Dunia bisnis berkembang pesat di era globalisasi saat ini, yang kemudian menciptakan peluang dan tantangan baru, termasuk di sektor kuliner. Bisnis kuliner yang mencakup makanan dan minuman, serta layanan terkait, semakin kompetitif dengan banyaknya restoran yang bermunculan, baik yang besar maupun kecil, terkenal maupun yang baru dirintis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh citra merek dan kualitas pelayanan terhadap minat beli ulang, dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi, pada konsumen Olive Fried Chicken di Purworejo. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya mempertahankan minat beli pada konsumen di tengah persaingan ketat industri makanan cepat saji, khususnya dalam membentuk minat beli ulang melalui persepsi konsumen terhadap merek dan layanan yang diberikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh dari 130 responden konsumen Olive Fried Chicken di Purworejo dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis hierarchical regression procedures dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek dan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Selain itu, kepuasan pelanggan terbukti berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang. Secara langsung, citra merek dan kualitas pelayanan juga memiliki pengaruh positif terhadap minat beli ulang. Namun, ditemukan bahwa kepuasan pelanggan memediasi secara parsial hubungan antara citra merek dan kualitas pelayanan terhadap minat beli ulang. Temuan ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan minat beli ulang, perusahaan perlu menjaga citra merek yang kuat serta kualitas pelayanan yang prima, dengan tetap memperhatikan kepuasan pelanggan sebagai penghubung utama dalam membentuk minat beli ulang konsumen. Katakunci: Citra Merek, Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pelanggan, Minat Beli Ulang, Olive Fried Chicken