Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Metode DMAIC Untuk Menurunkan Loss Production Material Shortage Pada Proses Curing di Tyre Manufacturing Meilan Agustin; Moh Mawan Arifin
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri Vol. 5 No. 2 (2022): KaLIBRASI September 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.563 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v5i2.1070

Abstract

Tyre Manufactuing merupakan salah satu industri manufaktur yang memproduksi ban kendaraan. Industri ini mempunyai nilai ekspor ke pasar Global. Berdasarkan data selama tahun 2021 di Tyre Manufacturing didapatkan kontribusi loss production. Hal ini terjadi karena material shortage sebesar 35% atau sebanyak 700 produk perhari pada proses curing. Hal ini merupakan kendala yang harus diatasi guna memenuhi permintaan dari pasar. Curing adalah proses vulkanisasi dengan suhu dan tekanan tinggi untuk menyatukan polimer (rubber) dengan karbon hitam dan sulphur dengan dibantu oleh persenyawaan kimia. Proses ini untuk mendapat karakteristik compound yang diperlukan dari bagian-bagian ban. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan terjadinya material shortage sebesar 50%. Metode yang digunakan adalah Define, Measure, Analyze, Improve dan Control (DMAIC). Hasil menunjukkan bahwa pada tahap Measure didapat potensial penyebab utama material shortage adalah keterlambatan suplai material sehingga menyebabkan kondisi shortage. Perbaikan yang dilakukan dengan membuat sistem yang mampu menjaga komunikasi antar pihak terkait perihal kondisi stok material. Dampak signifikan dialami perusahaan setelah perbaikan yaitu penurunan material shortage sebesar 48.4%.
PENGENDALIAN BIAYA UNTUK PENGHEMATAN BIAYA PRODUKSI PUDDING DENGAN METODE VARIABEL COSTING DI PT NIRAMAS UTAMA (INACO) Soleman; Vivi Lusia; Mawan Arifin; Meilan Agustin
Jurnal Multidisiplin Borobudur Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37721/jmb.v1i1.1212

Abstract

The production costs at PT Niramas Utama (Inaco) are focused on the production costs of pudding, which include raw material costs, direct labor costs, and factory overhead costs. The increasing difference between the planned production costs and the actual costs indicates poor control over pudding production costs. To determine the magnitude of the difference and suitable methods for controlling production costs, this research is needed. The calculation of the Cost of Goods Manufactured for Pudding in 2017 is as follows: mango pudding: H2 - H1 = Rp. 5,000 - 2,512 = Rp. 2,488, passion fruit pudding: Rp. 5,000 - 2,422 = Rp. 2,578, and melon pudding: Rp. 4,800 - 2,849 = Rp. 1,951. The calculation of the Cost of Goods Manufactured for Pudding in 2019 is as follows: mango pudding: E H2 - H1 = Rp. 5,000 - 2,488 = Rp. 2,512, passion fruit pudding: Rp. 5,000 - 2,429 = Rp. 2,571. The company can achieve cost savings in the production of mango pudding amounting to Rp. 2,488, passion fruit pudding amounting to Rp. 2,578, and melon pudding amounting to Rp. 2,720. The results obtained from this research indicate that the variable costing method is capable of reducing costs for the cost of goods manufactured for pudding.
Customer Satisfaction Index dan Service Quality (Servqual) Untuk Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Usaha Rumah Setrika Moh. Mawan Arifin; Meilan Agustin; Vivi Lusia
Jurnal Manajemen FE-UB Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Manajemen FE-UB
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37721/jm.v11i2.1287

Abstract

Sektor jasa saat ini telah berkembang sangat pesat, berdampak persaingan pasar semakin ketat yang membuat para pemilik usaha harus terus melakukan strategi bersaing untuk menghasilkan kualitas pelayanan terbaik. Penelitian ini menganalisis tingkat kepuasan pelanggan terhadap mutu pelayanan yang diberikan oleh Rumah Setrika. Penelitian ini menggunakan kuesioner menggunakan media digital yaitu google form sebagai alat mengumpulkan data dengan 120 responden dan 19 butir pertanyaan. Metode pengolahan data menggunakan Customer Satisfaction Index dan Service Quality. Hasil penelitian pada usaha Rumah Setrika memiliki tingkat kepuasan pelanggan dengan menggunakan metode Customer Satisfaction Index dengan hasil nilai sebesar 66,36%. Berdasarkan tabel indeks kepuasan pelanggan bahwa nilai persentase tersebut menunjukkan pelanggan merasa puas dengan layanan atau kinerja yang diberikan. Hasil dengan menggunakan metode Service Quality diketahui bahwa atribut dimensi Assurance berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai kualitas pelayanan (Q) sebesar 0,99, serta diperoleh melalui hasil diagram kartesius bahwa atribut pelayanan yang perlu ditingkatkan atau menjadi prioritas utama dalam perbaikan guna meningkatkan kualitas pelayanan pada usaha Rumah Setrika yaitu atribut yang berada di Kuadran A.
Perancangan Tata Letak Fasilitas Menggunakan Metode Systematic Layout Planning Pada Produksi Komponen Wiring Harness Moh. Mawan Arifin; Meilan Agustin; Dian Elok Pertiwi; Vivi Lusia
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2025.v19i2.003

Abstract

Penelitian ini menganalisis perancangan tata letak fasilitas menggunakan metode SystematicLayout Planning (SLP) pada pada perusahaan wiring harness dengan pendekatan ergonomi.Fenomena yang terjadi tidak efektif dan efisien tata letak fasilitas untuk proses produksi,jarak antar operator yang kurang memadai serta suhu ruangan yang panas mengakibatkankelelahan kerja yang berpengaruh menurunnya produktifitas karyawan. Tujuan utama daritata letak fasilitas ini adalah mengatur area kerja, semua fasilitas produksi yang palingoptimal untuk operasi produksi, aman, dan nyaman sehingga akan dapat menaikkan moralkerja dan performansi kerja dari operator. Penelitian ini melalui tahapan pengamatan kondisiaktual, perancangan Flow Process Chart (FPC), membuat Activity Relationship Chart(ARC), membuat Activity Relationship Diagram (ARD), dan penentuan kebutuhan luas area,dan rancangan usulan tata letak fasilitas untuk produksi wiring harness. Berdasarkan hasilanalisis perancangan tata letak fasilitas terjadi perluasan lantai produksi dan penambahanallowance sebesar 50% sesuai dengan metode fasilitas industri terutama pada masingmasing stasiun kerja. Sehingga kebutuhan total luas lantai produksi awal sebesar 375 m2menjadi sebesar 486 m2, hal ini sesuai kebutuhan yang telah diperhitungkan untuk dapatmeningkatkan produktivitas operator pada produksi komponen wiring harness.