Vijay F. M. I. Gobel, Vijay F. M. I.
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BEDAH MAYAT DALAM MENGUNGKAP TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN MENURUT PASAL 134 KUHAP Gobel, Vijay F. M. I.
LEX ADMINISTRATUM Vol 4, No 3 (2016): Lex Administratum
Publisher : LEX ADMINISTRATUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana urgensi bedah mayat/otopsi dalam mengungkap tindak pidana pembunuhan dan kendala apa saja yang dihadapi dalam melakukan bedah mayat padatindak pidana pembunuhan.  Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif, maka dapat disimpulkan: 1. Urgensi bedah mayat (otopsi) merupakan suatu tindakan medis yang dilakukan atas dasar undang-undang dalam rangka pembuktian suatu tindakan pidana pembunuhan dan berdasarkan izin dari keluarga korban. Adapun dasar undang-undang yang dipakai untuk melakukan eksumasi ini adalah : KUHAP pasal 134 ayat (1), (2), (3), KUHAP pasal 135, KUHAP pasal 136, dan KUHP pasal 222. 2. Kendala untuk melaksanakan bedah mayat (Autopsi) untuk membuktikan tindak pidana pembunuhan, yaitu: Kurangnya alat-alat bukti, Keluarga korban keberatan untuk dilakukan otopsi, Keterbatasan fasilitas rumah sakit dan tenaga ahli (misal: ahli forensik, ahli toksikologi,ahli bedah, ahli kimia, ahli patologi) dapat menghambat dalam mengungkap danmembuktikan tindak pidana pembunuhan, Perlawanan dari pihak keluarga. Kata kunci: Bedah mayat, pembunuhan.