Heru Kurniawan
UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PROBLEMATIKA EKOLOGI DALAM NOVEL SUMI KARYA JAZULI IMAM (KAJIAN EKOKRITIK SASTRA) Bayu Suta; Samsu Somadayo; Heru Kurniawan
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v13i2.456

Abstract

Environmental and natural phenomena are hotly discussed issues in the latest development period. Various means are used in the voice of the environmental crisis, one of which is in novels or literary works. This study aims to describe the ecological problems contained in the novel Sumi by Jazuli Imam. The method applied to the research is descriptive qualitative. The source of the data used is the novel Sumi by Jazuli Imam with the data used are parts of the novel in the form of story quotes and also character dialogues. In this study, the data was analyzed by conducting content analysis techniques, data acquisition was carried out by means of listening techniques and note-taking techniques.  The results found in this study are ethical studies of environmental wisdom, having moral aspects in the form of respect for nature, moral responsibility for nature, and the principle of affection and concern for nature. These elements are depicted through a series of events starting from (1) tree care, (2) forest destruction (deforestation), and (3) ecosystem conditions.  
TUTURAN EKSPRESIF MAKIAN DALAM VIDEO YOUTUBE KEANU AGL EPISODE “Q&A: WAKTUNYA BUKA-BUKAAN!” Samsu Somadayo; Bayu Suta Wardianto; Heru Kurniawan; M. Zulfa A. Ghazali
MABASAN Vol. 16 No. 2 (2022): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v16i2.525

Abstract

Tuturan spontan merupakan bentuk tuturan yang mengandung makna atau fungsi yang ekspresif. Tuturan ini dapat berupa makian yang terucap secara spontan dalam merespon sesuatu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur ilokusi ekspresif yang terdapat dalam tuturan Keanu di video YouTube miliknya pada episode “Q&A: Waktunya Buka-Bukaan!” Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan potongan tuturan yang dilontarkan oleh Keanul Agl dalam videonya. Sumber data diperoleh dari transkripsi tuturan dalam video YouTube kanal Keanu Agl episode “Q&A: Waktunya Buka-Bukaan!” Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan berupa teknik catat. Penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan berupa analisis kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ilokusi ekspresif dari tuturan Keanu itu ditemukan berupa tuturan mengejek, merendahkan, menyalahkan, menghina, dan meminta maaf.
Dialektika Representasi dan Performasi Buku Cerita Anak Joxy Si Rubah Penipu Karya Nahida Esmail Supriyono Supriyono; Heru Kurniawan; Amalia Nurbaiti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 3 (2024): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v12i3.98887

Abstract

Tujuan anak-anak membaca buku cerita adalah untuk mendapatkan pemahaman dan hiburan. Pemahaman terkait dengan representasi nilai dan moral, sedangkan hiburan terkait dengan imajinasi yang menyenangkan. Untuk itu, penelitian ini dilakukan dalam upaya untuk menemukan dan menjelaskan dialektika yang terbentuk antara representasi dan performasi dalam buku cerita anak Joxy Si Rubah Penipu karya Nahida Esmail yang diterbitkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2024. Penelitian ini dilakukan dengan teknik pengumpulan data baca dan tulis. Data yang dihimpun kemudian dikaji berdasarkan kajian teori struktur cerita, sastra anak, dan psokologi moral. Hasil penelitiannya menemukan bahwa  buku cerita anak Joxy Si Rubah Penipu karya Nahida Esmail menghadirkan reperesentasi yang menyampaikan nilai moral kejujuran atau jangan berbohong pada anak. Sedangkan performasi dibangun dengan logika imajinasi semangka yang menarik. Dengan dialektika representasi dan performasi inilah, buku cerita anak Joxy Si Rubah Penipu karya Nahida Esmail hadir sangat menarik buat anak-anak karena mampu mengahdirkan hiburan yang imajinatif dan pemahaman nilai mora kejujuran. 
KONTESTASI IDENTITAS PERISTIWA “KEMBALI” DALAM NOVEL RAPIJALI KARYA DEE LESTARI Heru Kurniawan; Samsu Rohman Somadayo; Dwi Rohman Sholeh; Sutardi Sutardi
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v10i2.24805

Abstract

Returning as the title of the third series of novels, Rapijali by Dee Lestari is the primary key in understanding this novel in psychology and sociology. For this reason, this research was conducted to find and explain the events of Rapijali's identity contestation in a personal and social context so that the meaning of the philosophy conveyed through Rapijali can be understood from a psychological and sociological perspective. The method used is qualitative-textual research that examines the novel Rapjali: Kembali by Dee Lestari by looking at the psychological and sociological aspects using content analysis. Content analysis is related to reviewing aspects of the contestation of the events of Rapijali's return from the personal and social aspects of the characters and correlating them with psychological and sociological contexts. The result of the findings is the contestation of events in Rapijali: Again, it is built on a collective (sociological) consciousness that positions the Rapijali band as a home and family that can lead its members to find achievement and existence. From here, Rapijali is essentially home and a place for members to return to find their real (psychological) family and love. After returning to Rapijali, the end of love and family leads its members to find happiness in love and family in a personal and social context.