Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN PRAKTEK HIGIENE PEDAGANG DENGAN KEBERADAAN ESCHERICIA COLI PADA RUJAK YANG DI JUAL DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Setyorini, Endah
Unnes Journal of Public Health Vol 2 No 3 (2013): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.614 KB) | DOI: 10.15294/ujph.v2i3.3025

Abstract

Makanan merupakan kebutuhan dasar manusia untuk melanjutkan kehidupan. Makanan yang dikonsumsi beragam jenisnya dengan berbagai cara pengolahannya. Makanan tersebut sangat mungkin sekali terkontaminasi sehingga menyebabkan konsumen yang mengkonsumsinya jatuh sakit. Hal ini umumnya disebabkan para penjamah makanan belum atau kurang dalam menerapkan praktek higiene dengan baik dan benar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan praktek higiene pedagang dengan keberadaan Eschericia coli pada rujak yang di jual di sekitar kampus Universitas Negeri Semarang. Jenis penelitian ini Explanatory Research dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang rujak yang ada di sekitar kampus Universitas Negeri Semarang yang meliputi wilayah Sekaran dan Patemon. Sampel berjumlah 13 pedagang. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dan pemeriksaan laboratorium. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (Fisher). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara praktek higiene pedagang dengan keberadaan Eschericia coli pada rujak yang di jual di sekitar kampus Universitas Negeri Semarang dengan diperoleh p value (0,021). Bagi penjamah makanan terutama pedagang rujak diharapkan agar selalu memperhatikan dan meningkatkan praktek higiene perorangan dalam menangani makanan.  
PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG BIJI RAMBUTAN (NEPHELIUM LAPPECEUM L.) DAN JENIS LEMAK PADA SIFAT ORGANOLEPTIK “KUE SEMPRIT PUNGJITAN” SETYORINI, ENDAH
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kue semprit merupakan kue kering yang terbuat dari tepung terigu, telur, gula dan lemak. Tepung terigu pada kue semprit dapat diganti dengan tepung yang berasal dari limbah seperti tepung biji rambutan (pungjitan). Jenis lemak yang dapat digunakan adalah mentega dan margarin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh subtitusi pungjitan dan jenis lemak pada sifat fisik kue semprit; 2) pengaruh interaksi subtitusi pungjitan dan jenis lemak pada sifat organoleptik kue semprit; 3) zat gizi yang terkandung pada kue semprit pungjitan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yaitu dengan memodifikasi produk kue semprit dengan pungjitan dan penggunaan jenis lemak. Tepung terigu disubstitusi dengan pungjitan dalam tiga perlakuan yakni 20%, 40%, 60%. Pengumpulan data dengan uji organoleptik pada 30 panelis yang terdiri atas 15 panelis terlatih dan 15 panelis semi terlatih. Analisis data menggunakan Anava Ganda (Two Way Anava) dan uji lanjut Duncan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) subtitusi pungjitan dan jenis lemak berpengaruh terhadap bentuk, warna, aroma, rasa, kerenyahan dan tingkat kesukaan kue semprit, tetapi tidak berpengaruh terhadap keremahan kue semprit; 2) interaksi subtitusi pungjitan dan jenis lemak tidak berpengaruh terhadap bentuk, warna, aroma, rasa, kerenyahan, keremahan dan tingkat kesukaan kue semprit; 4) zat gizi yang terkandung pada kue semprit pungjitan meliputi kadar abu (1,82%), karohidrat (80,02%), protein (8,11%), lemak (6,98%), serat (2,65%), vitamin C (21,90 mg/100g), mineral (0,98mg/100g), dan tanin (1,10%). Penelitian ini menunjukkan pungjitan dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu pada pembuatan kue semprit.Kata kunci: Kue Semprit, Biji Rambutan, Jenis Lemak Abstract Semprit is cookies made from wheat flour, eggs, sugar and fat. Wheat flour in semprit can be substitute with flour derived from waste such as rambutan seed flour (pungjitan). Fat type that can be used is butter and margarine. The objectives of this study were to know: 1) the effect of pungjitan substitution and fat type on the physical properties of semprit; 2) the effect of pungjitan substitution and fat type interaction on organoleptic properties of semprit; 3) the nutritional content of pungjitan semprit. The type of this research is experimental research, by modifying semprit cookies products with pungjitan and fat types. Wheat flour was substituted with pungjitan in three treatments namely 20%, 40%, 60. Data was collected with organoleptic test on 30 panels derived from 10 trained and 20 semi trained panels The research used Two Way ANAVA Analysis and Duncans advanced test.The results showed that: 1) the substitution of pungjitan and the type of fat has a significant effect on the shape, color, aroma, taste, crispness and preference level of the semprit cookies, but not affected the semprit cookies?s crumbs; 2)the interaction of substitution of pungjitan and type of fat did not affect the shape, color, aroma, taste, crispness, weakness and preference level of the semprit cookies. 3) nutritional content of semprit cookies include ash (1.82%), carohydrate (80.02%), protein (8.11%), fat (6.98%), fiber (2.65%), vitamin C (21.90 mg / 100g), minerals (0.98mg / 100g), and tannins (1.10%). This study indicates that pungjitan can be used as wheat flour substitution on semprit cookies manufacture. Keywords: semprit cookies, Rambutan seeds, Fat types
Adopsi media sosial oleh pemerintah: studi kasus akun TikTok kementerian keuangan Setyorini, Endah
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of social media as a communication medium for organisations, including by government agencies, is a practice that is considered more efficient than traditional media. One of the social media that has been widely used in the last two years is TikTok. This article describes the process of adopting TikTok as a new communication medium for the government and its management strategy. The study focused on the @kemenkeuri account owned by the Ministry of Finance, which is one of the best government institutions in the field of Government Public Relations (GPR) in Indonesia. Data were obtained through interviews with @kemenkeuri’s administrators and through observations on the TikTok@kemenkeuri account page. The results of the study indicate that the adoption of TikTok by the Ministry of Finance is currently still in its second stage, which according to the Mergel & Bretschneider (2013) model is referred to as the “Order from Chaos” stage.