Kurnia Ade Putri
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Kegiatan Bermain Permainan Tradisional Sembilun Dalam Melatih Kerjasama Anak Dengan Teman Sebaya Kelompok B2 di Paud Kosgoro Koba Bangka Tengah Kurnia Ade Putri; Hartatiana Hartatiana; Fahmi Fahmi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.10915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mendeskripsikan peran kegiatan bermain permainan sembilun dalam melatih kerjasama anak dengan teman sebaya kelompok B2 di PAUD Kosgoro Koba,(2) untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat pelaksanaan kegiatan bermain permainan sembilun dalam melatih kerjasama anak dengan teman sebaya kelompok B2 di PAUD Kosgoro Koba. Penelitian ini merupakan penelitian kulitatif deskriptif dengan subjek penelitian anak kelas kelompok B2 PAUD Kosgoro Koba dan informan penelitian ini yakni guru wali kelas dan kepala sekolah.Teknik pegumpulan data terdiri dari observasi, wawancara serta dokumnetasi sedangkan pengujian keabsahan data dillakukan dengan teknik triangulasi serta menggunakan teknik analisis data menurut Miles & Huberman.Hasil penelitian yang beroleh yakni: 1). Peran dari permainan tradisional sembilun, kerjasama anak akan terlatih melalui dorongan, stimulasi serta menjadi wadah untuk memfasilitasi perkembangan kerjasama anak dengan teman sebaya sehingga unsur-unsur kerjasama seperti interaksi, komunikasi, tanggung jawab serta ketergantungan postif akan terbentu.2) faktor pendukung pelaksanaan kegiatan bermain permainan sembilun dalam melatih kerjasama anak dengan teman sebaya kelompok B2 di PAUD Kosgoro Koba adalah antusiasme anak,kematangan, dedikasi serta ketelatenan guru.sedangkan,faktor penghambat yang peneliti temukan ialah: perbedaan jenis kelamin, konsentrasi anak yang berubah-ubah, waktu pelaksanaan yang kurang, serta kondisi lapangan yang kurang mendukung untuk kegiatan bermain permainan tradisional sembilun.