Muhammad Akhdan Syafiq
Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEBIJAKAN PERPAJAKAN DAN REFOCUSING KENAIKAN BAHAN BAKAR MINYAK WUJUDKAN JAWA TIMUR OPTIMIS BANGKIT Davina Monica Ilyas; Dinda Tiara Gisani; Marshanda Devi Noor Salsabila; Muhammad Akhdan Syafiq; Nadia Marcella; Asianto Nugroho; Sapto Hermawan
Jurnal Komunitas Yustisia Vol. 5 No. 3 (2022): November, Jurnal Komunitas Yustisia
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jatayu.v5i3.55823

Abstract

Kajian ini bertujuan mengkaji Analisis Kebijakan Perpajakan dan Refocusing Bahan Bakar Minyak untuk Membuat Jawa Timur Optimis Bangkit. Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan penelitian kepustakaan (Library Research). Analisis data dilakukan secara deskriptif, data sekunder berdasarkan hasil penelitian tentang Analisis Kebijakan Perpajakan dan Refocusing BBM Membuat Optimisme Jawa Timur Bangkit kemudian dikualifikasikan, dikelompokkan, kemudian dianalisis secara cermat. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemerintah pusat melakukan refocusing pajak berupa pengurangan atau pembebasan pajak (relaksasi pajak) terkait masalah perpajakan dan ketersediaan dana dalam negeri untuk membiayai pembangunan dan kenaikan harga BBM yang ditujukan untuk mengantisipasi inflasi yang akan menyebabkan krisis ekonomi nasional. Dalam mewujudkan optimisme Jawa Timur Bangkit, ada beberapa hal yang harus diwujudkan untuk membangun komitmen dan program aksi bersama agar pengendalian inflasi dapat disegarkan dalam berbagai bentuk perlindungan ekonomi dan perlindungan sosial, dapat mengakomodir dampak kenaikan BBM. harga. harga dan kondisi di Provinsi Jawa Timur yang kondusif dan memiliki ketahanan (resilience) terhadap fluktuasi harga bahan pokok, inflasi, dan angka kemiskinan yang meningkat.
The Implications of Jurisdictional Immunity in the Enforcement of State Responsibility for Violations of Jus Cogens Norms Muhammad Akhdan Syafiq
BELLI AC PACIS (Jurnal Hukum Internasional) Vol 11, No 1 (2025): June 2025
Publisher : Faculty of Law Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/belli ac pacis.v11i1.106679

Abstract

This study examines the evolving relationship between Jurisdictional Immunity and violations of Jus Cogens norms. While Jurisdictional Immunity traditionally shields states from foreign lawsuits, this research posits that such immunity cannot be absolute in the face of Jus Cogens breaches (e.g., torture, genocide), especially considering obligatio erga omnes principles. Through a normative legal analysis, this study proposes that Jus Cogens violations by acte jure imperii should not result in impunity. Current international practice indicates a growing consensus that state immunity should not protect grave peremptory norm violations. Exceptions to absolute immunity are emerging through customary international law and domestic jurisprudence, driven by human rights protection and victim access to justice. The current fragmentation in these exceptions necessitates a binding international convention to standardize accountability and reparations. Recodification of international law and strengthened international institutions are crucial for integrating humanitarian exceptions and universal jurisdiction, thereby upholding the supremacy of international law and ensuring substantive justice.