Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

MODEL PENDIDIKAN PARTISIPATIF EMPAT PILAR BANGSA BAGI INTEGRASI NASIONAL Haryono, Bagus; Sulistyo, Edy Tri; Zuber, Ahmad
Jurnal Komunitas: Research and Learning in Sociology and Anthropology Vol 5, No 2 (2013): Tema Edisi: Model-Model Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Karakter Bangsa
Publisher : Jurnal Komunitas: Research and Learning in Sociology and Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendidikan partisipatif tentang empat pilar bangsa pada masyarakat akar rumput. Penelitian ini dilakukan di Sudiroprajan. Penelitian dirancang menerapkan Participatory Action Research, dengan siklus planning, act, observe, dan reflection. Integrasi dianalisis dengan fungsionalisme struktural, sebatas Cina-Jawa, dan sebatas variabel tingkat pengamalan 4 pilar bangsa.  Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui gambar dan tulisan yang mereka tuangkan dalam media mural, penelitian menunjukkan bahwa mereka memahami isi 4 pilar bangsa (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI) dan merepresentasikan pengamalan dan penghayatannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui mural, selain menjadikan tembok tampak terawat, terlihat bersih dan enak dipandang, juga dapat mengaktualisasikan pesan asimilasi alamiah di kampung Mbalong menjadi representasi bahwa mereka tidak lagi mempermasalahkan etnisitas, mampu mereduksi ikatan primordialisme, menguatkan persatuan, nasionalisme, dan mengokohkan integrasi nasional. AbstractThis study aims to develop a participatory education model for educating four nation pillars in grassroots level. The research was concluded in Sudiroprajan Surakarta using participatory action research. The result shows that throught mural citizen can express their understanding of four nation pillars concern on the form of mural drawings and writings indicate that they understanding the content and practice the four nation pillars (Pancasila, the 1945 Constitution, Unity in Diversity, The Unity State Republic of Indonesia) in the everyday life. The murals do not only make the walls clean and pleasing. They also can actualize the message of natural assimilation. This is illustrated in Mbalong mural which suggests an idea that ethnicity there, is not longer a problem, that they can reduce primordial ties, strengthen unity, nationalism, and the national integration.  © 2013 Universitas Negeri Semarang
MODEL PENDIDIKAN PARTISIPATIF EMPAT PILAR BANGSA BAGI INTEGRASI NASIONAL Haryono, Bagus; Sulistyo, Edy Tri; Zuber, Ahmad
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 5, No 2 (2013): Tema Edisi: Model-Model Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Karakter Bangsa
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v5i2.2742

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendidikan partisipatif tentang empat pilar bangsa pada masyarakat akar rumput. Penelitian ini dilakukan di Sudiroprajan. Penelitian dirancang menerapkan Participatory Action Research, dengan siklus planning, act, observe, dan reflection. Integrasi dianalisis dengan fungsionalisme struktural, sebatas Cina-Jawa, dan sebatas variabel tingkat pengamalan 4 pilar bangsa.  Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui gambar dan tulisan yang mereka tuangkan dalam media mural, penelitian menunjukkan bahwa mereka memahami isi 4 pilar bangsa (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI) dan merepresentasikan pengamalan dan penghayatannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui mural, selain menjadikan tembok tampak terawat, terlihat bersih dan enak dipandang, juga dapat mengaktualisasikan pesan asimilasi alamiah di kampung Mbalong menjadi representasi bahwa mereka tidak lagi mempermasalahkan etnisitas, mampu mereduksi ikatan primordialisme, menguatkan persatuan, nasionalisme, dan mengokohkan integrasi nasional. AbstractThis study aims to develop a participatory education model for educating four nation pillars in grassroots level. The research was concluded in Sudiroprajan Surakarta using participatory action research. The result shows that throught mural citizen can express their understanding of four nation pillars concern on the form of mural drawings and writings indicate that they understanding the content and practice the four nation pillars (Pancasila, the 1945 Constitution, Unity in Diversity, The Unity State Republic of Indonesia) in the everyday life. The murals do not only make the walls clean and pleasing. They also can actualize the message of natural assimilation. This is illustrated in Mbalong mural which suggests an idea that ethnicity there, is not longer a problem, that they can reduce primordial ties, strengthen unity, nationalism, and the national integration.  © 2013 Universitas Negeri Semarang
The Survival Strategy of Poor People in Surakarta Dekasari, Dita Agnes; Zuber, Ahmad; Slamet, Yulius
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 10, No 2 (2018): Komunitas, September 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v10i2.15969

Abstract

This research aimed to find out the surviving strategy of poor people in Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon Sub District, Surakarta. This study employed descriptive case study research method, with purposive sampling being the technique for selecting informant and poor people living in Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon Sub District, Surakarta being the unit of analysis to be studied. Data collection was conducted through in-depth interview, observation, and documentation of activities related to the surviving strategy of poor people in Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon Sub District, Surakarta. Data validation was carried out using data source triangulation with an interactive model of data analysis. The result of research showed that the surviving strategy taken by poor people in Kelurahan Semanggi was divided into 3. Firstly, active strategy was taken by telling the wife to work in order to help suffice the family’s need. Secondly, passive strategy was taken to apply parsimoniously living pattern, such as minimizing money spending, prioritizing more the expenditure for food need than that for other needs, minimizing the expenditure for their children’s pocket money and some people admitted that they were dependent on the government’s grant. Thirdly, the final strategy was network strategy taken by borrowing money from relatives, neighbor and other relations.
Analisa Kasus Peran Penyuluh Swadaya Dalam Pengembangan Budidaya Minapadi di Desa Nogotirto Purwito Zanuar Rahmadi; Ahmad Zuber; Mahendra Wijaya
RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual Vol 1 No 1 (2019): Juni
Publisher : Prodi Sosiologi Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/resiprokal.v1i1.8

Abstract

The purpose of this study was to determine the role of self-help instructors in developing minapadi cultivation in Nogotirto Village. Agriculture is the main sector that still dominatesthe livelihoods of the Indonesian population. Agricultural innovation is very necessary to improve the quality and quantity of agricultural products. The results showed that Sawadaya Extension was able to provide innovative breakthroughs to provide solutions to problems that are often faced by farmers through cultivation of Minapadi. Self-helpinstructors in Latency (Maintenance Pattern) to maintain a system can run according to its structural functions. So, it has become a joint task in a working system in the SlemanMinapadi Community group and the Sleman Fishery Network Network (JMP) to maintain and maintain the patterns that are already very strong the role of self-supporting instructorsbecause it is part of the functional structural system in the group that is.
REPRESENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI PEMBELAJARAN MEMBATIK Ghufronudin Ghufronudin; Ahmad Zuber; Argyo Demartoto
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi berdampak pada menurunnya kecintaan siswa pada kearifan lokal sehinggasiswa kurang memahami makna eksistensi batik sebagai warisan budaya yang kaya nilai-nilaikebijaksanaan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi pendidikan karakterberbasis kearifan lokal melalui pembelajaran membatik di SMA Batik 2 Surakarta. Unit analisispenelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini adalah stakeholders SMA Batik 2 Surakartayang dipilih dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancaramendalam dan dokumentasi. Validitas data dengan triangulasi sumber lalu dianalisis denganmodel interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pembelajaran membatik di sekolahdapat tercapai keseimbangan hati nurani, supra-ritual, dan intelektualitas siswa berkaitan denganTuhan melalui kandungan nilai falsafah dalam simbol batik. Pembelajaran membatik yang dilakukansecara klasikal melalui teori maupun praktik berdampak positif bagi pembentukan karakter siswasesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal.Kata Kunci: Representasi, Pendidikan Karakter, Kearifan Lokal, Batik
REPRESENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI PEMBELAJARAN MEMBATIK Ghufronudin Ghufronudin; Ahmad Zuber; Argyo Demartoto
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi berdampak pada menurunnya kecintaan siswa pada kearifan lokal sehinggasiswa kurang memahami makna eksistensi batik sebagai warisan budaya yang kaya nilai-nilaikebijaksanaan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi pendidikan karakterberbasis kearifan lokal melalui pembelajaran membatik di SMA Batik 2 Surakarta. Unit analisispenelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini adalah stakeholders SMA Batik 2 Surakartayang dipilih dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancaramendalam dan dokumentasi. Validitas data dengan triangulasi sumber lalu dianalisis denganmodel interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pembelajaran membatik di sekolahdapat tercapai keseimbangan hati nurani, supra-ritual, dan intelektualitas siswa berkaitan denganTuhan melalui kandungan nilai falsafah dalam simbol batik. Pembelajaran membatik yang dilakukansecara klasikal melalui teori maupun praktik berdampak positif bagi pembentukan karakter siswasesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal.Kata Kunci: Representasi, Pendidikan Karakter, Kearifan Lokal, Batik
KONFLIK AGRARIA DI INDONESIA Ahmad Zuber
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article describe agrarian conflict in Indonesia. Until this moment many agrarian conflict are happen in Papua, Java, Kalimantan and Sumatera. This conflict consist many interests and there isn’t equity policy to society are following this conflict. The implication the agrarian conflict become latent conflict. It usually make huge damage in society and nation.
Resolusi Konflik Komunal dengan Pendekatan Budaya Maja La’bo Dahu Antara Warga Desa Ngali Dan Renda Kecamatan Belo, Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) A Arihan; Ahmad Zuber; Bagus Haryono
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.899 KB)

Abstract

Konflik antara desa yang terjadi di Kabupaten Bima menarik untukdianalisis secara sosiologis, karena melibatkan massa yang berjumlahbesar dan memiliki kesamaan identitas Agama, Suku Mbojo, danBudaya yang sama Maja labo dahu, bahkan masih memiliki hubungankekerabatan yang masih dekat. Konflik desa Ngali dengan Desa Rendadi kecamatan Belo Kabupaten Bima membentuk Solidaritas socialyang massif sesama warga desa. Penelitian bertujuan untukMendeskripsikan Proses Resolusi konflik Antar warga desa Ngali dandesa Renda Kecamatan Belo Kabupaten Bima, dengan pendekatanbudaya maja lab’bo dahu, melalui teori konflik Lewis A. Coser dalamkonsep Solidaritas Sosial dan katup Penyelamat sosial (Savety-Valve),resolusi konflik dalam konsep Katup Penyelamat yaitu mendeteksipotensi dan menghindari konflik yang mengarah pada objek aslinya.Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.Sumber data wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.Pemilihan informan dengan teknik purposive sampling diklasifikasiberdasarkan Pengaruh, dan Peranan dalam Resolusi konflik. Validitasdata dengan teknik triangulasi sumber, Data dianalisis dengan modelanalisis interaktif Milles dan Huberman. Hasil penelitian inimenunjukan bahwa; Proses resolusi konflik antar masyarakat desaNgali dan Renda dilakukan melalui beberapa tahap; pertama,Tercapai kesepakan damai melalui Musyawarah dan Mufakat denganmenjunjung tinggi nilai Budaya Maja labo dahu. Kedua, penyelesaianberdasarkan kronologis kejadian, konflik berakhir dengan sendirinyaketika hasil konflik berimbang, dan mendapat tekanan dari kepolisian,pada tahap ini cenderung bersifat sementara. Ketiga, pemeliharaanperdamaian dengan tindakan rekonsiliasi dari pemerintah kecamatanBelo dan daerah Bima. Proses resolusi konflik dengan pendekatanadat Musyawarah dan Mufakat (Mbolo ro dampa), pendekatankearifan lokal Budaya Maja labo dahu yang diikuti dengan penetapansanksi bagi pelaku pelanggaran. pendekatan hukum oleh pihakkepolisian dengan adil dan merata. Konflik antar desadilatarbelakangi sifat komunal dari rasa dendam akibat harga diri(Superior) desa yang terganggu oleh tindakan dari warga desa lain(Inferior) yang dianggap melanggar nilai norma dan etika yangberlaku di desa yang berkonflik. Katup pengaman (safety valve)konsep Coser merupakan budaya dan lembaga hukum itu sendiri.Langkah Pengembangan penelitian konflik sangat dibutuhkan untukmewujudkan keutuhan bangsa yang damai dan sejahtera kedepanya.
The Relation of Rational Actions with Positive Thinking in Socio-Economic Resilience Efforts During The COVID-19 Pandemic by Malioboro Street Vendors Atri Putri Khoirun Nur P; Mahendra Wijaya; Ahmad Zuber
International Journal of Social Service and Research Vol. 2 No. 11 (2022): International Journal of Social Service and Research (IJSSR)
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v2i11.166

Abstract

Rational action is an action that has subjective meaning or meaning in determining what to do, what to think about the type of work, which is able to give better hope, by taking effective actions to achieve the goal of social economic resilience during the covid pandemic 19. In the midst of the imposition of restrictions on community activities, it has an impact on various sectors of people's lives both socially and economically, one of which is a decrease in the level of income felt by street vendors, due to the impact of the enforcement of operating hours and restrictions on community activities outside the home for activities , by doing positive thinking can give enthusiasm, trust, confidence in his ability to deal with problems effectively, by providing actions in the form of efforts from traders as actors in the informal sector, one of which is a trader. street vendors in the Maliaboro area. The research method used in this study is a qualitative naturalistic inquiry. The purpose of this research is how to act rationally with positive thinking in the effort of socio-economic resilience during the Covid pandemic by Malioboro Street Vendors. In the recovery process, all street vendors have carried out their mandatory vaccines, used masks, washed their hands, and kept their distance. In the process of creativity, they promote their products through online shoppe, tokopedia, and Instagram media. The conditions felt by Maliaboro street vendors are not only rational actions in economic resilience, they must also make efforts to overcome the risks faced in order to be able to survive in the PPKM policy period.
PENGEMBANGAN RUMAH INKLUSI: PENDAMPINGAN UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI Drajat Tri Kartono; Aris Arif Mundayat; Reza Dian Akbar; Ahmad Zuber; Theofilius Apolinaris Suryadinata
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1564

Abstract

This community service is carried out in collaboration with the Yayasan Lembaga Pendidikan Al Firdaus (YLPAF) in Solo City, which organizes inclusive education. YLPAF's inclusive schools include Children with Special Needs (CSN) and regular children in the learning process. ABK requires the presence of a Class Assistant Teacher (CAT) during learning activities, but during the covid-19 pandemic and the application of learning from home, CAT cannot assist directly, so parents carry out the role of the companion. Although face-to-face learning has been re-implemented, the role of a mentor for CSN is still needed when they study at home through an inclusive home approach. Training for regular teachers, class assistant teacher, and parents are carried out to increase knowledge and skills in learning assistance for inclusive homes. The inclusive home approach utilizes learning media in the form of interactive learning videos to help children with special needs learn activities and is added to a companion's presence. The result of the development of the inclusive house is a training module that will be used by the FATAHA Education and Training Center as training materials for YLPAF's own internal and external training participants.