Dodi Pasila Putra
UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Masalah Disiplin Belajar Siswa dari Keluarga Broken home di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pariaman Aisyah Afriani; Dodi Pasila Putra; Linda Yarni; Alfi Rahmi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6958

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini adalah layanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan oleh guru BK dalam mengatasi masalah disiplin belajar siswa yang berasal dari keluarga broken home. Masalah belajar yang dialami siswa tersebut seperti siswa terlambat memasuki kelas, siswa tidak mengumpulkan tugas, serta siswa yang tidak hadir tanpa keterangan. Tujuan yang ingin dicapai dalam hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling Dalam Mengatasi Masalah Disiplin Belajar Siswa Dari Keluarga Broken home Di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pariaman. Jenis penelitian yang penulis gunakan pada penelitian ini adalah penelitian lapangan bersifat deskriptif kualitatif. Informan kunci dalam penelitian ini adalah dua orang guru bimbingan dan konseling, sedangkan untuk informan pendukung adalah siswa yang berasal dari keluarga broken home yang mengalami masalah disiplin belajar yang berjumlah tiga belas orang siswa. Dalam mengumpulkan data-data yang dibutuhkan penulis melakukan wawancara dengan informan tersebut. Setelah data diperoleh kemudian data diolah dengan menggunakan analisis data deskriptif analitik dan dilakukan trigulasi data dengan membandingkan data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan data dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh guru BK ada 4 komponen layanan yaitu layanan dasar, layanan peminatan dan perencanaan individual, layanan responsif dan dukungan sistem. Pada layanan dasar guru BK menggunakan strategi layanan dengan bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok. Pada layanan peminatan dan perencanaan individual guru BK menggunakan strategi layanan dengan bimbingan klasikal, konseling individual, konseling kelompok, dan bimbingan kelompok. Pada layanan responsif guru BK menggunakan strategi layanan dengan konseling individual, konseling kelompok, dan konsultasi. Pada dukungan sistem disini guru BK mendapatkan dukungan dari pihak sekolah dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling ini hanya saja disini pihak sekolah tidak memiliki anggaran tersendiri untuk pelaksanaan layanan BK.
KERJASAMA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN ORANG TUA SISWA DALAM MENGATASI PERILAKU SEKS DI SMA TUNAS BANGSA DI KELAS XI DI KABUPATEN ROKAN HILIR Meri Syafitri; Dodi Pasila Putra
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.8088

Abstract

This study originated from problems frequently encountered by students in the school environment. At Tunas Bangsa High School, there are still students who have problems with their sexual behavior. For example, there are students who hold hands in the school environment, hug each other in the classroom during detention, touch sensitive parts of the body as a joke, and kiss the hands of the opposite sex. This study aims to: identify the forms of cooperation between guidance counselors and parents in addressing sexual behavior. Cooperation between guidance counselors and parents is important to establish a shared perception between the school, guidance counselors, and parents in addressing sexual behavior. This study aims to identify: 1. The forms of cooperation between guidance counselors and parents in addressing sexual behavior. 2. The obstacles in cooperation between guidance counselors and parents in addressing sexual behavior. 3. The efforts made by guidance counselors and parents to identify the obstacles that occur in cooperation between guidance counselors and parents in addressing sexual behavior. This study uses qualitative research methods, namely describing events that occur in the field. This study was conducted at Tunas Bangsa High School in Rokan Hilir Regency as a place to find symptoms or phenomena that will be studied. There are two informants in this study, namely the key informant, the guidance counselor at Tunas Bangsa High School, and supporting informants, namely students and parents. The data collection techniques used were observation and interviews. The data analysis technique in this study was to examine all data, reduce data, and display it. To ensure the validity of the data, this study used three triangulation techniques, namely source, method, and time. The most widely used triangulation technique was the source technique. The results of this study are: 1. The form of cooperation between the guidance counselor and parents in addressing sexual behavior is communication, namely formal and informal communication and parental involvement. 2. The obstacles that occur in the cooperation between the guidance counselor and parents in addressing sexual behavior. 3. Efforts made by the school to address sexual behavior in the collaboration between guidance counselors and parents in addressing sexual behavior: a. The school provides the best services to students. b. Guidance counselors align perceptions and values instilled by the school.