotik kloramfenikol, kontrol negatif (-) aquadest. Pengamatan uji skrining yang dilakukan dapat diketahui daun cocor bebek asal Dusun Aira memiliki beberapa senyawa metabolit sekunder yaitu, flafanoid, alkaloid, tanin, steroid. Hasil pengujian aktifitas anti bakteri pada konsentrasi 20% menunjukan bahwa ekstrak daun cocor bebek dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionobacterium acnes 21 mm, kontrol positif antibiotik kloramfenikol menunjukan aktivitas antibakteri sebesar 32 mm, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun cocor bebek memiliki aktifitas sebagai antibakteri Propionobacterium acnes.
COMPARISONAL ANALYSIS OF LEVELS OF LEAD (Pb) IN FLYINGFISH (Decapterus sp) FOR SALE IN KAIRATU MARKET AND TRADITIONAL MARKET AT MARDIKA AMBON WITH SSA METHOD Cut Bidara Panita Umar; Amelia Nilwele; Neneng Ita Temmar
Jurnal Medika Husada Vol. 2 No. 1 (2022): Maret : Jurnal Medika Husada
Publisher : Akademi Analis Kesehatan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59744/jumeha.v2i1.31

Abstract

Lead is one of the non-essential heavy metals which is very dangerous and inhibits the activity of enzymes involved in the formation of hemoglobin (Hb) and a small part of lead (Pb) is excreted in the urine or feces because some of it is bound by protein, while the rest accumulates in the kidneys, liver, nails, adipose tissue, and hair. Fish are aquatic organisms that can move quickly. Fish in general have the ability to avoid the effects of water pollution. If the body of the fish contains high levels of heavy metals and exceeds the normal limits that have been determined, it indicates that environmental pollution has occurred. The purpose of this study was to determine the levels of lead in flying fish (Decapterus sp) which are sold in the Kairatu market and the Ambon Mardika market. The research design is atomic absorption spectrophotometry (AAS). The results of the analysis of lead (Pb) levels in flying fish which are traded in the Kairatu market and the Ambon mardika market in the morning, it can be concluded as follows: From the two samples studied, the samples did not get Pb levels that the samples were below the threshold, namely ≤ 0.25 ppm
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis) Terhadap Bakteri Staphylococcus Epidermidis Cut Bidara Panita Umar; Amelia Niwelle; Syntia Clarce Ririmasse
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2022): Juli: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v2i2.1277

Abstract

. Daun binahong (Anredera cordifolia Ten. Stennis) merupakan salah satu tanaman yang dapat mengobati berbagai jenis penyakit. Hal ini dikarenakan tanaman ini memiliki kandungan sebagai antibakteri dan antivirus, daun binahong (Anredera cordifolia Ten. Stennis) memiliki khasiat obat tradisional sebagai antibakteri.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa serta mengetahui besarnya aktivitas zona hambat pada ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia Ten. Stennis). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode maserasi pada ekstrak daun binahong dan metode difusi agar sumuran dengan tiga konsentrasi yang berbeda yaitu 60%, 80%, 100%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia Ten. Stennis) memiliki komponen senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia Ten. Stennis) mampu menghambat bakteri Staphylococcus Epidermidis dengan diameter zona hambat konsentrasi 60%;17mm, konsentrasi 80%;26, dan konsentrasi 100%;30mm. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak daun binahong terkandung senyawa alakaloid, flavanoid, tanin dan saponin dengan memiliki konsentrasi ekstrak yang paling efektif menghambat bakteri staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 100% diameter zona sebesar 30mm.
PENYULUHAN MENGENAI ZAT BERBAHAYA BORAKS PADA MAKANAN DI DESA WAIMITAL Cut Bidara Panita Umar
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Maret: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v2i1.1401

Abstract

Boraks terhadap kesehatan berdampak negatif karena memiliki efek racun yang dapat membahayakan sistem metabolisme kesehatan manusia seperti iritasi saluran pernafasan, kulit, mata, serta organ sasaran seperti darah, ginjal, jantung, sistem pernafasan, sistem saraf pusat, hati, limfa, sistem pencernaan, mata, sistem reproduksi dan kulit. Paparan jangka pendek terjadinya iritasi saluran pernafasan, mual, diare, kram perut. Paparan jangka panjang menyebabkan gangguan sistemik seperti kerusakan gangguan saluran pencernaan, hati, lemak, dan menimbulkan depresi, kerusakan ginjal, dan gangguan membrane mukosa (Saparinto dan Hidayati, 2006). Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah melakukan pengenalan boraks, bahaya penggunaan, dan cara mendeteksi kandungan boraks. Metode yang digunakan saat penyuluhan metode ceramah dan diskusi kemudian dilanjutkan dengan workshop atau pelatihan dimana peserta bergantian maju kedepan untuk melakukan pengujian boraks dengan melihat bentuk, warna dan bau serta melakukan pengujian makanan secara langsung terhadap makanan yang mengandung boraks kemudian dilakukan evaluasi dan bimbingan berkelanjutan. Hasil capaian dari pengabdian masyarakat ini meliputi evaluasi mengenai boraks, karakter makanan mengandung boraks sebelum penyuluhan dan setelah penyuluhan
FORMULASI SEDIAAN PASTA GIGI BUBUK RIMPANG JAHE PUTIH (Zingiber officinale Rosc) ASAL DAERAHNAMROLE KABUPATEN BURU SELATAN DENGAN VARIASI KONSENTRASI BAHAN PENGIKAT Micie Sariwating; Cut Bidara Panita Umar; Nurliani Tomia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i1.1152

Abstract

The rhizome of white ginger (Zingiber officinale Rosc) has been known by the public because apart from being a cooking spice, it can also be used as medicine, one of which is to treat toothache. Control of dental and oral health problems is to use toothpaste properly and regularly. The higher the concentration of the binder (sodium CMC), the more compact the toothpaste preparation will be and the release of the active substance is less than optimal, besides that it will be difficult to apply at the time of use. On the other hand, the concentration of the binder is too low, causing the preparation to be easily crushed and disintegrate like a lotion. Variations in the concentration of different binders were made to see the physical form among the three formulations of toothpaste which had the best consistency and met the requirements. The purpose of this study was to identify the chemical content of white ginger (Zingiber officinale Rosc) rhizome, to formulate white ginger (Zingiber officinale Rosc) powder toothpaste with various concentrations of binders and to evaluate the preparation of white ginger (Zingiber officinale Rosc) powdered toothpaste. This research was conducted using laboratory experimental methods. The result of this research is that white ginger (Zingiber officinale Rosc) rhizome powder contains alkaloids, flavonoids, tannins and triterpenoids. White ginger rhizome powder (Zingiber officinale Rosc) can be formulated into toothpaste preparations. The toothpaste with the most physically stable consistency and fulfills the requirements is formula III (4% CMC sodium)
UJI FARMAKOLOGI EKSTRAK IKAN GABUS (Channa Striata ) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA MENCIT ( Mus Musculus ) Jayanti Djarami; Cut Bidara Panita Umar; Astini Nurlatu
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i1.1156

Abstract

. Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam hasil alam yang melimpah, salah satunya tanaman obat. Negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan memungkinkan setiap daerah memiliki komoditi hasil alam tersendiri. Hal ini juga mempengaruhi cara pengobatan tradisional yang berbeda pula untuk tiap - tiap daerah. Negara Indonesia dikenal karena memiliki beragam suku dengan ciri khas masing - masing. Keragaman suku ini juga membuat adanya perbedaan dari jenis warisan budaya, baik itu terkait kepercayaan, upacara, maupun pengobatan menggunakan obat tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium, untuk mengetahui ekstrak ikan gabus ( Channa Striata ) terhadap proses penyembuhan luka bakar mencit ( Mus muscullus ) yang tampak mengalami perubahan. Rancangan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap ( RAL ) yaitu dengan konsentrasi K1 ( diberi aquadest ), K2 ( ekstrak ikan gabus 0.30 g / kg BB ), dan K3 ( ekstrak ikan gabus 0,50 g / kg BB ), dan K4 ( ekstrak ikan gabus 1,00 g / kg BB ). Hasil uji Homogenitas terlihat bahwa nilai sig sebesar 0,110 yang artinya sig > p.sig 0.05. sehingga dapat di simpulkan bawah varian data luka bakar adalah homogen.Berdasarkan hasil uji Anova, maka diperoleh bahwa pemberian ekstrak ikan gabus terhadap diameter luka bakar berbeda atau berpengaruh nyata sampai hari ke 10 ada berbedaan signifikan ( p < 0,05 ) antara kelompok variasi dosis dengan kontrol negatif 1,00 g / kg BB memberikan efek penyembuhan terbaik sebesar ( 2.35 % ) pada hari ke 10 jika dibandingkan dengan dosis 0,30 g / kg BB ( 2.5975 % ) dan dosis 0,50 g / kg BB ( 2.5175 % ). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan ekstrak ikan gabus dengan dosis 1,00 g / kg BB memiliki efek penyembuhan tercepat terhadap luka bakar.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG SANTIGI (Pemphis acidula) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM Pia Batmomolin; Cut Bidara Panita Umar; Arga Rizqiati Wahid
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Juli : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i2.1158

Abstract

Santigi plant (Pemphis acidula) is a plant from the Lythraceae family in the form of a dense shrub or small tree. People in Buru Regency use this plant as a daily treatment, one of which is to treat diarrhea. Santigi plant (Pemphis acidula) contains chemical compounds that function as antibacterial. Antibacteria are substances that inhibit and kill. Escherichia coli is a gram-negative bacterium that causes infection in the intestines and causes diarrhea. This study aims to determine the antibacterial activity of the bark of santigi (Pemphis acidula) against bacteria Escherichia coli. This research is an experimental laboratory research. The study used a thick 95% ethanolic extract of santigi stem bark (Pemphis acidula), variations in extract concentration were 20%, 40%, 60%, 80%, and 100%, for negative control using distilled water and for positive control using cotrimoxazole. In antibacterial testing of the ethanolic extract of the santigi stem bark (Pemphis acidula) against Escherichia coli bacteria, it showed that at concentrations of 20%, 40%, 60%, 80% and 100% sensitive to inhibit bacterial growth with an inhibition zone diameter of 12.3 mm, 14.17 mm, 16.00 mm, 17.00 mm, and 17.67 mm. The negative control did not have antibacterial activity and did not have an inhibition zone diameter, positive control had an inhibition zone diameter of 39.33 mm. The results showed that the bark of santigi has an inhibitory power against the growth of Escherichia coli bacteria with a strong category.