Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Pola Interaksi pada Layanan Informasi Online (Whatsapp) dalam Menyusun Q&A Yeski Putri Utami; Izhatullaili Izhatullaili; Jarot Marsono
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9955

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah implementasi yang dilakukan terhadap pola interaksi layanan informasi online – WhatsApp, yang dilaksanakan pada proses Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Tenaga Kerja tahun 2021. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi dan pengaruh pandemi covid-19 terhadap cara manusia berkomunikasi di dunia yang dikenal dengan Communication Mediated Computer (CMC). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung dan menentukan tuturan dalam berkomunikasi secara virtual sehingga pola interaksi yang ditemukan dapat digunakan untuk Menyusun Question and Answer (Q&A) pada kegiatan PMB selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan visual etnografi. Sampelnya adalah 10% dari total data, yaitu 240 obrolan dari proses penerimaan mahasiswa baru mulai dari pengumuman, pendaftaran, perpanjangan waktu pendaftaran, pengumuman kelulusan administrasi, pelaksanaan tes online, dan pengumuman kelulusan calon mahasiswa di Polteknaker. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan WhatsApp sebagai layanan informasi online dapat membantu mempercepat pemahaman informasi, memecahkan masalah dengan tetap menjaga jarak fisik - tanpa harus bertatap muka. Selain itu, berdasarkan frekuensi terjadinya pola interaksi dalam percakapan, dapat disimpulkan bahwa generasi muda atau calon mahasiswa Politeknik Tenaga Kerja lebih memilih untuk tidak membaca informasi detail dan lebih mengandalkan informasi (Q&A) langsung sehingga pola interaksi percakapan yang dikumpulkan dapat digunakan untuk menyiapkan jawaban cepat dan otomatis untuk Q&A.
Konstruksi Wacana Media Sosial Terhadap Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Tata Cara Dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) Mudiana Permata Sari; Yeski Putri Utami; Jarot Marsono
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 4 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i4.157

Abstract

Salah satu program jaminan sosial ketenagakerjaan adalah program jaminan hari tua yang tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Tata Cara Dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT). Permenaker ini menuai berbagai polemik di masyarakat, terutama adanya penolakan dari kalangan pekerja. Terjadinya kontroversi terhadap keputusan pemerintah untuk mengembalikan JHT kepada fungsi awalnya, tidak lepas dari pengaruh media sosial, berupa penyampaian wacana dalam berita riil maupun hoaks dalam menggiring opini masyarakat. Oleh karena itu, Analisis Wacana Kritis (AWK) menjadi salah satu cara untuk mengetahui strategi dan konstruksi wacana yang ditimbulkan oleh media sosial mulai dari awal sosialisasi JHT pada awal tahun 2022 hingga akhirnya direvisi menjadi Permenaker No.4 tahun 2022. Penelitian ini bertujuan mengetahui pewacanaan dibangun oleh BPJS-TK dan Kementerian Ketenagakerjaan mengenai tata cara dan persyaratan pembayaran manfaat JHT melalui media sosial resmi mereka. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis isi (konten) dengan model analisis Teun A. Van Dijk dan ciri-ciri wacana oleh Eriyanto dengan menggunakan aplikasi software NVIVO. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah unggahan yang berkaitan dengan JHT pada media sosial resmi BPJS-TK dan Kementerian Ketenagakerjaan tidak memperhatikan dimensi struktur makro, struktur mikro dan suprastruktur dalam wacana ditampilkan. Selain itu, informasi yang terpusat pada media sosial menggunakan bahasa yang misleading dan bukan untuk pekerja usia pensiun. Hal inilah yang menyebabkan pekerja pada usia produktif yang salah paham, dan menolak kebijakan pemerintah untuk mengembalikan fungsi JHT sehingga terbitlah Permenaker No. 4 Tahun 2022 untuk meredakan kontroversial yang terjadi di masyarakat terhadap pemerintah.
Konstruksi Wacana Media Sosial Terhadap Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Tata Cara Dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) Mudiana Permata Sari; Yeski Putri Utami; Jarot Marsono
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 4 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i4.157

Abstract

Salah satu program jaminan sosial ketenagakerjaan adalah program jaminan hari tua yang tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Tata Cara Dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT). Permenaker ini menuai berbagai polemik di masyarakat, terutama adanya penolakan dari kalangan pekerja. Terjadinya kontroversi terhadap keputusan pemerintah untuk mengembalikan JHT kepada fungsi awalnya, tidak lepas dari pengaruh media sosial, berupa penyampaian wacana dalam berita riil maupun hoaks dalam menggiring opini masyarakat. Oleh karena itu, Analisis Wacana Kritis (AWK) menjadi salah satu cara untuk mengetahui strategi dan konstruksi wacana yang ditimbulkan oleh media sosial mulai dari awal sosialisasi JHT pada awal tahun 2022 hingga akhirnya direvisi menjadi Permenaker No.4 tahun 2022. Penelitian ini bertujuan mengetahui pewacanaan dibangun oleh BPJS-TK dan Kementerian Ketenagakerjaan mengenai tata cara dan persyaratan pembayaran manfaat JHT melalui media sosial resmi mereka. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis isi (konten) dengan model analisis Teun A. Van Dijk dan ciri-ciri wacana oleh Eriyanto dengan menggunakan aplikasi software NVIVO. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah unggahan yang berkaitan dengan JHT pada media sosial resmi BPJS-TK dan Kementerian Ketenagakerjaan tidak memperhatikan dimensi struktur makro, struktur mikro dan suprastruktur dalam wacana ditampilkan. Selain itu, informasi yang terpusat pada media sosial menggunakan bahasa yang misleading dan bukan untuk pekerja usia pensiun. Hal inilah yang menyebabkan pekerja pada usia produktif yang salah paham, dan menolak kebijakan pemerintah untuk mengembalikan fungsi JHT sehingga terbitlah Permenaker No. 4 Tahun 2022 untuk meredakan kontroversial yang terjadi di masyarakat terhadap pemerintah.
Keterbatasan vs Kesempatan: Analisis Akses dan Stigma Penyandang Disabilitas pada Pasar Kerja Formal Yeski Putri Utami; Winda Afriyanti; Aliyyah Najmah Kamiilah
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2208

Abstract

Lack of access to formal labor market and social stigma towards people with disabilities often create negative stereotypes regarding their employability. This article aims to analyze the factors influencing the accessibility of formal sector employment for people with disabilities and to identify the impact of social stigma on their employment opportunities. The research method used is qualitative research through  Systematic Literature Review (SLR) by reviewing various related studies from 2016-2024. The findings indicate that factors affecting access to formal employment for people with disabilities can be categorized into internal factors (including educational qualifications, skills, and self-confidence). Social stigma significantly affects employment opportunities, limiting the chances of people with disabilities in the formal labor market. Therefore, inclusive policies and shifts in societal perspective are needed to create a more disability-friendly labor market.
Implementation Of Wage Unit Results In Meeting The Decent Living Needs (KHL) Of Batik Workers Yeski Putri Utami; Mudiana Permata Sari; Jarot Marsono
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i4.1202

Abstract

Wage based on unit of output is a wage paid based on the production or quantity of goods produced by the worker, in this research, the amount of batik produced by the batik maker. This study aims to determine the implementation of piece-rate wages for batik workers, Pekalongan (Batang) area in Central Java and Cirebon, West Java to see the welfare of batik workers. This research uses qualitative methods with data collection instruments in the form of interviews and field observations. The magnitude of the poverty line and the average monthly per capita expenditure of the community at the provincial and city levels are indicators in determining the welfare level of workers. The results show that the piece-rate wages received by batik workers are higher than the city and provincial poverty lines, but still low when compared to the average monthly per capita expenditure at the provincial and city levels. Nevertheless, employers can determine the amount of wages below the government's decision if employers and workers have agreed. In conclusion, the wages received by the batik workers have not been able to fulfill the KHL of the batik workers optimally. However, batik makers are considered prosperous because they have fulfilled Article 36 Paragraph (2) of Government Regulation No. 36 of 2021 where wages in Small and Medium Enterprises, especially batik, have fulfilled at least 50% of the average consumption of the provincial community and at least 25% above the poverty line at the provincial level.
KENAIKAN TARIF TRANSJAKARTA DALAM PANDANGAN PEKERJA: ANTARA KEBUTUHAN DAN BEBAN EKONOMI Carlo Geryn Sipayung; Daffa Muza Ganendra; Yeski Putri Utami
HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 18 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM UNISDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/humanis.v18i1.11615

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini membahas tentang kenaikan tarif Transjakarta dari perspektif pekerja sebagai pengguna rutin yang bergantung pada transportasi umum untuk mobilitas kerja, di mana kenaikan tarif dipandang menambah beban pengeluaran dan mengharuskan pekerja menyesuaikan prioritas anggaran atau mencari moda alternatif yang lebih ekonomis. Dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough, penelitian ini menganalisis pernyataan pemerintah dan lembaga terkait mengenai penyesuaian tarif bersama dengan respons pekerja yang merefleksikan pengalaman dan perhitungan ekonomi harian mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pekerja memandang Transjakarta sebagai kebutuhan esensial, kenaikan tarif tetap dianggap sebagai tekanan finansial, terutama bagi mereka yang berpendapat rendah atau harus menggunakan moda transportasi lanjutan, sehingga kebijakan tarif tidak dapat dikecualikan dari masalah kemampuan bayar pekerja masyarakat. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan penetapan tarif perlu disusun secara lebih sensitif terhadap kondisi sosial ekonomi pekerja serta harus disertai peningkatan kualitas layanan agar kenaikan tarif tidak hanya menjadi beban, tetapi memiliki nilai balik berupa pelayanan yang lebih baik, adil, dan merata bagi seluruh pengguna transportasi publik.
Literature Review: Peran Komunikasi Interpersonal dalam Menjembatani Gap Generasi pada Era Digital di Dunia Kerja Yeski Putri Utami; Aura Balqis Nur Azizah; Putri Stevanie Purba
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v5i2.6365

Abstract

The generational gap in the digital workplace has become increasingly apparent due to differences in work values, communication media preferences, and levels of technological adaptation among age groups. These differences often affect coordination effectiveness, the quality of working relationships, and intergenerational collaboration. This study aims to analyse the role of interpersonal communication in bridging generational gaps in the digital work environment. A Systematic Literature Review (SLR) method was employed by examining national publications from 2017 to 2025 related to interpersonal communication, generational issues, and the digital workplace. The literature selection process was conducted systematically through identification, screening, and synthesis stages. The findings indicate that generational gaps are primarily driven by disparities in digital literacy, variations in communication styles, and differing work expectations and values. The synthesis reveals that interpersonal communication—through two-way dialogue, empathy, active listening, and adaptive communication styles—plays a significant role in fostering mutual understanding and reducing social distance between generations. This study confirms that strengthening interpersonal communication competencies and adopting inclusive communication practices are essential strategies for creating harmonious, effective, and digitally responsive intergenerational working relationships.