Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RASIONALITAS PILIHAN ORANG TUA TERHADAP PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN REMAJA AWAL Arsita, Meita
ISSN.2252-8407
Publisher : SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.436 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menjelaskan alasan orang tua memilih pesantren sebagai lembaga pendidikan remaja awal. Penelitian dilaksanakan di SMP MTA Gemolong dengan teknik pemilihan informan berupa purposive sampling. Informan yang dipilih adalah 4 orang orang tua siswi mukim, kepala sekolah, kepala asrama putri, guru BK, dan 4 orang siswi mukim. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui teknik in depth interview, observasi langsung, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Analisis data melalui menginterpretasikan kata-kata yang disampaikan oleh informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan orang tua adalah (1) agar anak memiliki ahklak yang bagus (2) perasaan ketidakmampuan mendidik anak di rumah (3) merupakan anggota MTA (4) kesamaan pengalaman sebagai siswa MTA (5) biaya asrama murah (6) keyakinan terhadap MTA sebagai tuntunan yang paling benar. Tujuan rasional orang tua adalah MTA. MTA memberikan keuntungan maksimal bagi orang tua karena anak akan memiliki pedoman yang sama dengan orang tua, uang SPP yang dibayarkan bermanfaat bagi pengembangan MTA, dan menunjukkan loyalitas orang tua sebagai anggota MTA. Orang tua sebagai aktor yang rasional mengendalikan anaknya agar menuruti keinginannya dengan cara memberikan motivasi dan pemahaman bahwa pesantren merupakan pilihan terbaik bagi anaknya. Kata Kunci: MTA, pesantren, pilihan rasional
RASIONALITAS PILIHAN ORANG TUA TERHADAP PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN REMAJA AWAL Arsita, Meita
ISSN.2252-8407
Publisher : SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.67 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menjelaskan alasan orang tua memilih pesantren sebagai lembaga pendidikan remaja awal. Penelitian dilaksanakan di SMP MTA Gemolong dengan teknik pemilihan informan berupa purposive sampling. Informan yang dipilih adalah 4 orang orang tua siswi mukim, kepala sekolah, kepala asrama putri, guru BK, dan 4 orang siswi mukim. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui teknik in depth interview, observasi langsung, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Analisis data melalui menginterpretasikan kata-kata yang disampaikan oleh informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan orang tua adalah (1) agar anak memiliki ahklak yang bagus (2) perasaan ketidakmampuan mendidik anak di rumah (3) merupakan anggota MTA (4) kesamaan pengalaman sebagai siswa MTA (5) biaya asrama murah (6) keyakinan terhadap MTA sebagai tuntunan yang paling benar. Tujuan rasional orang tua adalah MTA. MTA memberikan keuntungan maksimal bagi orang tua karena anak akan memiliki pedoman yang sama dengan orang tua, uang SPP yang dibayarkan bermanfaat bagi pengembangan MTA, dan menunjukkan loyalitas orang tua sebagai anggota MTA. Orang tua sebagai aktor yang rasional mengendalikan anaknya agar menuruti keinginannya dengan cara memberikan motivasi dan pemahaman bahwa pesantren merupakan pilihan terbaik bagi anaknya. Kata Kunci: MTA, pesantren, pilihan rasional
Keterlekatan Sosial UMKM Sarung Tenun Goyor di Desa Sambirembe, Kalijambe, Sragen Arsita, Meita; Zuber, Ahmad; Demartoto, Argyo
Society Vol 8 No 2 (2020): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v8i2.198

Abstract

Goyor woven sarong craft is one of the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Wonosari Hamlet, Sambirembe Village, Kalijambe Sub-District, Sragen Regency, Central Java Province, Indonesia. The woven sarong craft is a cultural heritage passed down from generation to generation. The woven sarong craft business has survived even though the industrial-scale businesses have spread widely. In economic practice, economic actions among business actors of the woven sarong craft are based on cultural values. This research aims to analyze (1) the embeddedness of cultural values in economic practices of Goyor woven sarong; (2) the relational embeddedness between middlemen, collectors, and craftswomen; (3) the economic strategy of the Goyor woven sarong business. This research was qualitative research with a case study approach. The research analysis used the concept of economic actors’ embeddedness in the social networks approach by Granovetter. Research data was collected through in-depth interviews and direct observation. Informants were selected using a purposive sampling technique. The result shows that: 1) there is the embeddedness of cultural values on the woven sarong craft business sustainability. Woven sarong craft is a cultural heritage and work ethic has become the main foundation for business sustainability; 2) the relational embeddedness was manifested through mutual trust between the collectors, middlemen, and craftswomen through a sense of “ewuh pekewuh” (feeling bad, embarrassment, feeling uncomfortable), and through mutual need between the collectors, middlemen, and craftswomen; 3) the economic strategy of the Goyor woven sarong business actors follows the flow of community culture.