Marselus Merung, Marselus
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL BIOMEDIK

Terapi pada Pasien Kanker Payudara Stadium Lanjut Menurunkan Kadar C- Reaktif Protein dan Meningkatkan Kadar Albumin Wawolumaja, Arya; Pontoh, Victor; Merung, Marselus
Jurnal Biomedik : JBM Vol 11, No 2 (2019): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.11.2.2019.23324

Abstract

Abstract: Breast cancer is one of the malignancies that has a high prevalence and can occur in both sexes. Albeit, more than 70% of these patients were detected at late stage. Inflammation could accelerate the tumor growth, invasion, angiogenesis, and metastasis. Increased serum CRP indicates uncontrolled infection or pathological process. Meanwhile, serum albumin is used to evaluate the nutrition status, the severity of disease, and prognosis. This study was aimed to evaluate the influence of serum CRP and albumin levels in female patients with breast cancer after treatment. This was an interventional analytical study with a cross sectional design. This study was conducted at Prof. Dr. R. D. Kandou Hosppital Manado. Subjects were all female patients with breast cancer from May to August 2018. The results showed that there were 43 patients of late stage breast cancer, mean age of 52.16 years. After treatment there was a decrease in the mean serum CRP level from 17.05 mg/dL to 6.40 mg/dL and the paired t test obtained a t value of 3.269 and a P value of 0.001. Moreover, there was an increase in the mean serum albumin level from 3.59 mg/L to 3.76 mg/L and the paired t test obtained a t value of -2,896 and a P value of =0.003. Conclusion: Chemotherapy and or surgery performed on female patients with breast cancer could decrease the serum CRP level and increase the serum albumin level.Keywords: breast cancer, serum CRP, serum albuminAbstrak: Kanker payudara merupakan salah satu jenis keganasan yang memiliki prevalensi cukup tinggi dan dapat terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan. Lebih dari 70% penderita kanker payudara ditemukan pada stadium lanjut. Keadaan inflamasi dapat mempercepat pertumbuhan tumor, invasi, angiogenesis, dan metastasis. Hadirnya CRP serum yang meningkat mengindikasikan adanya infeksi atau proses patologik yang tidak teratasi. Albumin serum secara umum digunakan untuk menilai status nutrisi, derajat keparahan penyakit, perkembangan penyakit, dan prognosisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh kadar CRP dan albumin serum pada pasien perempuan dengan kanker payudara stadium lanjut setelah terapi. Jenis penelitian ialah intervensional analitik dengan desain potong lintang Penelitian dilakukan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Subjek penelitian ini ialah semua penderita kanker payudara berjenis kelamin perempuan pada periode Mei 2018 s/d Agustus 2018. Hasil penelitian mendapatkan 43 pasien dengan kanker payudara stadium lanjut dengan usia rerata 52,16 tahun. Setelah terapi terjadi penurunan rerata kadar CRP serum dari 17,05 mg/dL menjadi 6,40 mg/dL dan uji t berpasangan menunjukkan nilai t=3,269 dengan P=0,001. Selain itu, terjadi peningkatan rerata kadar albumin serum dari 3,59 mg/L menjadi 3,76 mg/L dan uji t berpasangan menunjukkan nilai t=-2,896 dengan P=0,003. Simpulan: Modalitas kemoterapi dan/atau operasi pada pasien kanker payudara stadium lanjut secara bermankna menurunkan kadar CRP serum tetapi meningkatkan kadar albumin serum.Kata kunci: kanker payudara, CRP serum, albumin serum
Neutrofil Darah Tepi pada Pasien Kanker Payudara Stadium Lanjut Sebelum dan Sesudah Dilakukan Tindakan Asri, Rizky; Pontoh, Victor; Merung, Marselus
Jurnal Biomedik : JBM Vol 11, No 1 (2019): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.11.1.2019.23213

Abstract

Abstract: Worldwide, there were around 2.1 million breast cancer cases diagnosed in 2018. There was nearly 1 of 4 cancer cases among women with an incidence of 38,1 per 100.000 and mortality of 14,1 per 100.000. This study was aimed to determine whether there was a change in response score of systemic inflammation by using peripheral blood neutrophil level in female patients with advanced stage of breast cancer before and after treatment. This was an interventional analytical study with a cross sectional design, conducted at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. The results showed that there were 43 patients in the period of May 2018 to August 2018. The youngest age was 34 years and the oldest age was 70 years with a mean of 52.16 years (SD±10.002). The most frequent stage was III B (58.1%), followed by IIIC (25.6%), IIIA (11.6%), and IV (4.7%). Before treatment, the highest level of neutrophil was 55%, the lowest level was 12%, with a mean of 27.84% (SD±10.005). After treatment, the highest level of neutrophil was 45%, the lowest level was 11%, with a mean of 22.7% (SD±6.635). The paired-t test showed a very significant difference in peripheral blood neutrophil level between before and after treatment (P<0.001). Conclusion: There was a significant decrease of peripheral blood neutrophil level in breast cancer patients after treatment.Keywords: plasma neutrophil, advanced stage of breast cancerAbstrak: Di seluruh dunia, terdapat sekitar 2,1 juta kasus kanker payudara wanita yang didiagnosis pada tahun 2018, serta terhitung hampir 1 dari 4 kasus kanker di kalangan wanita dengan insidensi 38,1 per 100.000 dan kematian sebanyak 14,1 per 100.000. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menilai adanya perubahan skor respons peradangan sistemik dengan menggunakan kadar neutrofil darah tepi pada pasien kanker payudara stadium lanjut sebelum dan setelah terapi. Jenis penelitian ialah intervensional analitik dengan desain potong lintang, yang dilakukan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian mendapatkan 43 pasien sejak Mei 2018 s/d Agustus 2018. Usia termuda 34 tahun dan usia tertua 70 tahun dengan rerata usia 52,16 tahun (SD±10,002). Stadium terbanyak ialah stadium IIIB (58,1%), diikuti stadium IIIC (25,6%), stadium IIIA (11,6%), dan stadium IV (4,7%). Sebelum dilakukan tindakan didapatkan kadar neutrofil tertinggi 55%, kadar terendah 12%, dan rerata 27,84% (SD±10,005). Setelah dilakukan tindakan didapatkan kadar neutrofil tertinggi 45%, terendah 11%, dan rerata 22,7% (SD±6,635). Hasil uji t berpasangan mendapatkan perbedaan yang sangat bermakna dari kadar neutrofil sebelum dan sesudah terapi (P<0,001). Simpulan: Terdapat penurunan bermakna dari kadar neutrofil darah tepi pada pasien kanker payudara setelah dilakukan tindakan.Kata kunci: neutrofil darah tepi, kanker payudara stadium lanjut