Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor dan Strategi Penanggulangan Pengangguran Terdidik di Provinsi Jambi Sisilia Nurteta
Khazanah Intelektual Vol. 5 No. 2 (2021): Khazanah Intelektual
Publisher : Balitbangda Provinsi Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37250/newkiki.v5i2.116

Abstract

Pengangguran merupakan masalah utama dalam perekonomian Provinsi Jambi. Pengangguran yang cenderung meningkat dan sulit untuk mengalami penurunan merupakan pengangguran yang persisten. Dampak dari kondisi ini tidak hanya terhadap perekonomian namun menimbulkan permasalahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengangguran terdidik serta memberikan sejumlah rekomendasi kebijakan tentang penanggulangan pengangguran terdidik di Provinsi Jambi. Metode penelitian yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian ini menggunakan pendekatan regresi data panel dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa selama periode analisis pengangguran terdidik di Provinsi Jambi secara umum bersifat persisten artinya memiliki kecenderungan untuk dapat kembali ke tingkat pengangguran alami hanya (mean reversion) walaupun dengan intensitas yang sangat lambat. Tingginya kelompok pengangguran berpendidikan tinggi mencerminkan adanya mismatch, hal ini disebabkan keterampilan tenaga kerja belum memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan industri. Faktor lain tingginya penyebab pengangguran terdidik karena tenaga kerja itu sendiri cenderung memilih pekerjaan karena memiliki bargaining position yang tinggi. Oleh karena itu dari hasil penelitian ini dapat direkomendasikan sebagai berikut paradigma angkatan kerja hendaknya digeser dari mencari pekerjaan kearah penciptaan lapangan kerja melalui penciptaan wirausaha baru dengan memanfaatkan sumber daya lokal unggulan yang ada di Provinsi Jambi, Membangun kerjasama yang solid antara stackholder terkait, baik pemerintah, dunia usaha/dunia industri dan perguruan tinggi melalui forum komunikasi ketenagakerjaan dalam upaya menekan pengangguran terdidik di Provinsi Jambi, memberikan kesempatan magang di dunia usaha dan dunia industri yang lebih aplikatif dan memfasilitasi kemudahan akses permodalan usaha melalui program kredit tanpa agunan dengan persyaratan administrasi yang mudah
PENGHITUNGAN NON SAMPLING ERROR Kajian Literatur menjelang Sensus Penduduk 2020 Sisilia Nurteta
Media Edukasi Data Ilmiah dan Analisis (MEDIAN) Vol 1 No 01 (2018): Media Edukasi Data Ilmiah dan Analisis (MEDIAN)
Publisher : Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64679/median.v1i01.8

Abstract

The population census is a very important source of demographic data. The population serves as both the subject and object of development. People are not only the capital of development but also its target. The goals of development are to build an Indonesia that is sovereign, advanced, just, and prosperous—an Indonesia with excellent human resources, a strong cultural identity, mastery of science and technology, equitable and inclusive development, a progressive and sustainable economy, and a democratic, strong, and clean state. The population census is one of the portraits of development achievements to date. It provides comprehensive, internationally standardized information on the size, composition, distribution, and characteristics of Indonesia’s population, along with the complexities of its changes, down to the smallest administrative level. Given the importance of the 2020 Population Census (SP2020), preparations were made well in advance. The implementation of the 2020 Population Census carried the vision of producing accurate data that could serve as a benchmark with comprehensive coverage. Producing accurate and comprehensive data means that every individual must be enumerated once, with no duplication, and at the correct place and time. Thus, the results can serve as a benchmark for demographic data, even down to the smallest area level. One crucial component in ensuring the quality of the population census data is addressing potential sources of both sampling and non-sampling errors. Sampling error arises because of sampling itself—i.e., the difference between estimates from a sample survey and the true parameter values that would have been obtained through a full enumeration. Non-sampling error, on the other hand, refers to errors not related to sampling, such as coverage errors, nonresponse errors, measurement errors, and processing errors (Groves, 1989). Identifying both sampling and non-sampling errors is therefore essential to reduce error sources and, in turn, improve data quality.