Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Mantra Agama: Islamic Dialectics and Local Beliefs of The Suku Anak Dalam Jambi Eli Sapina; Arfan Arfan; Abdul Halim; Zaki Mubarak; Mohd Kailani
Jurnal Studi Agama Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Studi Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsa.v6i2.14975

Abstract

This study examines the dialectics of local beliefs and religions in the form of mantras in the Suku Anak Dalam that are difficult to abandon and are still practiced even though they have embraced their new religion (Islam). This research uses a descriptive quality method by taking a location in the Suku Anak Dalam community in Pasir Putih Jambi Village. Data were obtained through interviews, observations, and documentation. The results of this study found that the Jambi Suku Anak Dalam had animist beliefs in their pre-Islamic lives, expressed by mantras in aspects of their lives. After they embraced Islam, the old beliefs they held were not completely abandoned by them. The mantras as expressions of their old beliefs were then elaborated with Islamic teachings in the form of putting basmalah utterances at the beginning of their mantras and replacing the gods with the Lord Allah as the place of asking in the mantras.
Eksistensi Yuridis Asas Kemutlakan HAM dan Maqasid Syariah pada Sanksi Pidana Mati Bagi Pengedar Narkoba Feisal Feisal; Ruslan Abdul Gani; Abdul Halim
JLEB: Journal of Law, Education and Business Vol 1, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v1i2.1180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sanksi pidana mati bagi pengedar narkoba. Pelaksanaan hukuman mati—sebagaimana diketahui—mengundang berbagai pendapat pro dan kontra, bagi pihak yang pro menganggap pidana mati dapat memberi efek jera dan harus tetap dilaksanakan sesuai peraturan perundangundangan yang ada, sedangkan pihak kontra menganggap hukuman mati seharusnya ditiadakan dengan alasan utama melanggar ketentuan Hak Asasi Manusia. Dalam UU No. 35 Tahun 2009 terdapat bebarapa jenis pidana yang dikenakan bagi terpidana kasus narkotika. Hukuman terberatnya yaitu hukuman mati. Bentuk sanksi yang demikian ini menjadi problematik jika ditinjau dari asas kemutlakan dalam Hak Asasi Manusia, demikian pula dari sudut pandang hukum Islam yang memosisikan narkoba hanya sebagai unsur memabukkan. Penelitian ini tergolong penelitian yuridis normatif yang merujuk berbagai sumber, baik sumber primer maupun sekunder. Pendekatan hukum yang digunakan dalam eksplorasi ini didasarkan pada tata cara pelaksanaan pidana mati ini telah diatur dalam UU No. 2/PNPS/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati yang Dijatuhkan Oleh Pengadilan di Lingkungan Peradilan Umum dan Militer. Mengenai teknis yang lebih spesikfik dalam eksekusi mati, diatur dalam Perkapolri No. 12 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hukuman Mati. Adapun pendekatan dari sudut pandangn hukum Islamnya adalah berbagai nalar  fiqh jinayah, yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadits, ijma, dan qiyas. Implikasi penelitian ini adalah menunjukkan bahwa terdapat ketegorisasi (tafsil) tentang hal ini. Jika melalui kajian yang akurat  dapat ditarik kesimpulan bahwa  tindak pidana pengedaran narkoba tergolong ke dalam extra ordinary crime yang secara yuridis telah diatur norma sanksi pidana mati atasnya sebagaiman terdapat dalam UU No. 35 Tahun 2009. Demikian pula dalam pandangaan hukum Islam, ia dapat digolongkan ke dalam bentuk hirabah yang penerapan sanksi hukumannya adalah ḥadd, yakni dibunuh, disalib atau dipotong tangan dan kakinya secara bersilang dan seterusnya. Kategori tersebut mensyaratkan adanya bukti bahwa ‘illat hukumnya berdampak luar biasa, luas, sporadis serta berdampak pada kerusakan yang sistemik.
Hukuman Badan Bagi Anak Dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Hukum Pidana Islam Toto Pramono; Abdul Halim; Fuad Rahman; Ruslan Abdul Gani
MOTEKAR: Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol 1, No 2 (2023): November 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v1i2.1236

Abstract

Anak merupakan amanah Allah SWT yang terlahir kedunia ini dalam keadaan fitrah (suci). Anak sebagai generasi muda merupakan penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber daya manusia bagi pembangunan nasional. Seorang anak memerlukan pembinaan serta perhatian secara khusus, terutama orangtua mereka dan pemerintah untuk mencapai perkembangan fisik, mental dan spritual secara maksimal. Aturan hukum terhadap anak yang melakukan tindak pidana di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak kemudian disempurnakan melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak. Oleh karena itu, jika anak melakukan tindak pidana maka anak tersebut akan diproses secara hukum berdasarkan undang-undang tersebut. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak lebih mengutamakan diversi dalam bentuk restoratif justice dalam hal menangani perkara anak yang terbukti melakukan tindak pidana. Menurut hukum Islam, anak yang melakukan tindak pidana tidak akan dikenakan sanksi apapun baik hukuman hudud, qishas/diyat atau pun ta’zir. Pidana bagi anak-anak yang bersalah dalam Islam dibebankan kepada orang tuanya, karena orangtua wajib mendidik anak-anaknya agar menjadi orang baik-baik. Apabila anak menjadi penjahat berarti orang tua tidak melaksanakan kewajibannya dengan baik, maka orang tualah yang menanggung akibatnya, yaitu diberi sanksi karena kelalaiannya.
The Influence of Self-Capacity Enhancement, Personality, and Managerial Competence of Madrasah Principals on the Effectiveness of State Islamic Senior High Schools in the Riau Islands Province Safiyah Riyantini; Kasful Anwar; Abdul Halim
Maneggio Vol. 3 No. 4 (2026): AUGUST - MJ
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/qyxvnf65

Abstract

This study aims to examine and analyze the effects of Self-Capacity Enhancement, Personality, and Managerial Competence of Madrasah Principals on the Effectiveness of State Islamic Senior High Schools (Madrasah Aliyah Negeri) in the Riau Islands Province, both directly and indirectly through Managerial Competence as a mediating variable. This study employed a quantitative approach using a survey method. The respondents consisted of 207 teaching and educational staff from three State Islamic Senior High Schools in the Riau Islands Province. Data were collected using questionnaires and analyzed using path analysis. The results of the study indicate that: (1) Self-Capacity Enhancement (X₁) has a positive and significant effect on the Managerial Competence of Madrasah Principals (X₃), with a path coefficient of 0.379 and a significance value of 0.000; (2) Personality (X₂) has a positive and significant effect on Managerial Competence (X₃), with a path coefficient of 0.419 and a significance value of 0.000; (3) Self-Capacity Enhancement (X₁) and Personality (X₂) simultaneously have a significant effect on Managerial Competence (X₃), with an R² value of 0.507, indicating that 50.7% of the variance in Managerial Competence is explained by these two variables; (4) Self-Capacity Enhancement (X₁) has a positive and significant effect on Madrasah Effectiveness (X₄), with a path coefficient of 0.266 and a significance value of 0.000; (5) Personality (X₂) has a positive and significant effect on Madrasah Effectiveness (X₄), with a path coefficient of 0.150 and a significance value of 0.008; (6) Managerial Competence (X₃) has a positive and significant effect on Madrasah Effectiveness (X₄), with a path coefficient of 0.509 and a significance value of 0.000; (7) Self-Capacity Enhancement, Personality, and Managerial Competence simultaneously have a significant effect on Madrasah Effectiveness, with an R² value of 0.667, indicating that 66.7% of the variance in Madrasah Effectiveness is explained by these three variables; (8) Managerial Competence mediates the effect of Self-Capacity Enhancement on Madrasah Effectiveness, with an indirect effect of 0.193; and (9) Managerial Competence mediates the effect of Personality on Madrasah Effectiveness, with an indirect effect of 0.213. The implications of the study indicate that the Managerial Competence of Madrasah Principals is the variable with the strongest direct effect on Madrasah Effectiveness, with a path coefficient of 0.509. Furthermore, Managerial Competence serves as an important mechanism linking the Self-Capacity Enhancement and Personality of Madrasah Principals to Madrasah Effectiveness. Therefore, continuous efforts to develop self-capacity, strengthen personality, and enhance the managerial competence of Madrasah Principals are essential as strategies for improving the effectiveness of State Islamic Senior High Schools in the Riau Islands Province.
The Influence of Institutional Goals, Participation, and Lecturer Commitment on Lecturers’ Performance University of Riau Yundri Akhyar; Martinis Yamin; Abdul Halim
Maneggio Vol. 3 No. 4 (2026): AUGUST - MJ
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/06hc1q60

Abstract

This study aims to analyze the influence of institutional goals, participation, and lecturer commitment on lecturer performance at the University of Riau. The research employed a quantitative correlational design. The population consisted of 1,464 permanent lecturers registered in SINTA, from which a sample of 147 was selected using proportional stratified random sampling. Data were collected through a five-point Likert scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using multiple regression and mediation testing with the bootstrap method to examine both direct and indirect effects. The results revealed that institutional goals, participation, and lecturer commitment have positive and significant effects on lecturer performance, with an adjusted R² value of 0.63, indicating that these three variables explain 63% of the variance in lecturer performance. Lecturer commitment showed the most dominant effect and partially mediated the relationship between institutional goals and lecturer performance. These findings indicate that lecturer performance is determined not only by structural factors such as institutional goal clarity but also by psychological factors such as engagement and commitment. The study implies that strengthening institutional communication, encouraging lecturer participation in decision-making, and developing professional commitment are essential strategies to achieve sustainable academic excellence.