Agustaria Ginting
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth, Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Caring Behavior Perawat Dengan Kemandirian Lansia di UPT Pelayanan Sosial Binjai Elfrida Avila Ribka S; Agustaria Ginting; Mestiana Br Karo
Jurnal Promotif Preventif Vol 5 No 1 (2022): Agustus 2022: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v5i1.505

Abstract

Lansia mengalami proses degeneratif sehingga mempengaruhi kemampuan lansia, disamping itu masalah psikososial dan spiritual lansia mengakibatkan perlu perhatian dan dukungan perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara caring behavior perawat dengan kemandirian lansia di UPT Pelayanan Sosial Binjai Tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan cross sectional, peneliti menggunakan checklist dan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan mayoritas perawat tidak caring sebanyak 42 orang (84%) dan caring sebanyak 8 orang (16%). Kemandirian lansia diperoleh mayoritas sebanyak 38 orang (76%) dan ketergantungan sebagian. Hasil uji chi- square menunjukan nilai p =0,661 (p>0,05) disimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara caring behavior perawat dengan kemandiriam lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Tahun 2021. Dapat disimpulkan bahwa mayoritas pasien di UPT tersebut masih mampu beraktivitas secara mandiri, sehingga lansia tidak merasakan caring behavior perawat. Disamping itu, keterbatasan jumlah perawat yang tidak memungkinkan perawat mengunjungi lansia di wisma masing - masing.
Karakteristik Diabetes Melitus Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2019-2023 Friska Sembiring; Agustaria Ginting; Dewi Safitri Berutu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7203

Abstract

Diabetes Melitus Tipe II merupakan penyakit gangguan metabolik menahun yang menjadi salah satu prioritas masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Indonesia menempati urutan ke-7 dunia dengan 8,5 juta penderita diabetes melitus, dengan prevalensi nasional mencapai 1,1% dan DM Tipe 2 menyumbang 85-95% dari total kasus. Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan, data menunjukkan sebanyak 1.031 penderita diabetes melitus tercatat selama periode 2019-2023, mengindikasikan beban kesehatan yang signifikan. Diabetes melitus dapat menimbulkan komplikasi serius seperti ulkus diabetikum dengan insiden 2% per tahun dan risiko amputasi yang mencapai satu juta kasus per tahun secara global. Pemahaman karakteristik penderita menjadi penting untuk mengembangkan strategi pencegahan dan penanganan yang efektif serta tepat sasaran di wilayah Medan dan Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik penderita diabetes melitus di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2019-2023 berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan untuk memberikan informasi penting bagi pengembangan strategi pencegahan dan penanganan diabetes melitus yang lebih komprehensif. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan case series. Populasi penelitian adalah seluruh pasien diabetes melitus yang dirawat tahun 2019-2023 berjumlah 1.031 orang. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% sehingga diperoleh 91 responden yang dipilih secara proporsional. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi rekam medis pasien. Data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase dari masing-masing variabel karakteristik. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas penderita berada pada kelompok usia manula (>65 tahun) sebesar 35,2%, diikuti lansia akhir (56-65 tahun) 34,1%. Perempuan mendominasi dengan persentase 54,9%, tingkat pendidikan terbanyak SMA 40,7%, dan pekerjaan terbanyak wirausaha dan IRT masing-masing 31,9%. Distribusi menunjukkan diabetes melitus erat kaitannya dengan proses penuaan, faktor hormonal, pola makan, dan aktivitas fisik yang kurang. Kesimpulan penelitian menyimpulkan bahwa karakteristik penderita diabetes melitus di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan didominasi lansia perempuan dengan pendidikan SMA dan pekerjaan ibu rumah tangga, sehingga program pencegahan dan edukasi kesehatan perlu difokuskan pada kelompok demografi ini.
Karakteristik Diabetes Melitus Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2019-2023 Friska Sembiring; Agustaria Ginting; Dewi Safitri Berutu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7204

Abstract

Diabetes Melitus Tipe II merupakan penyakit gangguan metabolik menahun yang menjadi salah satu prioritas masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Indonesia menempati urutan ke-7 dunia dengan 8,5 juta penderita diabetes melitus, dengan prevalensi nasional mencapai 1,1% dan DM Tipe 2 menyumbang 85-95% dari total kasus. Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan, data menunjukkan sebanyak 1.031 penderita diabetes melitus tercatat selama periode 2019-2023, mengindikasikan beban kesehatan yang signifikan. Diabetes melitus dapat menimbulkan komplikasi serius seperti ulkus diabetikum dengan insiden 2% per tahun dan risiko amputasi yang mencapai satu juta kasus per tahun secara global. Pemahaman karakteristik penderita menjadi penting untuk mengembangkan strategi pencegahan dan penanganan yang efektif serta tepat sasaran di wilayah Medan dan Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik penderita diabetes melitus di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2019-2023 berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan untuk memberikan informasi penting bagi pengembangan strategi pencegahan dan penanganan diabetes melitus yang lebih komprehensif. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan case series. Populasi penelitian adalah seluruh pasien diabetes melitus yang dirawat tahun 2019-2023 berjumlah 1.031 orang. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% sehingga diperoleh 91 responden yang dipilih secara proporsional. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi rekam medis pasien. Data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase dari masing-masing variabel karakteristik. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas penderita berada pada kelompok usia manula (>65 tahun) sebesar 35,2%, diikuti lansia akhir (56-65 tahun) 34,1%. Perempuan mendominasi dengan persentase 54,9%, tingkat pendidikan terbanyak SMA 40,7%, dan pekerjaan terbanyak wirausaha dan IRT masing-masing 31,9%. Distribusi menunjukkan diabetes melitus erat kaitannya dengan proses penuaan, faktor hormonal, pola makan, dan aktivitas fisik yang kurang. Kesimpulan penelitian menyimpulkan bahwa karakteristik penderita diabetes melitus di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan didominasi lansia perempuan dengan pendidikan SMA dan pekerjaan ibu rumah tangga, sehingga program pencegahan dan edukasi kesehatan perlu difokuskan pada kelompok demografi ini.