This Author published in this journals
All Journal Jurnal USAHA
Nur Muhammad Jihad Familly
UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS USAHA MIKRO MIE AYAM DAN BAKSO MAS JANGKUNG SEBAGAI PROSPEK BISNIS DI WILAYAH BEKASI JAWA BARAT Nur Muhammad Jihad Familly
Jurnal USAHA Vol 3, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/juuk.v3i2.1563

Abstract

Mengutip buku Sukses Wirausaha Gerobak karangan Herman Ichsan Pangestu, berdasarkan sejarah, mie pertama kali dibuat di daratan China sekitar tahun 25-200 M pada masa pemerintahan dinasti Han.Pada tahun 2005, ditemukan mie tertua yang berumur 4000 tahun di China. Penemuan mie di mangkuk yang terkubur sedalam 3 meter ini menjadi bukti bahwa mie pertama kali dibuat oleh penduduk China. Dari China, pembuatan mie terus berkembang dan menyebar ke Jepang, Korea, Taiwan, negara Asia Tenggara, bahkan ke benua Eropa. Lalu, mie pertama kali masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan. Dalam buku Etnografi Kuliner: Makanan dan Identitas Nasional oleh Adzkiyak, disebutkan bahwa mie yang pertama kali masuk ke Indonesia berbahan daging babi. Namun karena banyaknya kerajaan Islam di Indonesia, bahan dasarnya pun diganti menggunakan daging ayam. Selanjutnya, tercipta lah mie ayam yang merupakan perpaduan sederhana dari mie, daging ayam, bumbu kental, dan dilengkapi sawi rebus. Salah satunya penyajian mie ayam dengan topping seperti ceker, jamur, bakso, pangsit, dan lain-lain. Ada juga mie ayam yang disajikan dengan pangsit sebagai mangkuknya. Inovasi ini bertujuan untuk menarik perhatian pembeli.