Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Lembaga Pendidikan Islam Dalam Menjawab Tantangan Pendidikan Kontemporer M. Nur Lukman Irawan; Ahmad Yasir; Anita Anita; Shohib Hasan
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8887

Abstract

Every person has the right to an education, and that education should be designed to help them realize their full potential as a human being. This study employs a literature research strategy to investigate the issue of Islamic education, which is plagued by a wide range of national problems that disproportionately affect today's youth. These include, but are not limited to, multidimensional crises and contemporary education issues; shifts in emphasis away from teachers and toward students; curriculum problems; and teacher and educational staff turnover and low overall quality. Education policy has been moving in this direction by: (1) allowing schools more autonomy in setting their own rules in light of their unique contexts, Community empowerment to play an active role in providing support and supervision in the world of education; (2) decentralization of education allowing freedom to determine policies based on conditions of Islamic educational institutions; (3) responsible education governed by transparency; (4) relevance of education to the needs and conditions of society; and (5) decentralization of education allowing freedom to determine policies based on conditions of Islamic educational institutions. Substantive, bottom-up, deregulatory, and collaborative approaches are among the options presented.
KEBIJAKAN SISTEM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA ZAMAN PRA KEMERDEKAAN MASA KOLONIAL BELANDA DAN JEPANG Mustaqim Hasan; Shohib Hasan; Anita Anita; Ahmad Yasir; Basirun Basirun
Al Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Islam An Nur Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57146/alwildan.v1i3.711

Abstract

Perjalanan bangsa Indonesia sepanjang sejarah tidak dapat dipisahkan dari peran yang dimainkan umat Islam, khususnya dalam perjuangan membersihkan tanah penjajah dan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka. Melalui media pendidikan, otoritas Islam membangun pendidikan Islam untuk membentengi dasar-dasar agama dan membekali penduduk dengan perangkat yang diperlukan untuk melawan sistem pendidikan yang diperkenalkan oleh penjajah Belanda ke wilayah tersebut. Sistem pendidikan yang dibawa dari Belanda ini merupakan satu-satunya sistem pendidikan formal selain sistem pendidikan Islam yang memiliki struktur dan manajemen tersendiri yang berbeda dari sistem tersebut. Meskipun aturan yang diberlakukan oleh pemerintah Belanda terhadap operasional madrasah dan pesantren di Indonesia begitu ketat dan menghukum, pendidikan Islam di Indonesia tidak dibuat tidak efektif dan tidak berantakan akibatnya. Di sisi lain, semangat keislaman berhasil dipertahankan karena para ulama dan kiai tidak bekerjasama dengan Belanda dan merantau jauh dari lokasi-lokasi yang dekat dengan Belanda. Hal ini memungkinkan ruh Islam terpelihara dengan baik. Sistem pendidikan Islam mengalami masa sulit selama periode waktu yang sama dengan pendirian pendidikan Jepang. Dalam kasus ketika pemerintah Jepang mengamanatkan bahwa instruktur belajar bahasa Jepang dan bersikeras untuk menghormati Tenno (Kaisar). Terbukti bahwa pendidikan Islam dapat terus eksis sejalan dengan prinsip-prinsip Islam, terlepas dari pengaruh kekuatan apapun yang kini berkuasa, berkat kekuatan cita-cita yang dijunjung tinggi oleh para tokoh pendidikan Islam.
Peran Kepala Sekolah Dalam Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah Untuk Program Adiwiyata Ami Latifah; Shohib Hasan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4344

Abstract

Manajemen partisipasi masyarakat merupakan tiga pilar Manajemen Berbasis Sekolah. Transparansi dan akuntabilitas kepala sekolah sangat penting bagi administrasi sekolah dan pengelolaan lingkungan (Adiwiyata). Administrasi berbasis sekolah model adiwiyata memiliki tujuan dan sasaran yang sama, sehingga orang tua harus bekerja sama. Manajemen berbasis sekolah adiwiyata mencerminkan tujuan dan keyakinan bersama, oleh karena itu keterlibatan orang tua sangat penting. Penelitian kualitatif ini mendeskripsikan wawancara, observasi, dan sumber primer dan sekunder lainnya. Eksplorasi data kolaboratif, distilasi, penulisan laporan, dan inferensi. Hasil Menunjukkan (1) Dalam menyusun rencana kerja adiwiyata, melibatkan guru, orang tua, dan komite; (2) menetapkan visi, misi, tujuan, dan sasaran; dan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Lingkungan Hidup. (3) Pendidik didorong untuk menunjukkan perilaku sadar lingkungan bagi anak-anaknya dengan memperkenalkan tema adiwiyata (sekolah hijau) ke dalam kegiatan dan materi kelas.
Konstruksi Model Tata Kelola Kolaboratif Pendidikan Islam Berbasis Pesantren dalam Pengembangan Masyarakat Pedesaan Anita Anita; Shohib Hasan; Poniah Poniah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of Islamic education in rural communities requires a governance model capable of integrating educational institutions, pesantren, local communities, and village government within a sustainable collaborative framework. This study aims to construct a collaborative governance model of pesantren-based Islamic education in rural community development. The research employed a qualitative approach using grounded theory and was conducted in Sidoharjo Village, Jati Agung District, South Lampung Regency. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, documentation, and focus group discussions involving pesantren leaders, school principals, village government officials, religious leaders, community leaders, alumni, and parents. Data analysis was carried out through open coding, axial coding, and selective coding to generate a conceptual model grounded in empirical findings. The findings reveal that the development of Islamic education in Sidoharjo Village is supported by a collaborative relationship among pesantren, formal educational institutions, local communities, village government, and alumni. This collaboration is strengthened by pesantren values, social trust, community participation, religious commitment, and institutional support, which collectively contribute to the enhancement of educational awareness, religious consciousness, social participation, and community development. The study further identifies a collaborative governance model consisting of four interconnected dimensions: pesantren values, stakeholder collaboration, educational empowerment, and rural community transformation. The model demonstrates that sustainable Islamic education development can be achieved through collective engagement and shared responsibility among stakeholders. Consequently, the proposed model contributes to the advancement of Islamic Educational Management by providing a conceptual and practical framework for strengthening pesantren-based educational governance in rural communities.