Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Biokonsentrasi Timbal Dan Kadmium Terhadap Penaeus merguiensis Dalam Air Dan Sedimen Di Perairan Desa Sungsang I Ita Emilia; Yunita Panca Putri; Jumingin Jumingin; Syamsul Rizal; Rangga Rangga
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 19 No. 2 (2022): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v19i2.9874

Abstract

Sungsang Village is located at the mouth of the Musi River making this area dense with settlements and transportation activities, this contributes to damage and results in decreased water quality. This study aims to analyze the concentrations of Pb and Cd in water, sediment and white shrimp (Penaeus merguiensis) and examine the level of accumulation of Pb and Cd through the BCF values of Pb and Cd in white shrimp (Penaeus merguiensis) in water and sediment in the waters of Sungsang I Village. Results the study showed that the average concentration of Pb in water in the waters of Sungsang I Village was 0.104 mg/L, exceeding the threshold value in Kep.Minister of State for the Environment No. 51 of 2004. The average Pb content in sediments is 24.892 mg/Kg, still below the quality standards of the Guidelines for the Protection and Management of Aquatic Sediment Quality in Ontario. The average concentration of Pb in jerbung shrimp is 0.809 mg/Kg, this value exceeds the limit set by BPOM. The results of the Cd test showed that the average water content, sediment, and jerbung shrimp were 0.013 mg/L, 0.174 mg/Kg and 0.127 mg/Kg. The BCF Pb value of shrimp-sediment was 7.779 and BCF Pb of shrimp-sediment was 0.033. The BCF Cd of shrimp-sediments was 9.769 and the BCF Cd of shrimp-sediments was 0.730. The Pb and Cd bioconcentration values of the jerbung shrimp (Penaeus merguiensis) in water and sediment are included in the low accumulative category, because the BCF value is <100.
TARAF INTENSITAS BUNYI KENDARAAN BERMOTOR DI JALAN RAYA PADA AKTIVITAS PENGUKURAN SIANG HARI Jumingin Jumingin
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 14 No. 2 (2017): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.428 KB) | DOI: 10.31851/sainmatika.v14i2.1488

Abstract

A research on the sound intensity level of motor vehicles in Demang Lebar Daun Street, Palembang city has been done in various daytime measurement activities. This study aimed to compare the measurement results of sound intensity level at various times of measuring activity during the daytime. The research method used was purposive sampling. Measurement points were done along Jalan Demang Lebar Daun Palembang City, with distance between measurement points was 100 meter and was done at distance of 5 m from curbside with measurement time done at 07.00, 10.00, 15.00 and 20.00 WIB. The data obtained were analyzed by using One-factorial analysis of variance. Measurement results showed that the lowest intensity level was obtained on 20.00 WIB at 71.38dB and the highest was on 07.00 WIB with 73.95dB. Analysis of variance showed that the level of vehicle sound intensity at the time measurement on 20.00 WIB showed a significant difference compared to the measuring activity time at 07.00, 10.00 and 15.00 WIB. From BNT test with 99% confidence level showed that between the measurement activity Time on 07.00 and 10.00 WIB there was a very significant difference with the level of significance was smaller than a = 1%. Keywords : Sound intensity level, sound activity, Demang Lebar Daun street ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang taraf intensitas bunyi kendaraan bermotor di Jalan Demang Lebar Daun Kota Palembang pada berbagai aktivitas pengukuran siang hari. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pengukuran taraf intensitas bunyi pada berbagai waktu aktivitas pengukuran pada siang hari. Metode penelitian yang digunakan adalah purpossive sampling. Dengan titik pengukuran dilakukan sepanjang Jalan Demang Lebar Daun Kota Palembang, dengan jarak antar titik pengukuran 100 meter dan pengukuran dilakukan pada jarak 5 meter dari tepi jalan dengan waktu pengukuran dilakukan pada pukul 07.00, 10.00, 15.00 dan 20.00 WIB. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam satu faktorial. Dari hasil pengukuran menunjukkan bahwa taraf intensitas terendah diperoleh pada pukul 20.00 WIB sebesar 71,38dB dan tertinggi pada pukul 07.00 WIB sebesar 73,95dB. Dari analisis sidik ragam menunjukkan bahwa taraf intensitas bunyi kendaraan bermotor pada waktu aktivitas pengukuran pukul 20.00 WIB menunjukkan perbedaan yang nyata dibandingkan dengan waktu aktivitas pengukuran pada pukul 07.00, 10.00 dan 15.00 WIB. Dari uji BNT dengan tingkat kepercayaan 99% menunjukkan bahwa antara waktu aktivitas pengukuran pada pukul 07.00 dan 10.00 WIB terdapat perbedaan yang sangat nyata dengan taraf signifikansi lebih kecil dari a=1%. Kata Kunci: Taraf intensitas bunyi, aktivitas pengukuran, jalan Demang Lebar Daun
Analisis Faktor Lokasi Pengukuran Terhadap Tingkat Kebisingan (Studi Kasus: Jalan Demang Lebar Daun Kota Palembang) Jumingin Jumingin; Mohammad Ramadhani
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 15 No. 1 (2018): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.358 KB) | DOI: 10.31851/sainmatika.v15i1.1902

Abstract

A research on Space Level Influence Analysis (Case Study: Jalan Demang Lebar Daun Kota Palembang) has been conducted. The purpose of this research was to understand various factors of location of road (flat straight road, flat road cornering, uphill road, downhill road, road containing traffic light and road turning road). The research method was purposive sampling. With the measurement point in accordance with the factors that exist along Jalan Demang Lebar Daun Kota Palembang and the measurement was done at a distance of 5 meters from the edge of the road and measuring the day (07.00, 10.00, 15.00 and 20.00 WIB). The data obtained were analyzed by using one factorial variety analysis (location factor). From the measurement results showed that the lowest disturbance of 70.27 dB on the flat road turns cornering location 10 and the highest sound of 75.67 dB on the road containing the traffic light of the location 7. From the results of existing fingerprints that affect noise. From the BNT test with a 99% confidence level indicating that the street noise level containing the traffic lights of the 7 locations was very noticeable with the noise level on flat straight roads, flat road cornering and down road with significance smaller than α = 1%.ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang Analisis Faktor Lokasi Pengukuran terhadap Tingkat Kebisingan (Studi Kasus: Jalan Demang Lebar Daun Kota Palembang). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat kebisingan yang ditimbulkan pada berbagai faktor lokasi jalan (jalan datar lurus, jalan datar agak menikung, jalan menanjak, jalan menurun, jalan yang terdapat traffic light dan jalan terdapat putar arah). Metode penelitian yang digunakan adalah purpossive sampling. Dengan titik pengukuran dipilih sesuai dengan faktor lokasi yang ada di sepanjang Jalan Demang Lebar Daun Kota Palembang dan pengukuran dilakukan pada jarak 5 meter dari pinggir jalan dan dilakukan aktivitas pengukuran siang hari (pukul 07.00, 10.00, 15.00 dan 20.00 WIB). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam satu faktorial (faktor lokasi). Dari dasil pengukuran menunjukkan bahwa kebisingan terendah sebesar 70,27 dB di jalan datar agak menikung lokasi 10 dan kebisingan tertinggi sebesar 75,67 dB di jalan yang terdapat traffic light  lokasi 7. Dari analisis sidik ragam menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan faktor lokasi pengukuran terhadap tingkat kebisingan. Dari uji BNT dengan tingkat kepercayaan 99% menunjukkan bahwa tingkat kebisingan pada jalan terdapat traffic light lokasi 7 berbeda sangat nyata dengan tingkat kebisingan pada jalan datar lurus, jalan datar menikung dan jalan menurun dengan taraf signifikansi lebih kecil dari a=1%.Kata kunci: Kebisingan, Faktor Lokasi, Demang Lebar Daun
Pembuatan Rangkaian Elektronika yang Bermanfaat dalam Kehidupan Sehari-hari bagi Pelajar Kelas XII Jumingin Jumingin; Atina Atina; Parmin Lumban Toruan; Gelen Pranata; Heru Prasetio
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 6 NOMOR 2 SEPTEMBER 2022 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.219 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v6i2.10433

Abstract

Salah satu bentuk kegiatan pembelajaran di Sekolah khususnya mata pelajaran fisika akan lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa dan siswi adalah dengan menggunakan media pembelajaran atau praktek langsung sesuai dengan tema yang terkait. Pada pokok bahasan kelistrikan, siswa akan lebih tertarik dan mudah memahami materi dengan langsung praktek membuat rangkaian elektronika tertentu. Sebagai contoh rangkaian pengusir nyamuk, flip-flop, strobo kendaraan bermotor, pendeteksi kebocoran gas dan sebagainya. Tentunya rangkaian/alat-alat yang dihasilkan mempunyai harga ekonomi yang sangat baik.  PKM ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan rangkaian elektronika sederhana yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir pada 8 Desember 2020. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan pelatihan.  Peserta kegiatan berjumlah 55 orang siswa kelas XII. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias karena dapat langsung mengenal komponen-komponen elektronika yang selama ini dipalajari secara teori. Selain itu, kerinduan akan pembelajaran tatap muka juga menjadi penyemangat dalam kegiatan ini. Hal ini karena kegiatan tatap muka di sekolah ditiadakan selama beberapa waktu akibat pandemic COVID-19. Namun pada kegiatan ini, peserta dapat mengikuti secara langsung tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan PKM ini dinilai sangat baik dan tepat oleh para siswa untuk memahami materi dan dapat memberikan nilai ekonomis di masyarakat.
Variasi Pupuk Cair Limbah Tempe Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Caisim (Brassica juncea L.) Dengan Hidroponik Sistem Wick Yunita Panca Putri; Inka Dahlianah; Jumingin Jumingin; Suhal Nur Rahma; Bianto Bianto
Environmental Science Journal (esjo) : Jurnal Ilmu Lingkungan 2022: Volume 1 Nomor 1 Desember 2022
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/esjo.v1i1.11072

Abstract

Utilization of tempe liquid waste from the boiling and soaking process can be made as liquid fertilizer. Liquid fertilizer contains beneficial bacteria to fertilize soil and plants. The role of beneficial bacteria in this liquid fertilizer is to bind nitrogen (N), phosphorus (P), potassium (K) and other elements for plant needs, so as to increase plant productivity. The purpose of this research was to examine variations in the application of liquid fertilizer from tempe waste to growth of caisim mustard plants (Brassica juncea L) with wick hydroponic system. This study despised a completely randomized with 5 treatment 4 nameli with. is P0 (control/no nutrition ), P1 (150 ml liquid fertilizer by tempe waste /liter of water), P2 (200 ml liquid fertilizer by tempe waste /liter of water), P3 (250 ml liquid fertilizer by tempe waste /liter of water), P4 (300 ml liquid fertilizer by tempe waste /liter of water). And four replicates. The data is analyzed by partial print analysis (ANSIRA). The parameters observed are the height of the plant, how much of leaves, the weigh . The results showed that giving nutrition of liquid fertilizer by tempe waste have a significant effect on plant height, number of leaves and wet height from caisim mustard plants (Brassica juncea L). The highest treatment was obtained at the dose 200 ml for all parameters with an average of height of plant was 16,5 cm, successively the average number of leaves was 8,25 strands, and a wet weight of plant was 2,85 grams.