Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Keterampilan Merangkai Bunga Artifisial melalui Model Direct Instruction bagi Peserta Didik Tunagrahita Kategori Ringan (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas IX SLB Bina Bangsa Padang) Nadia Safira; Irdamurni Irdamurni
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7399

Abstract

Kajian ini membahas tentang upaya dalam meningkatkan keterampilan merangkai bunga artifisial bagi peserta didik tunagrahita kategori ringan melalui model direct instruction. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian tindakan kelas. Tempat penelitian dilaksanakan yaitu pada kelas IX di Sekolah Luar Biasa Bina Bangsa. Masalah yang mendasar dilaksanakan penelitian ini ialah adanya penurunan nilai pada peserta didik terhadap mata pelajaran keterampilan vokasional merangkai bunga artifisial, sehingga nilai berada di bawah rata-rata KKM yaitu 60. Peserta didik kurang terampil dalam merangkai dan menghias bunga tersebut. Penelitian tindakan kelas mempunyai dua siklus, menunjukkan bahwa nilai B 72% pada siklus I dan 80% pada siklus II. Peserta didik D mendapat nilai 75% pada siklus I dan 81% di siklus II. Sesuai data yang diperoleh, kesimpulan dari keterampilan merangkai bunga artifisial mengalami peningkatan yang signifikan melalui model direct instruction.
Atik Tolak Bala Sebagai Tradisi Budaya Dan Syiar Kegamaan Masyarakat Minangkabau Malta Nelisa; Nadia Safira; Nofridahlia Bunga Sari; Elfia Yurisma; Chindy Venesia; Fitri Mulya
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Atik Tolak Bala dengan pawai 1000 obor yang dilaksanakan pada malam 1 Muharram 1447 H di Kampung Tanjung Koto Mambang merupakan bentuk integrasi antara nilai kebudayaan lokal Minangkabau dan praktik keagamaan Islam. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai peringatan Tahun Baru Hijriah, tetapi juga sebagai ritual doa bersama yang bertujuan memohon perlindungan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan melibatkan prosesi adat, pembacaan doa tolak bala, zikir bersama, serta lantunan shalawat yang mencerminkan kekuatan spiritual dan kohesi sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asal-usul dan makna simbolik tradisi Atik Tolak Bala, makna obor sebagai simbol spiritual dan kultural, peran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam pelestarian nilai budaya dan keagamaan, serta dampak tradisi terhadap kesadaran religius dan penguatan identitas lokal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, penyebaran kuesioner kepada pemuda setempat, serta dokumentasi foto dan video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini mampu memperkuat identitas budaya lokal, meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan, serta menjadi media yang efektif dalam penanaman nilai moral, sosial, dan spiritual di tengah masyarakat