Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Akses Petani terhadap Teknologi, Pasar, dan Modal dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di Desa Nambo Lempek Kabupaten Banggai Moh. Andika Lawasi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7685

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dinamika akses masyarakat petani dalam mengelola Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Desa Nambo Lempek, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, di mana pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Validasi data menggunakan teknik triangulasi, serta dianalisis dengan 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap teknologi masih rendah, terutama pada aspek pengetahuan teknis penanaman sistem agroforestri dan juga terkendala pada akses jalan yang buruk. Akses pasar juga terbatas karena hasil kelola lahan HKm tidak cukup produktif dan variatif untuk menopang permintaan pasar. Sementara akses modal pun juga cenderung lemah di mana masyarakat kesulitan untuk berinvestasi pada usaha-usaha produktif yang mereka harapkan karena ketiadaan modal. Kelemahan yang terjadi secara merata pada 3 jalur akses ini kemudian berdampak pada tidak tercapainya agenda pemberdayaan melalui program HKm tersebut sehingga pemerintah dan stakeholder terkait perlu mengevaluasinya secara komprehensif.
MENGKONSTRUKSI AKSES, PENDAMPINGAN, DAN INOVASI SEBAGAI FORMULA KEBIJAKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM PERHUTANAN SOSIAL Moh. Andika Lawasi
JIANA ( Jurnal Ilmu Administrasi Negara ) Vol 20, No 3 (2022): JIANA: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46730/jiana.v20i3.8061

Abstract

Tujuan mendasar kebijakan Perhutanan Sosial (PS) adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani hutan melalui pengelolaan kawasan hutan secara partisipatif.  Dengan target alokasi lahan seluas 12.7 Ha, program ini pun diharapkan dapat lebih berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani hutan yang umumnya hidup di bawah garis kemiskinan. Namun dalam perjalanannya, program ini dilaporkan belum banyak memberi arti yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat petani hutan, kecuali hanya sedikit saja kasus yang terbukti berhasil mencapai target tersebut. Untuk memahami bagaimana beberapa kasus perhutanan sosial tersebut mampu berhasil sehingga dapat dijadikan teladan untuk  perbaikan pelaksanaannya di masa depan, peneliti telah mengkaji secara mendalam terhadap berbagai artikel dan laporan ilmiah yang memuat sejarah perjalanan program tersebut dengan menggunakan metode penelitian desk study. Hasil pengkajian ini mengungkap bahwa sedikitnya ada 3 pola yang diduga merupakan kunci utama keberhasilannya, yaitu akses yang komprehensif, pendampingan kelembagaan yang memadai, dan prakarsa  inovasi usaha.  Akses, pendampingan, dan inovasi dengan demikian perlu dipertimbangkan sebagai formula kebijakan pemberdayaan masyarakat dalam konteks perhutanan sosial sehingga pelaksanaan program tersebut benar-benar mampu berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat petani hutan.