Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kendala Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi pada Masa Pandemi Covid-19 Ossy Firstanti Wardany; Heni Herlina
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i6.3821

Abstract

Perubahan situasi dalam masa pandemi Covid-19 menimbulkan sejumlah tantangan bagi guru, termasuk perubahan dari pembelajaran daring menjadi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kendala-kendala yang dialami guru dalam memberikan pendidikan  bagi ABK di sekolah inklusi jenjang SD dan SMP di masa PTM Terbatas pada Tahun Ajaran 2021/2022. Penelitian menggunakan metode survei dengan Google Form yang disebarkan melalui media sosial. Instrumen penelitian merupakan kuisioner yang terdiri dari pertanyaan mengenai latar belakang dan keadaan kelas responden, serta 30 pernyataan terkait kendala yang diukur dengan skala rating. Terdapat 130 responden guru yang mengisi kuisioner ini. Hasil penelitian menunjukkan  77% mengalami kendala membangun iklim kelas inklusif, 76% terkendala dalam evaluasi belajar,  65% terkendala pelaksanaan asesmen, perencanaan dan implementasi pembelajaran, 64% terkendala dalam berkolaborasi dengan orang tua dan guru lain, dan 54% terkendala menerapkan pola hidup bersih dan protokol kesehatan. Kendati menemui kendala, 90% responden mengaku teknologi komunikasi dan informasi membantu mereka dan 62% mengaku tetap bersemangat mengajar di situasi PTM-Terbatas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan PTM-T menimbulkan sejumlah kendala bagi guru di sekolah inklusi dalam memberikan layanan bagi ABK. Guru diharapkan adaptif, fleksibel, bermotivasi tinggi, serta kreatif dan inovatif dalam memberikan layanan pendidikan inklusi
The Effectiveness of PECS in Improving Expressive Communication Skills among Second-Grade Students with Autism in Special Schools Rustika Rustika; Heni Herlina; Annisa Purwanggi
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 7 No. 1 (2026): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v7i1.1341

Abstract

Children with autism spectrum disorder often experience difficulties in expressive communication, which affect their ability to convey needs, initiate interactions, and express emotions, thereby impacting learning processes and social participation in school. One widely used approach is the Picture Exchange Communication System (PECS), a visual-based communication method that enables children to convey messages functionally through picture exchange. This study aims to examine the effectiveness of PECS in improving expressive communication skills among second-grade students with autism at SLBN Sidomulyo. A quantitative approach with a Single Subject Research (SSR) design using an A–B–A pattern was employed. Data were collected through structured observation and analyzed using visual analysis within and across conditions. The results show an increase in expressive communication skills from 20% in the initial baseline phase to 50% during intervention, and 80% in the follow-up baseline phase. The absence of significant data overlap indicates consistent behavioral change after the intervention. These findings confirm that PECS is effective and produces sustained improvements.