Kegiatan bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan kolam konvensional di Pondok Pesantren Tarbiyatul Mubtadiin, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, guna meningkatkan produktivitas ikan air tawar dan mendukung kemandirian ekonomi pesantren. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya hasil panen akibat manajemen kolam yang belum standar dan minimnya penerapan teknologi tepat guna. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis budidaya ikan lele, penerapan teknologi sederhana seperti penggunaan probiotik, serta pendampingan manajerial terkait pencatatan biaya dan analisis usaha. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan tingkat kelangsungan hidup ikan hingga 85% dan rata-rata berat panen mencapai 400–450 gram/ekor, naik signifikan dibanding kondisi awal 250–300 gram/ekor. Selain peningkatan hasil budidaya, program ini juga berhasil menumbuhkan kapasitas kewirausahaan santri dan memperkuat peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-2 (Tanpa Kelaparan), ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Sinergi antara kampus dan pesantren menjadi model kolaborasi yang efektif untuk mengintegrasikan pendidikan, riset terapan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.