Lisbet Octovia Manalu
Fakultas Keperawatan, Institut Kesehatan Rajawali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect Of Health Education Clean And Healthy Living Behavior On Skabies Prevention Knowledge In Al-Basyariyah Islamic Boarding School, Bandung Regency Year 2022: Pengaruh Pendidikan Kesehatan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Terhadap Pengetahuan Pencegahan Skabies Di Pondok Pesantren Al-Basyariyah Kabupaten Bandung Tahun 2022 Seli Saumah; Lisbet Octovia Manalu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2022): JPM | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i4.1241

Abstract

Latar Belakang. Masalah skabies masih sering dianggap lumrah untuk dibicarakan, sehingga siswa memiliki pengetahuan kurang dalam mencegah terjadinya skabies. kebiasaan yang kurang baik disebabkan karena pengetahuan yang kurang sehingga kurangnya konsentrasi belajar diakibatkan oleh rasa gatal pada tubuhnya.Tujuan penelitian. Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan perilaku hidup bersih dan sehat terhadap pengetahuan pencegahan skabies di pondok pesantren al-basyariyah kabupaten bandung. Metode. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan penelitian Pre-post test control group design Populasi adalah siswa pondok pesantren kelas VII smp. Sampel diambil menggunakan simple random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Jumlah sampel 80 orang (40 responden kelompok intervensi dan 40 responden kelompok kontrol). Alat ukur menggunakan kuesioner pengetahuan. Data menggunakan uji Man whitney Hasil. Dari hasil penelitian diperoleh data pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan (p value=0,000) nilai signifikansi ?=0,05 yang artinya H0 ditolak. Ada perbedaan rerata pengaruh pendidikan kesehatan PHBS terhadap pengetahuan pencegahan skabies pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol di pondok pesantren Al-Basyariyah Kabupaten Bandung. Simpulan. Melihat hasil penelitian ini bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan maka akan semakin baik juga tingkat kebersihan dalam menjaga kesehatannya termasuk dalam mencegah terjadinya skabies.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIBEUREUM KOTA CIMAHI siti sarah nur fazrilia; M. Deri Ramadhan; M. Iqbal Sutisna; Lisbet Octovia Manalu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56772

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang banyak terjadi pada kelompok lanjut usia dan berkontribusi terhadap meningkatnya angka morbiditas serta mortalitas. Selain faktor biologis, kondisi psikologis seperti stres juga diduga berperan dalam memengaruhi peningkatan tekanan darah pada lansia. Stres yang berlangsung dalam waktu lama dapat memicu aktivasi sistem saraf simpatik yang berdampak pada peningkatan denyut jantung dan penyempitan pembuluh darah sehingga memengaruhi tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Cibeureum Kota Cimahi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional melalui metode cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia penderita hipertensi yang tercatat di Puskesmas Cibeureum tahun 2025 sebanyak 819 orang, dengan sampel 89 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres sedang hingga berat sebanyak 75 orang (84,3%), sedangkan stres ringan sebanyak 14 orang (15,7%). Berdasarkan kategori tekanan darah, mayoritas responden berada pada hipertensi tingkat 1 sebanyak 54 orang (60,7%) dan hipertensi tingkat 2 sebanyak 35 orang (39,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi dengan nilai p = 0,007 (p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat stres memiliki hubungan dengan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi, sehingga pengelolaan hipertensi perlu memperhatikan aspek psikologis selain aspek medis.