Hermanto Hermanto
Universitas Muhammadiyah Pontianak

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENJELASKAN HASIL BELAJAR STANDAR KOMPETENSI AKHLAQ TERCELA MATA PELAJARAN PAI PADA SISWA KELAS XI IPS2 DI SMA NEGERI 1 RASAU JAYA Hermanto Hermanto
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 12, No 1 (2023): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jpk.v12i1.5562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam menjelaskan hasil belajar standar kompetensi akhlak tercela dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa kelas XI IPS2 di SMA Negeri 1 Rasau Jaya. Model pembelajaran Jigsaw dipilih sebagai pendekatan yang efektif dan inovatif dalam pembelajaran akhlak tercela. Dalam model ini, siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk menguasai materi pembelajaran secara mendalam, dan kemudian berbagi pengetahuan dengan anggota kelompok lain. Dengan menerapkan model pembelajaran Jigsaw, diharapkan siswa dapat menginternalisasi konsep-konsep akhlak tercela dengan lebih baik dan menjelaskan hasil belajar standar kompetensi akhlak tercela secara efektif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) dengan satu kelompok eksperimen. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas XI IPS2 di SMA Negeri 1 Rasau Jaya. Data dikumpulkan melalui instrumen tes dan observasi partisipatif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw memiliki dampak positif terhadap pemahaman siswa terhadap konsep-konsep akhlak tercela dalam mata pelajaran PAI. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: a. Perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru meliputi analisis kurikulum, penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), penyusunan lembar kerja siswa, dan penyiapan alat evaluasi pembelajaran. b. Proses pembelajaran yang dilakukan guru meliputi kegiatan awal untuk memberikan motivasi, apersepsi, dan penjelasan singkat tentang model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Guru membentuk kelompok Jigsaw yang terdiri dari 5-6 siswa dan menjelaskan cara kerja dalam kelompok. Siswa melakukan diskusi dalam kelompoknya dan satu anggota kelompok mempresentasikan hasil diskusi. Setelah diskusi selesai, guru membimbing siswa menyimpulkan materi dan memberikan evaluasi belajar.c. Hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw mengalami peningkatan. Pada siklus pertama, rata-rata skor hasil evaluasi belajar siswa adalah 66.67%, yang masih di bawah skor ideal 75%. Namun, pada siklus kedua, terdapat peningkatan signifikan dengan 86.67% siswa mencapai nilai yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).Dalam kesimpulannya, penerapan model kooperatif tipe Jigsaw dalam pembelajaran PAI di SMA Negeri 1 Rasau Jaya telah memberikan hasil yang sangat baik dan signifikan dalam peningkatan hasil belajar siswa. Model ini terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa, keterlibatan aktif dalam pembelajaran, serta pemahaman konsep-konsep akhlak tercela dalam mata pelajaran PAI. Hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi kepada guru dan pengembang kurikulum untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Jigsaw, Akhlaq Tercela, PAI
ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAI DALAM PEMBELAJARAN AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN DI SMA MUHAMMADIYAH 1 KOTA PONTIANAK Hermanto Hermanto; Hamdil Mukhlishin
Tarbawi Khatulistiwa Vol 9, No 2 (2023): Tarbawi Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/tbw.v9i2.5533

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis; 1) Kompetensi pedagogik guru PAI dalam menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, 2) Kompetensi pedagogik guru PAI dalam memfasilitasi pengembagan potensi siswa di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, 3) Kompetensi pedagogik guru PAI dalam melakukan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar siswa di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi  dengan subjek penelitian guru dan siswa. Sedangkan hasilnya dianalisis dengan teknik deskriptif analistik melalui proses kerja reduksi data, display data, tri anggulasi dan pemeriksaan serta penarikan kesimpulan yang paparkan secara sistimatis yang digambarkan secara faktual. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, 1) Dalam menjalankan tugasnya, guru-guru PAI SMA Muhammadiyah 1 Pontianak telah mengupayakan semaksimal mungkin terlaksananya proses pembelajaran yang mendidik bagi siswa mulai dari menyiapkan perencanaan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang mendidik dengan metode pembelajaran yang bervariasi; 2) Kompetensi guru PAI SMA Muhammadiyah 1 Pontianak dalam memfasilitasi perkembangan potensi peserta didik sudah dilakukan secara baik dan terprogram, baik dalam proses pembelajaran (kegiatan kurikuler) maupun pada kegiatan ekstrakurikuler seperti, pengajian ruti siswa, sholat berjamaah, baca tulis AlQuran, mentoring, wisata dakwah, maupun pentas PAI; 3) Dalam pelaksanaan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, guru-guru PAI SMA Muhammadiyah 1 Pontianak telah melaksanakan penilaian secara terintegrasi terhadap empat Kompetensi Inti (KI) seperti domain kognitif dengan melakukan tes lisan dan tertulis, domain afektif dengan lembar observasi serta domain psikomotorik melalui praktik dan pengamatan guru melalui catatan harian guru PAI.Kata kunci: kompetensi pedagogik, gur PAI, AIK
RELEVANSI KONSEP PENGAJARAN NABI ADAM DALAM SURAH AL-BAQARAH 31–33 DENGAN TEORI KOGNITIVISME JEAN PIAGET Ahmad, Muttaqien; Hermanto, Hermanto; Abdul Jabbar, Luqman
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 15 No 1 (2026): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the relevance between the concept of Allah's teaching to Prophet Adam (peace be upon him) in Surah Al-Baqarah verses 31–33 and Jean Piaget's cognitive learning theory. The background of this research is the dichotomy that often separates Islamic epistemology (revelation) from modern psychological theories (reason), even though both share common ground in viewing human potential. The research method used is a literature study with a thematic exegesis and comparative psychological approach. The results show that the concept of Ta'lim al-Asma (teaching of names) received by Prophet Adam aligns with the concepts of schema and symbolic representation in Piaget's theory. Adam's ability to recall and mention the names of objects demonstrates the functioning of cognitive assimilation and accommodation processes. In conclusion, the Qur'an established the foundations of cognitivism long before modern theories developed, confirming that humans are designed as learning beings with cognitive structures ready to acquire knowledge.
KONSEPTUALISASI "KURIKULUM CINTA": KOMPARASI PERSPEKTIF KH. AHMAD DAHLAN DAN KI HAJAR DEWANTARA Hermanto, Hermanto; Mujahidah, Nelly
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 15 No 1 (2026): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education in Indonesia is often trapped in cognitive formalities and neglects the aspect of affection or "heart". This study aims to explore and compare the concept of education based on compassion or "Curriculum of Love" from two national education figures, KH. Ahmad Dahlan and Ki Hajar Dewantara. The method used in this research is library research with a philosophical-comparative approach to primary and secondary works relevant to the thoughts of both figures. The results show that Ki Hajar Dewantara formulated the concept of love through the "Among System" (Asah, Asih, Asuh) which breathes humanist-nationalist, while KH. Ahmad Dahlan manifested love through Al-Ma'un theology and compassion based on religious-social values. Although departing from different foundations (nationalist vs. religious), the two figures meet at a meeting point, namely placing educators not as rulers who punish, but as guardians who love. The synthesis of this thought is relevant to be applied as a foundation for strengthening character education in the modern era.