Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi dan Peran Guru Bimbingan Konseling Dalam Pembelajaran Anak Tunagrahita di SLB Melati Aisyiyah Tembung Sarah salsabila; Mutiara Azizah Siregar; Amelia Dwi Prastika; Sri Narti; Anggi Amelia; Wulandari Rahmadana; Annisa Arrumaisyah Daulay
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9283

Abstract

Tunagrahita termasuk salah satu jenis anak berkebutuhan khusus yang mengacu pada fungsi intelektual umum yang berada di bawah rata-rata. Tunagrahita kurang memiliki kesanggupan untuk melakukan pekerjaan yang sesuai dengan usianya, maka dari itu perlu adanya penanganan khusus. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dimana tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana strategi dan peran guru BK di SLB Melati serta untuk mengetahui faktor penghambat strategi dan peran dalam pembelajaran guru bk di SLB Melati. Subjek penelitian ini melibatkan dua orang guru wali kelas satu SD tunagrahita. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, rekaman suara dan dokumentasi. Dari penelitian ini ditemukan hasil bahwa strategi pembelajaran yang diberikan guru bk yaitu menggunakan pendekatan individual atau secara personal, dengan melakukan kontak mata dan menjalin hubungan baik antara siswa SLB dengan guru. Metode yang digunakan dalam pembelajaran adalah face to face, metode pemberian tugas dan metode bermain. Sementara itu peran guru bk sendiri dalam SLB Melati masih rendah karena pihak sekolah lebih banyak menyerahkan kondisi siswanya kepada wali kelas yang dianggap lebih memahami setiap karakter anak yang ada dikelas dibandingkan guru bk itu sendiri. Menindak lanjuti penelitian ini, maka strategi dan peran guru bk di SLB Melati harus di optimalkan melalui pemberian motivasi dan kesadaran beberapa pihak menganai tugas, tanggung jawab dan perannya masing-masing.
ANALISIS TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWA YANG CURHAT DI MEDIA SOSIAL Nurul Hidayah; Annisa Arrumaisyah Daulay
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 8, No 1 (2023): Volume 8 Number 1, January 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jbki.v8i1.4296

Abstract

Kepercayaan diri merupakan sebuah keyakinan individu terhadap berbagai kelebihan yang dimiliki yang membuat seseorang merasa mampu untuk mencapai tujuan. Belakangan ini fenomena curhat di media sosial menjadi sesuatu yang dianggap biasa bagi kalangan muda khususnya mahasiswa hal tersebut tentu erat kaitannya dengan percaya diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  tingkat rasa percaya diri pada mahasiswa yang curhat di media sosial. Penelitian ini mengggunakan metode kuantitaif deskritif. Sampel pada penelitian ini ialah mahasiswa dari berjumlah 40 orang instrumen penelitian menggunakan angket kepercayaan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang curhat di media sosial memiliki hasil yang signifikan dengan perolehan nilai 25 poin hal ini berarti tingkat kepercayaan diri mahasiswa yang curhat di media sosial memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dan skor tertinggi berada pada indokator berani menerima dan menghadapi penolakan dari orang lain. Mahasiswa yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi bisa dengan mudahnya mencurahkan semua permasalahan yang sedang ia hadapi tanpa memikirkan efek negtif dari hal tersebut.
URGENSI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP ANAK-ANAK DUSUN SINAMAN II YANG MEMILIKI KEPERCAYAAN DIRI YANG RENDAH Nadila Nadila; Siska Ardilla Anggraini; Khoirun Isnawan; Annisa Arrumaisyah Daulay
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 5, No 2 (2023): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v5i2.10825

Abstract

Anak-anak di Dusun Sinaman II II cenderung kurang percaya diri dalam melakukan sesuatu. Mereka penuh keraguan, mudah khawatir, bimbang, cenderung menghindar, tidak punya inisiatif, mudah putus asa, dan tidak berani. Banyak anak yang masih kurang percaya diri, seperti malu, ragu menjawab pertanyaan dan belum berani berekspresi di depan banyak orang. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk imenumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Peneliti merekomendasikan bimbingan kelompok sebagai solusi untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok sangatlah penting. Layanan bimbingan kelompok membantu meningkatkan rasa percaya diri anak-anak di Dusun Sinaman II.