Linda M. Mamengko, Linda M.
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gambaran kanker endometrium yang dirawat di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado periode 2013 – 2015 Tulumang, Jeinyver A.; Loho, Maria F.; Mamengko, Linda M.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.11261

Abstract

Abstract: Endometrial cancer is a malignant tumor of primary endometrial epithelium, usually with glandular differentiation and potentially involves the myometrium and spreads widely. It is also a common gynecologic cancer. The cause is not known for certain, but there are several factors causing this endometrial cancer. This study aimed to describe endometrial cancer treated at Prof. Dr. R.D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive retrospective study using data of endometrial cancer patient medical record. From the 36 cases of endometrial cancer, aged ≥51 was obtained as many as 24 people (66.67%), and this cancer increased in multiparous women and obesity; as many as 11 people (30.56%) had postmenopausal endometrial cancer. Most comorbidities were hypertension (13 cases, 36.11%) Most frequent type of endometrial cancers was endometrioid adenocarcinoma (19 cases, 52.78%). Treatments applied were medicamentous therapy, surgery and chemotherapy. The most frequent stage was stage II (8 cases, 22.23%).Keywords: endometrial cancerAbstrak: Kanker endometrium adalah tumor ganas epitel primer diendometrium, umumnya dengan diferensiasi glandular dan berpotensi mengenai miometrium dan menyebar jauh; juga merupakan kanker ginekologi yang sering terjadi. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kanker endometrium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kanker endometrium yang dirawat di RSUP Prof. dr. R.D. Kandou Manado. Jenis penelitian deskriptif retrospektif, dengan cara mengumpulkan data rekam medik pasien kanker endometrium. Dari 36 kasus kanker endometrium, didapatkan usia ≥51tahun sebanyak 24 orang (66,67%), meningkat pada wanita multipara dan obesitas, sebanyak 11 orang (30,56%) mengalami kanker endometrium pascamenopause. Penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi berjumlah 13 orang (36,11%). Jenis sel kanker terbanyak yaitu endometrioid adenokarsinoma berjumlah 19 orang (52,78%). Penanganan yang diberikan berupa terapi medikamentosa, operasi dan kemoterapi. Stadium terbanyak yaitu stadium II berjumlah 8 orang ( 22,23%).Kata kunci: kanker endometrium
Gambaran kanker endometrium yang dirawat di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado periode 2013 – 2015 Tulumang, Jeinyver .; Loho, Maria F.; Mamengko, Linda M.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.11690

Abstract

Abstract: Endometrial cancer is a malignant tumor of primary endometrial epithelium, usually with glandular differentiation and potentially involves the myometrium and spreads widely. It is also a common gynecologic cancer. The cause is not known for certain, but there are several factors causing this endometrial cancer. This study aimed to describe endometrial cancer treated at Prof. Dr. R.D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive retrospective study using data of endometrial cancer patient medical record. From the 36 cases of endometrial cancer, aged ≥51 was obtained as many as 24 people (66.67%), and this cancer increased in multiparous women and obesity; as many as 11 people (30.56%) had postmenopausal endometrial cancer. Most comorbidities were hypertension (13 cases, 36.11%) The most frequent type of endometrial cancers was endometrioid adenocarcinoma (19 cases, 52.78%). Treatments applied were medicamentous therapy, surgery and chemotherapy. The most frequent stage was stage II (8 cases, 22.23%).Keywords: endometrial cancer Abstrak: Kanker endometrium adalah tumor ganas epitel primer diendometrium, umumnya dengan diferensiasi glandular dan berpotensi mengenai miometrium dan menyebar jauh; juga merupakan kanker ginekologi yang sering terjadi. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kanker endometrium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kanker endometrium yang dirawat di RSUP Prof. dr. R.D. Kandou Manado. Jenis penelitian deskriptif retrospektif, dengan cara mengumpulkan data rekam medik pasien kanker endometrium. Dari 36 kasus kanker endometrium, didapatkan usia ≥51tahun sebanyak 24 orang (66,67%), meningkat pada wanita multipara dan obesitas, sebanyak 11 orang (30,56%) mengalami kanker endometrium pascamenopause. Penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi berjumlah 13 orang (36,11%). Jenis sel kanker terbanyak yaitu endometrioid adenokarsinoma berjumlah 19 orang (52,78%). Penanganan yang diberikan berupa terapi medikamentosa, operasi dan kemoterapi. Stadium terbanyak yaitu stadium II berjumlah 8 orang ( 22,23%).Kata kunci: kanker endometrium
Karakteristik kehamilan dan persalinan pada usia Abdurradjak, Karlin; Mamengko, Linda M.; Wantania, John J.E.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.12225

Abstract

Abstract: Age is an important factor to determine the prognosis of pregnancy. Globally, the complications of pregnancy and childbirth are the second leading cause of death in women aged 15 to 19 years. Maternal death in pregnant women and childbirth at the age below 20 years is 2 to 5 times higher than at the age of 20 to 29 years and increases again at the age of 30 to 35 years. Around 20-30% of women under 20 years old especially in primiparity have higher risk of having low birth weight (LBW) babies and fetal malformation is the cause of perinatal mortality. This study aimed to determine characteristics of pregnancy and childbirth at age <20 years in Obstetrics and Ginecology Department at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital, Manado from January 1, 2013 to December 31, 2014. This was a retrospective descriptive study using patients' medical record, parturition book, and some datas from the sub-section perinatology. Samples were all mothers who gave birth at age <20 years in Obstetrics and Gynecology department at Prof. Dr. R. D. Kandou hospital, Manado from January 1, 2013 to December 31, 2014. The results showed that there were 1,066 cases of age <20 years from 8,499 childbirths, most were 18-19 years old without any complications. About childbirth, most had head fetal presentation, spontaneous childbirth,, and birth weight 2500-3000 grams. Keywords: pregnancy, childbirth, age <20 years Abstrak: Usia merupakan salah satu faktor penting yang ikut menentukan prognosa kehamilan. Secara global komplikasi kehamilan dan persalinan merupakan penyebab kedua kematian pada wanita di usia 15 sampai 19 tahun. Kematian maternal pada wanita hamil dan melahirkan di usia di bawah 20 tahun diperkirakan 2-5 kali lebih tinggi dari pada di usia 20 sampai 29 tahun dan meningkat kembali di usia 30-35 tahun. Sekitar 20-30% wanita yang berusia dibawah 20 tahun terutama pada primipara berisiko tinggi melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) serta mengalami malformasi janin yang merupakan penyebab kematian perinatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kehamilan dan persalinan pada usia < 20 tahun dibagian Obstetri Ginekologi RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari 2013-31 Desember 2014. Jenis penelitian ini deskriptif retrospektif. menggunakan rekam medis pasien, buku partus, dan data dari sub bagian perinatologi. Sampel penelitian ialah semua ibu yang melahirkan pada usia <20 tahun di bagian Obstetri dan Ginekologi di RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari 2013 – 31 Desember 2014. Hasil penelitian memperlihatkan terdapat 1.066 kasus persalinan pada usia <20 tahun dari 8.499 total persalinan dan paling banyak terjadi pada kelompok usia 18-19 tahun, tanpa komplikasi kehamilan maupun persalinan. Mengenai persalinan, yang paling sering ditemukan ialah presentasi janin letak kepala, persalinan spontan, dengan berat badan lahir 2500-3000 gram.Kata kunci: kehamilan, persalinan, usia < 20 tahun
The Characteristics of Urinary Tract Infection and Antimicrobial Sensitivity Patterns in Pregnant Women : Karakteristik Infeksi Saluran Kemih dan Pola Sensitivitas Antimikroba pada Ibu Hamil Ishak, Ryan; Warouw, Najoan N.; Mamengko, Linda M.
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume 10 No. 3 July 2022
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32771/inajog.v10i3.1583

Abstract

Objective: To determine the comparison of uropathogenic patterns and antimicrobial sensitivity tests in pregnant women in Manado. Methods: This study was a cross-sectional study on 28 pregnant women with UTI who presented to Prof. Dr. R. D. Kandou General Central Hospital, Pancaran Kasih Hospital, and Manado City Bhayangkara Hospital in Manado from February 2021 to April 2021. The data were analyzed using Microsoft Excel software. Results: Most pregnant women with UTI were within the age range of 20-35 years, namely 16 subjects (57.14%). Most had parity status of multipara, namely 15 subjects (53.57%). For the history of UTI, most subjects had no history of UTI, namely 16 subjects (57.14%), and had no history of contraception uses, namely 20 subjects (71.43%). Most subjects also had no history of vaginal discharge, namely 18 subjects (64.29%). Of 28 pregnant women with UTI, 23 (82.14%) were asymptomatic, while 5 (17.86%) were symptomatic. E.coli was the most commonly found pathogen and was still sensitive to most antibiotics. Conclusion: The description of pregnant women with UTI in Prof. Dr. R. D. Kandou General Central Hospital, Pancaran Kasih Hospital, and Bhayangkara Hospital in Manado City was pregnant women aged 17-34 years, multigravida, in the 3rd trimester, had an education level of Elementary-High school, unemployed, under the minimum wage, had no history of UTI or contraception uses and had a history of vaginal discharge. Most pregnant women with UTI were asymptomatic. The most common bacterial growth was in E.coli, and it was still sensitive to most antibiotics. Keywords: antimicrobial, microorganism, pregnancy, UTI. Abstrak Tujuan: Untuk mengetahui perbandingan pola uropatogen dan uji kepekaan antimikroba pada perempuan hamil di kota Manado. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan potong lintang terhadap 28 perempuan hamil dengan ISK yang datang memeriksakan diri di RSUP Prof dr. R. D. Kandou Manado, RS Pancaran Kasih, dan RS Bhayangkara kota Manado dari Februari 2021 hingga April 2021. Analisis data dilakukan menggunakan program Microsoft Excel. Hasil: Kelompok usia terbanyak dengan ISK pada ibu hamil adalah 20-35 tahun sebanyak 16 orang (57,14%). Karakteristik graviditas paling banyak adalah pada kelompok multipara yaitu sebanyak 15 orang (53,57%). Hasil karakteristik kelompok tanpa riwayat ISK merupakan yang paling banyak yaitu sebanyak 16 orang (57,14%). Mayoritas peserta penelitian tidak mempunyai riwayat pemakaian KB yaitu sebanyak 20 orang (71,43%). Mayoritas peserta penelitian mempunyai riwayat flour albus yaitu sebanyak 18 orang (64,29%). Hasil sebaran distribusi ibu hamil dengan ISK, didapatkan dari 28 subyek, terdapat 23 orang (82,14%) yang tidak memiliki gejala, sedangkan 5 orang (17,86%) memiliki gejala. Hasil sebaran jenis mikroorganisme yang tumbuh pada kultur paling banyak adalah E. coli dan mikroorganisme ini masih sensitif terhadap mayoritas antibiotik. Kesimpulan: Gambaran sebaran perempuan hamil dengan ISK di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, RS pancaran Kasih, dan RS Bhayangkara di kota Manado adalah pada perempuan hamil dengan usia 17-34 tahun, multigravida, hamil trimester 3, berpendidikan SD-SMA, tidak bekerja, memiliki penghasilan di bawah UMR, tidak memiliki riwayat ISK, tidak memiliki riwayat KB, dan memiliki riwayat fluor albus. Mayoritas perempuan hamil dengan ISK tidak memiliki gejala Pertumbuhan bakteri terbanyak adalah E.coli dan mikroorganisme tersebut masih sensitif terhadap mayoritas antibiotik. Kata kunci: antimikroba, ISK, kehamilan, mikroorganisme.