Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Mengembangkan Budaya Jawa Terhadap Kebiasaan Masyarakat Desa Wisata Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah Almas Nabili Imanina; Desika Nur Jannah; Bram Arvianto; Inggrit Susitaningrum; Devira Aprillia Hartanu
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 23 No 1 (2024): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jpar.v23i1.1312

Abstract

One of the areas that still try to preserves Central Javanese culture is Jungsemi Tourism Village, Kangkung District, Kendal Regency, Central Java. Various kinds of culture are still preserved in the village, one of which is the Merdi Deso tradition. This is done by the community to preserve regional arts, culture and local wisdom inherited from the ancestors of the Indonesian people. This research was conducted using descriptive qualitative methods and through observations and interviews and concepts from Ife (2014) regarding components of cultural development for data collection with the aim of finding out what cultures can be developed. Based on research results, the Jungsemi tourist village does not yet have its own local specialties, traditional dances and traditional clothing and still relies on Indah Kemangi Beach to become a leading tourist attraction, but the Jungsemi Tourism Village does not close itself off from continuing to learn and develop in order to maintain tourism to improve local economy income.
Peningkatan Kualitas Pelayanan Pengelola Penginapan di Tahura KGPAA Mangkunagoro I Herman NK Paninggiran; Agnesia Putri K; Bram Arvianto; Dinar Anggit Wicaksana
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v6i1.4139

Abstract

KGPAA Mangkunagoro I Grand Forest Park (Tahura) is a popular nature-based tourist destination, especially during major events. However, the limited capacity of its two official lodgings often fails to accommodate all visitors. As an alternative, tourists are directed to stay in nearby residents' homes through a guest house or homestay concept. To improve the quality of services and lodging management, a training program was conducted for staff and homestay owners. This training aimed to enhance participants' skills in customer service, effective communication, and professional complaint handling. A total of 15 participants, consisting of accommodation staff and homestay owners, took part in the program. The training employed a combination of theoretical sessions, interactive discussions, real-life simulations, and hands-on practice at the lodging sites. Evaluation results showed a significant improvement in participants’ competencies, reflected in a post-test questionnaire score of 97%. It is expected that this training will contribute to raising the standard of hospitality services in the Tahura area and ultimately increase the number of visitors to the region.
PENINGKATAN TABLE MANNER BAGI PESERTA DIDIK TATA BOGA SMK NU 01 KENDAL PADA MASA PANDEMI COVID19 Desika Nur Jannah; Bram Arvianto; Herman Novry Kristiansen
TEMATIK Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v2i2.4712

Abstract

Pelatihan Table Manner ini merupakan bagian dari tata cara makan, yang melingkupi cara duduk, cara menggunakan peralatan makan dan etika yang diterapkan ketika makan. Table manner biasanya digunakan ketika acara jamuan makan khusus, baik itu dari kolega bisnis, kepemerintahan ataupun kerajaan. Peserta didik SMK NU 01 Kendal merupakan Peserta didik jurusan Tata Boga. Peserta didik tata boga perlu sekali pendalaman materi tentang pelayanan makanan dan minuman, sehingga dibutuhkan adanya suatu pelatihan table manner. Pada saat pandemi covid19 ini masih banyak SMK (Peserta didik pariwisata) yang belum mengadakan table manner, mereka masih belajar teori secara daring. Pelatihan ini akan mengajarkan pada Peserta didik untuk memberikan ilmu pengetahuan dan praktek tentang tata cara makan akan paham tentang bagaimana aturan standar bentuk visualisasi meja makan yang elegan yang meliputi peletakkan bermacam-macam alat makan dan minum, hingga penggunaan serbet penyeka mulut. Pelatihan model ceramah dan praktik langsung   mempunyai tujuan dari pengabdian ini adalah Peserta didik bisa memanfaatkan alat hidang sesuai fungsinya, sehingga memudahkan Peserta didik berlatih dan bisa mengetahui kemajuan table manner yang dijalankan. Setelah melaksanakan kegiatan pengabdian Peningkatan Table Manner Bagi Peserta Didik Tata Boga SMK NU 01 Kendal Pada Masa Covid19 diperoleh beberapa hasil, yaitu : peserta berhasil memahami cara penggunaan alat Table Manner yang benar, peserta dapat memahami etika tata cara makan, dan peserta mampu mempraktekkan table manner dengan mematuhi protokol kesehatan dengan baik.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KARAKTERISTIK FOODIES TOURIST SEBAGAI SEGMENTASI PASAR WISATA KULINER BAGI MASYARAKAT DESA WISATA LEREP KABUPATEN SEMARANG Desika Nur Jannah; Bram Arvianto
TEMATIK Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v2i2.4784

Abstract

Foodies Tourist merupakan pecinta kuliner. Pelatihan dalam memahami suatu karakteristik wisatawan merupakan bagian yang sangat penting dalam meningkatkan minat kunjungan dan mengidentifikasi daftar minat khusus wisata berbasis kuliner, yang melingkupi jenis makanan lokal, olahan makanan lokal, daya tarik makanan lokal dan nilai sejarah makanan lokal tersebut. Pelatihan ini untuk menunjang proses pengenalan antara masyarakat dan wisatawan lebih intens dalam memaknai kegiatan kuliner sebagai wadah bertukar informasi dan mendeklarasikan hasil olahan makanan tersebut sebagai budaya khas yang harus dilestarikan. Diharapkan dengan pelatihan ini masyarakat Desa Wisata Lerep bisa lebih memahami kebutuhan khusus informasi nilai sumber daya makanan dan tata cara pengolahan makanan kepada wisatawan penikmat kuliner (foodies tourist). Pelatihan model ceramah dan praktik langsung mempunyai tujuan dari pengabdian ini adalah Masyarakat Desa Wisata Lerep mendapatkan wawasan tentang layanan pecinta makanan wisatawan (Foodies Tourist). Wisatawan yang termotivasi pada kegiatan wisata kuliner dikenal dengan sebutan Foodies Tourist dalam berbagai aspek baik itu dari destinasi wisata, pencarian makanan khas dan hasil olahan menu lokal. Masyarakat Desa Wisata Lerep yang tergabung dalam organisasi pokdarwis Desa Lerep merupakan Peserta pelatihan pemahaman karakteristik Foodies Tourist. Masyarakat Desa Lerep sangat perlu dalam mendalami materi tentang pelayanan kepada wisatawan yang berfokus pada pengalaman menikmati kuliner lokal. Pelatihan ini akan mengajarkan pada masayarakat untuk memberikan pelayanan prima dan praktek tentang tata cara penyajian makanan lokal yang memiliki daya tarik   makanan sebagai bentuk visualisasi cita rasa yang elegan. Setelah melaksanakan kegiatan pengabdian Peningkatan Pemahaman Karakteristik Foodies Tourist Sebagai Segmentasi Pasar Wisata Kuliner Bagi Masyarakat Desa Wisata Lerep ini adalah   memahami memanfaat kemampuan mengolah hasil sumber daya dan kreasi bentuk makanan lokal sesuai krakteristik Foodies Tourist, sehingga memudahkan masyarakat dalam membuat pemetaan destinasi kuliner lokal yang sarat akan pengalaman berharga dan bernilai pada kegiatan perjalanan wisata.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KARAKTERISTIK FOODIES TOURIST SEBAGAI SEGMENTASI PASAR WISATA KULINER BAGI MASYARAKAT DESA WISATA LEREP KABUPATEN SEMARANG Desika Nur Jannah; Bram Arvianto
TEMATIK Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v3i1.5667

Abstract

Foodies Tourist merupakan pecinta kuliner. Pelatihan dalam memahami suatu karakteristik wisatawan merupakan bagian yang sangat penting dalam meningkatkan minat kunjungan dan mengidentifikasi daftar minat khusus wisata berbasis kuliner, yang melingkupi jenis makanan lokal, olahan makanan lokal, daya tarik makanan lokal dan nilai sejarah makanan lokal tersebut. Pelatihan ini untuk menunjang proses pengenalan antara masyarakat dan wisatawan lebih intens dalam memaknai kegiatan kuliner sebagai wadah bertukar informasi dan mendeklarasikan hasil olahan makanan tersebut sebagai budaya khas yang harus dilestarikan. Diharapkan dengan pelatihan ini masyarakat Desa Wisata Lerep bisa lebih memahami kebutuhan khusus informasi nilai sumber daya makanan dan tata cara pengolahan makanan kepada wisatawan penikmat kuliner (foodies tourist). Pelatihan model ceramah dan praktik langsung mempunyai tujuan dari pengabdian ini adalah Masyarakat Desa Wisata Lerep mendapatkan wawasan tentang layanan pecinta makanan wisatawan (Foodies Tourist). Wisatawan yang termotivasi pada kegiatan wisata kuliner dikenal dengan sebutan Foodies Tourist dalam berbagai aspek baik itu dari destinasi wisata, pencarian makanan khas dan hasil olahan menu lokal. Masyarakat Desa Wisata Lerep yang tergabung dalam organisasi pokdarwis Desa Lerep merupakan Peserta pelatihan pemahaman karakteristik Foodies Tourist. Masyarakat Desa Lerep sangat perlu dalam mendalami materi tentang pelayanan kepada wisatawan yang berfokus pada pengalaman menikmati kuliner lokal. Pelatihan ini akan mengajarkan pada masayarakat untuk memberikan pelayanan prima dan praktek tentang tata cara penyajian makanan lokal yang memiliki daya tarik   makanan sebagai bentuk visualisasi cita rasa yang elegan. Setelah melaksanakan kegiatan pengabdian Peningkatan Pemahaman Karakteristik Foodies Tourist Sebagai Segmentasi Pasar Wisata Kuliner Bagi Masyarakat Desa Wisata Lerep ini adalah   memahami memanfaat kemampuan mengolah hasil sumber daya dan kreasi bentuk makanan lokal sesuai krakteristik Foodies Tourist, sehingga memudahkan masyarakat dalam membuat pemetaan destinasi kuliner lokal yang sarat akan pengalaman berharga dan bernilai pada kegiatan perjalanan wisata.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN KEPEMANDUWISATAAN DI DESA WISATA JUNGSEMI, KABUPATEN KENDAL Almas Nabili Imanina; Desika Nur Jannah; Bram Arvianto
Jurnal DIMASTIK Vol. 2 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/dimastik.v2i2.8938

Abstract

Pengembangan desa menjadi area wisata memerlukan manajemen yang terarah dan terintegrasi. Desa Jungsemi merupakan salah satu desa di kabupaten Kendal yang miliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata dikarenakan memiliki atraksi yang beragam. Permasalahan yang dihadapi oleh Desa Jungsemi adalah belum adanya aturan yang cukup jelas mengenai pengelolaan desa wisata. Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan di Desa Jungsemi sesuai dengan topik permasalahan yang dihadapi oleh Desa Jungsemi yaitu perlunya pelatihan dasar mengenai kepemanduwisataan untuk masyarakatnya. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengarahan terkait pengembangan Desa Jungsemi menjadi desa wisata yang memiliki SDM lokal yang memadai dan mampu memberikan kesan baik dibenak wisatawan.
PENINGKATAN PEMAHAMAN HYGIENE DAN SANITASI SISWA SISWI KONSENTRASI KEAHLIAN KULINER SMK NEGERI 6 SEMARANG Desika Nur Jannah; Muhammad Satrio Wibowo; Bram Arvianto
Jurnal DIMASTIK Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/dimastik.v3i1.10822

Abstract

Sekolah adalah tempat berkumpulnya banyak siswa yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk belajar dan berinteraksi. Dalam konteks ini, kesehatan lingkungan sekolah menjadi salah satu prioritas utama yang harus dijaga. Penerapan hygiene dan sanitasi yang baik sangat penting untuk mencegah penularan penyakit dan menjaga kebersihan lingkungan belajar. Ketidakcukupan hygiene dan sanitasi dapat berdampak buruk pada kesehatan siswa, guru, dan anggota lainnya di sekolah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan pengelolaan sanitasi dan hygiene kepada para siswa SMK Negeri 6 Semarang. Dengan diadakannya kegiatan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan pengelolaan sanitasi dan hygine. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah sosialisi dan pelatihan dapat meningkatkan pemahaman tentang sanitasi dan hygine siswa dalam konsentrasi keahlian kuliner di SMK Negeri 6 Semarang.