Rahmi Seri Hanida
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Fourth-Grade Students' Interest And Motivation To Learn Islamic Culture History Subject At Mis Al Hasanah Lumban Dolok Rahmi Seri Hanida; Efinjan Nurjannah; Isdamayani Isdamayani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Minat dan Motivasi siswa Kelas IV dalam belajar Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MIS AL HASANAH Lumban Dolok Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal Pada Tahun Ajaran 2022/2023. Penelitian ini dilakukan di MIS AL Hasana, Lumban Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Ini adalah penelitian kualitatif, yang melibatkan analisis fenomena yang sedang dipelajari. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, survei, kuesioner, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahawa minat siswa terhadap mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MIS AL HASANAH Lumban Dolok Siabu Kabupaten Mandailing Natal adalah tinggi. Faktor-faktor yang memdukung minat tersebut adalah karena persepsi siswa yang positif terhadap pembelajaran Sejarah Kebudayaan IIslam, adanya motivasi siswa yang tinggi dalam mengikuti pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, latar belakang pendidikan guru yang tinggi, guru menguasai materi, metode yang digunakan cukup bervariasi alat atau sarana belajar yang cukup mamadai, lingkungan sekolah yang mendukung, dan motivasi dari orang tua yang sangat mendukung. Sedangkan penelitan pada motivasi siswa kelas IV dalam belajar SKI yaitu: Siswa memiliki hasrat dan keinginan berhasil dalam belajar menunjukkan ketekunan atau kemaun dalam belajar dan mengulang kembali pelajaran yang sebelumnya sudah diajarkan oleh guru. Siswa yang memiliki minat dan perhatian terhadap pelajaran menunjukkan ketertarikan dalam belajar SKI dan selalu memperhatikan saat guru menerangkan serta Siswanya Memiliki Respon yang Tinggi pada saat Membahas Pembelajaran SKI.
Peranan Syekh Abdul Halim Khatib Di Pondok Pesantren Mustafawiyah (1901-1991) Muhammad Ikbal; Rahmi Seri Hanida; Rahmad Nainggolan
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10752

Abstract

Pondok Pesantren Musthafawiayah merupakan Pesantren tertua dan terbesar di Sumatera yang berdiri pada tahun 1912 oleh Syekh H. Musthafa Husein seorang Ulama karismatik Mandailing Natal. Pesantren ini menjadi lembaga pendidikan favorit masyarakat setempat bahkan, tak sedikit santri\muridnya yang berasal dari luar daerah. Prestasi besar ini tak luput dari peranan Syekh Abdul Halim Khotib yang merupakan pewaris keilmuan Islam yang diwariskan oleh Syekh Musthafa Husein. Hal inipun terbukti dengan sebutan “Tuan Na Poso” yang diberikan kepada Syekh Abdul Halim, sedangkan Syekh Musthafa Husein disebut sebagai “Tuan Na Tobang”. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk: 1. Mengetahui biografi Syekh Abdul Halim Khatib, baik kelahiran, pendidikan, keilmuan, wafat, dan kitab-kitab karangan beliau. 2. Mengetahui peranan-peranan yang dilakukan semasa di Pondok Pesantren Musthafawiyah serta strategi adaptasi perkembangan yang dilakukan oleh Syekh Abdul Halim Khotib sebagai Roisul Mu’allim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian historis, yaitu metode yang mempelajari tentang peristiwa atau kejadian dimasa lalu, dengan tujuan untuk membuat rekonstruksi terhadap masa lalu secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesiskan bukti-bukti untuk menerjemahkan data, sehingga diperoleh kesimpulan yang benar. Informan dalam penelitian ini adalah keluarga, para guru dan murid Syekh Abdul halim khatib yang berinteraksi langsung dengan beliau. Adapun teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan melalui wawancara dan studi dokumentasi melalui tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini adalah: 1. Biografi Syekh Abdul Halim Khatib. 2. Peranan Syekh Abdul Halim Khatib di Musthafawiyah, Pertama Peranan beliau sebagai guru, Kedua Peranan beliau sebagai Raisul Mu’alim, Ketiga Kontribusi yang diberikan Syekh Abdul Halim Khatib.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV SD NEGERI 076 KAYU JATI PANYABUNGAN Rizki Akbar Sitimpul; Rahmi Seri Hanida; Rica Umrina Lubis
Al-mujahidah Vol 7 No 1 (2026): November-April
Publisher : Institut Agma Islam Hamzanwadi NW Lombok TImur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/al-mujahidah.v7i1.387

Abstract

This study aims to reveal and describe the implementation of differentiated learning in the Pancasila Education subject for fourth-grade students at SD Negeri 076 Kayu Jati Panyabungan, as well as to identify the supporting and inhibiting factors of its implementation. The background of this research is based on the relatively optimal implementation of Pancasila Education learning, which is influenced by students’ high interest in learning, the use of various instructional strategies, and engaging learning media that encourage students’ active participation. Differentiated learning is considered a relevant strategy as it adapts to students’ individual needs and characteristics. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through classroom observations, interviews with the Pancasila Education teacher and the principal, and documentation of classroom activities. The results show that the implementation of differentiated learning consists of three stages: (1) the planning stage, in which the teacher acts as a facilitator and motivator; (2) the implementation stage, which includes diagnostic assessment, differentiation of content, process, and product; and (3) the evaluation stage, involving formative and summative assessments. Supporting factors include a flexible curriculum, student diversity, adequate facilities, government policies and support, and competent teachers. Meanwhile, inhibiting factors include limited time, classroom space, library resources, projectors, and insufficient government training on the Independent Curriculum.