Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hasil Belajar Matematika Siswa Sebelum dan Sesudah Diterapkan Model Pembelajaran Course Review Horay Andrean Sergio; Nani Husien
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6775

Abstract

Sejak terkonfirmasi pertama kali pada akhir Desember 2019 yang terus berlangsung hingga awal Januari 2022, pemerintah Indonesia terus berupaya menerapkan strategi pencegahan Covid-19 antara lain PPKM dan eksklusi sosial. Upaya penurunan angka COVID-19 terus dilakukan oleh pemerintah agar aktivitas sosial kembali berjalan dengan normal, termasuk dalam hal pendidikan. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan ketaatan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan menyebabkan angka penyebaran COVID-19 akhirnya menurun. Masyarakat mulai beraktivitas normal walau tetap menjalankan protokol Kesehatan, demikian pula siswa sudah mulai diizinkan ke sekolah untuk mengikuti proses kegiatan pembelajaran secara luring. Namun pada saat pelaksanaan sistem pembelajaran, terdapat sebagian besar siswa yang bingung dengan informasi yang diberikan. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan masa peralihan yang dialami oleh siswa yang sebelumnya melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring dan kini melaksanakannya secara luring membuat siswa harus beradaptasi kembali. Terlebih lagi, dengan penggunaan media pembelajaran oleh guru terlihat berulang-ulang dan membuat siswa merasa bosan sehingga memberikan dampak terhadap penurunan pencapaian akademik. Maka, model pembelajaran yang kreatif dan inovatif digunakan untuk meningkatkan kembali capaian akademik siswa melalui course review horay. Studi ini bertujuan untuk memastikan apakah terdapat perbedaan hasil belajar tipikal siswa pre- dan post- implementasi model pembelajaran course review horay. Uji-t dua sampel berpasangan adalah pendekatan yang diimplementasikan dalam studi ini. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara nilai rata-rata capaian belajar matematika siswa pre- dan post- penggunaan model pembelajaran course review horay dimana nilai rata-rata siswa lebih tinggi.
Karakteristik Sifat Fisik dan Anatomi Kayu Jati Jawa yang Tumbuh di Kalimantan Timur Nani Husien; Nur Rahma Hastuti; Agus Sulityo Budi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7932

Abstract

Dewasa ini banyak dilakukan eksploitasi tumbuhan endemik satu daerah ke daerah lain tanpa memperhatikan efek samping terhadap perubahan sifat tumbuhan tersebut. Salah satu tumbuhan yang dieksploitasi adalah Jati. Tanaman Jati di Indonesia yang dikenal berasal dari jawa banyak ditemukan, dibudidayakan dan dimanfaatkan di luar jawa seperti Kalimantan dan daerah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perubahan sifat tanaman Jati, khususnya yang meliputi sifat fisik dan sifat anatomi kayu jati yang berasal dari Jawa dan Jati yang ditanam di Kalimantan Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dan perubahan beberapa sifat kayu yaitu sifat fisika dan sifat anatomi kayu Jati yang ditanaman di Kalimantan Timur bila dibandingkan dengan jati yang berasal dari jawa, dan hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kayu jati yang ditanam di Kalimantan Timur kehilangan nilai dekoratifitas kayu dibandingkan jati asal Jawa, yang hal ini juga akan mempengaruhi nilai ekonomi kayu jati asal Kalimantan. Sifat lain yang berbeda yaitu kadar air jati asal jawa sedikit lebih rendah dibandingkan yang ditanam di Kalimantan (10,34% dan 10,48%), demikian pula rataan panjang serat jati asal jawa lebih pendek dibandingkan serat jati asal kalimantan (942,22µm dan 1025,75µm). Sebaliknya sifat pengembangan (2,57-7,09% dan 2,81-5,89%) dan penyusutan (2,46%-7,09% dan 2,70-5,53%) jati asal Jawa lebih besar dibandingkan jati asal Kalimantan, Namun nilai rataan kerapatan kayu yang berpengaruh terhadap kekuatan kayu hampir tidak mengalami perbedaan pada kedua kayu tersebut (0,65 g/cm3 dan 0,64 g/cm3).