Muhammad Eka Prasetia
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Penyebab Ketidakdisiplinan Siswa Dalam Kehadiran di SMA Negeri 1 Alalak Hikmatul Syifa; Farial Farial; Muhammad Eka Prasetia
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9150

Abstract

Guru bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 Alalak bahwa banyaknya kasus pelanggaran pada peraturan sekolah yang dilakukan siswa SMA, seperti terlambat datang ke sekolah, bolos pada jam pelajaran, tidak memakai atribut yang lengkap, memakai asesoris yang berlebihan dan lain-lain itu sudah hal yang biasa terjadi di sekolah-sekolah. Jenis peneliti menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif, yaitu sebuah prosedur penelitian berdasarkan data deskripsi yaitu berupa lisan atau kata tertulis dari subjek penelitian atau informan yang telah diamati dan dimiliki karakteristik bahwa data yang diberikan yakni data asli menurut situasi dan kondisi yang tidak dapat di manipulasi serta memakai cara yang sistematis dan dapat di perdisiplinkan kebenarannya. Subyek penelitian ini yaitu Guru Bimbingan dan Konseling, Wali Kelas dan Kelas X SMA Negeri 1 Alalak. Berdasarkan hasil penelitian yang di temukan maka di simpulkan bahwasanya disiplin dan kehadiran saling terikat karena perlunya disiplin untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam kehadirannya untuk serta hadir di sekolah dalam belajar jika ada rasa tanggung jawab maka terjadilah melanggar peraturan yang ada di sekolah. Faktor penyebab ketidakdisiplinan siswa dalam kehadiran yaitu bekerja, telat bangun pagi, tidak ada alat transprotasi, membolos tidak masuk sekolah, urusan keluarga, malas sekolah, dengan adanya bukti absensi yang di miliki wali kelas dan guru bk. Guru bk menindak lanjut tersebut dengan melakukan konseling indivual, pemanggilan orang tua yang bersangkutan atau home visit.
Dampak E-Counseling Di Pondok Pesantren Modern Nailul Authar Sonia Sonia; Zainal Fauzi; Muhammad Eka Prasetia
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.802

Abstract

Salah satu inovasi teknologi informasi yang saat ini berkembang dan diterapkan dalam institusi pendidikan berbasis keagamaan yaitu layanan e-counseling. Adanya layanan e-counseling di pesantren diharapkan dapat memberikan alternatif layanan yang lebih fleksibel serta efisien bagi santri dalam mengatasi permasalahan pribadi, sosial, maupun akademik. Tujuan penelitian, yaitu: (1) untuk mengidentifikasi dampak e-counseling terhadap pembinaan karakter dan kesejahteraan psikologis santri di Pondok Pesantren Modern Nailul Authar, (2) untuk mengidentifikasi penerimaan elemen pesantren terhadap layanan tersebut, dan (3) untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam penerapan layanan e-counseling. Jenis penelitian ini memakai metode deskriptif kualitatif serta menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi sebagai sarana untuk memperoleh data primer yang dibutuhkan. Selanjutnya data akan dianalisis memakai teknik analisis data model kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: (1) penerapan e-counseling memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas pembinaan karakter, kemampuan mengelola stres, serta kenyamanan spiritual santri, (2) respon dari santri, guru BK, ustazah, dan pimpinan pondok secara umum sangat positif karena mempermudah akses layanan tanpa stigma sosial, (3) pelaksanaan e-counseling masih berhadapan dengan kendala teknis berupa keterbatasan stabilitas jaringan internet dan kesulitan komunikasi verbal/nonverbal secara tertulis