Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dinamika akses masyarakat petani dalam mengelola Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Desa Nambo Lempek, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, di mana pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Validasi data menggunakan teknik triangulasi, serta dianalisis dengan 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap teknologi masih rendah, terutama pada aspek pengetahuan teknis penanaman sistem agroforestri dan juga terkendala pada akses jalan yang buruk. Akses pasar juga terbatas karena hasil kelola lahan HKm tidak cukup produktif dan variatif untuk menopang permintaan pasar. Sementara akses modal pun juga cenderung lemah di mana masyarakat kesulitan untuk berinvestasi pada usaha-usaha produktif yang mereka harapkan karena ketiadaan modal. Kelemahan yang terjadi secara merata pada 3 jalur akses ini kemudian berdampak pada tidak tercapainya agenda pemberdayaan melalui program HKm tersebut sehingga pemerintah dan stakeholder terkait perlu mengevaluasinya secara komprehensif.
Copyrights © 2022