Vannyora Okditazeini
UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hybriding Technology In Organizational Communications In Government Vannyora Okditazeini
AL MUNIR : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Volume 13 Nomor 02 Tahun 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/amj-kpi.v13i02.4707

Abstract

The development of industry 4.0 has blurred the distance between the government and society through hybridization of technology that is applied by the government to support government transformation at the organizational and bureaucratic levels which can improve changes in organizational relations for the better. This can be seen from the new application that is used to become a bridge between the government and its citizens. In addition, the use of technology in the implementation of government performance that is more effective and efficient causes government organizations to be far from being as rigid as what has been attached to organizations so far. This research is a meta-synthesis research with a qualitative meta-aggregation approach. The results of the study show that based on the application of technology in government organizations, hybridization of technology within government organizations requires integration between information technology and social sciences, because technological hybridization is basically an organization that must be regulated.
Strategi Komunikasi Pemasaran Hotel Emersia Batusangkar Dalam Meningkatkan Pengunjung Pasca Pandemi Covid-19 Wisyani; Vannyora Okditazeini
Communicator Sphere Vol. 3 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55397/cps.v3i1.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk strategi komunikasi pemasaran Hotel Emersia Batusangkar dalam meningkatkan pengunjung pasca pandemi covid 19 serta faktor pendukung dan penghambat strategi komunikasi yang dilakukan Hotel Emersia Batusangkar. Jenis penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data Observasi, wawancara dan Dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Integrated Marketing Communication (IMC). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Strategi Komunikasi Pemasaran Hotel Emersia Batusangkar dalam meningkatkan pengunjung pasca pandemi covid 19 dilakukan dengan lima (5) bentuk yaitu: a) Sales promotion meliputi diskon reguler, sampel produk, dan diskon spesial (diskon 60% saat soft opening), serta promo paket wedding; b) Publicity and public relations dengan menggunakan berbagai platform online yaitu pegi-pegi.com, tiket.com, boking.com, traveloka, vio.com. Tripadvisor, Agoda, dan Bluepllow.com; c) Events and experience dengan kegiatan olahraga, pertunjukan kesenian; d) Direct marketing dengan melakukan pengenalan hotel Emersia Batusangkar kepada perusahaan-perusahaan dan instransi-instansi serta dengan e-mail pengunjung; dan e) Interactive marketing yang bersifat daring untuk mengikat pelanggan dan pelanggan potensial.
Fandom Digital Sebagai Digital Labour : Antara Prosumer dan Eksploitasi Kapitalis Vannyora Okditazeini
Jurnal Komunikasi, Masyarakat Dan Keamanan Vol 5 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPMP Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/komaskam.v5i2.2931

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menelaah peleburan budaya produsen ke konsumen atau yang dikenal dengan istilah prosumer dari fenomena fandom di kalangan anak muda. Poin terpenting dari artikel ini menitikberatkan pada analisis terhadap aktivitas fandom sebagai produsen makna yang mengartikulasikan dan membuat makna sendiri serta bagaimana fandom menjadi proyek eksploitasi dari produsen industri hiburan untuk tetap mendapatkan keuntungan, yang akan dielaborasi dengan konsep digital labour dari Christian Fuchs. Aktivitas ini terlihat dalam berbagai fansite yang mereka produksi sendiri sebagai bentuk loyalitas terhadap selebritas yang mereka sukai, diantaranya: fanbase dan fanfiction. Tulisan ini merupakan tulisan konseptual dengan menggunakan meta-sintesis dengan cara merangkum hasil-hasil penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif. Observasi tulisan ini menunjukkan bahwa beberapa bentuk digital labor yang dilakukan fans diantaranya: (1) pembuatan fansite oleh fans; (2) agen dan distributor dalam penjualan merchandise; (3) penjualan foto candid; (4) fan fiction; (5) penggiring opini dan mobilisasi fans; (6) memperluas rekognisi; dan (7) melakukan voting global untuk berbagai penghargaan musik.