Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Applying Project-Based Learning To Reinforce Students’ Character Nurfuadi Nurfuadi; Nurkholis Nurkholis
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1412

Abstract

Keterampilan abad 21 menjadi perhatian khusus bagi semua pendidik karena tantangan yang akan dihadapi generasi muda di masa depan. Dan pendidik memiliki tugas penting untuk menerapkan metode pengajaran yang tepat untuk mendukung siswa dalam mencapai kompetensi tersebut. Kehadiran indikator atas capaian belajar dalam pendidikan karakter yang dikenal dengan sebutan “4C” (Komunikasi, Kolaborasi, Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, Kreativitas dan Inovasi) dianggap sebagai komponen penting yang tidak dapat dipisahkan dalam bidang kehidupan. Keempat keterampilan ini juga termasuk dalam model pembelajaran yang diberi nama pembelajaran berbasis proyek. Pembelajaran ini merupakan model pengajaran yang dapat mengarahkan siswa untuk mengalami proses inkuiri. Siswa diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai dasar penilaian bagi guru dalam konteks pendidikan karakter. Maka secara garis besar topik yang diangkat dalam penulisan ini yaitu konsep pembelajaran berbasis proyek, kemudian gambaran umum tentang pendidikan karakter, dan terakhir juga mengulas beberapa teori keterampilan 4C untuk dapat memperkuat pembentukan karakter siswa.
Penerapan Model Project Based Learning (PjBL) dalam Meningkatkan Critical Thinking Peserta Didik pada Pelajaran IPAS Ragil Sunita; Sati Sati; Nurkholis Nurkholis
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4725

Abstract

This research is motivated by the low level of critical thinking skills of class V. this can be evidenced by the results of observations and interviews conducted with class v teachers, which show that student are quite responsive in answering questions, but they are not yet able to answer questions that require explanation. Out of the 12 students, only 4 students are actively asking questions during learning. This is because the learning model used is less effective and does not motivate students. This research aims to enhance students critical thinking skills by implementing the Project Based Learning (PjBL) model. This research employs a Classroom Action Research (CAR) methodology. The research design is based on the Kemmis and Taggart model, which encompasses four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The research findings indicate a significant improvement in students critical thinking skills, with a 50% increase in cycle I and an 83,33% increase in cycle II following the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Matematika Much. Iqbal; Sati Sati; Nurkholis Nurkholis
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4747

Abstract

This research was motivated by the low learning outcomes of students in Mathematics subjects. This research aims to improve student learning outcomes in mathematics subjects through the application of the Problem Based Learning model. The research method used in this research is classroom action research (PTK) which consists of 2 cycles, where each cycle consists of 1 meeting with activity stages including planning, implementation, observation and reflection. In the initial conditions, student learning outcomes were still low. This is because teachers have not implemented innovative learning models. Thus, students are less able to find, analyze and conclude the area of ​​a flat rectangular shape. Therefore, Classroom Action Research (PTK) was carried out by applying the Problem Based Learning (PBL) model with the hope that the final conditions would experience an increase in student learning outcomes. The results of the research showed that in the pre-cycle the percentage of learning outcomes was 35.71%, there was an increase in student learning outcomes in cycle I of 64.29% and cycle II of 85.71% after implementing the Problem Based Learning (PBL) learning model in Mathematics learning .
Peran Konselor terhadap Anak Broken Home: Analisis Dampak Fanny Septiany Rahayu; Nurkholis Nurkholis
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 7 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v7i2.19437

Abstract

Broken home diartikan sebagai kondisi keluarga yang itdak serasi dan tidak berfungsi sebagai mana semestinya karena sering terjadi perselisihan yang berujung pada perrpisahan atau perceraian. Anak-anak yang broken home tidak hanya anak-anak yang berasal dari perceraian orang tua, tetapi juga anak-anak yang berasal dari keluarga yang tidak utuh atau tidak harmonis. Banyak faktor yang melatarbelakangi broken home, termasuk pertengkaran orang tua, perceraian, dan kesibukan orang tua sehingga memunculkan dampak broken home terhadap psikologis anak antara lain yaitu anak-anak mulai menderita kecemasan dan ketakutan yang tinggi. anak-anak merasa terjepit di tengah, karena harus memilih antara ibu atau ayah, anak sering memiliki rasa bersalah dan memungkinkan anak-anak dapat membenci salah satu orang tua mereka. Salah satu upaya yang dapat dilakukan Konselor untuk mengatasi keluarga broken home adalah konselor dapat melaukukan konseling keluarga yaitu terdiri dari interaksi antar keluarga, kontrak awal sebelum melakukan konseling. Hal ini bertujuan untuk membantu keluarga berkomunikasi pada sesi awal, serta meningkatakan kesadaran dan dinamika keluarga, memadukan konseling individual dengan kerja keluarga keseluruhan. Konseling keluarga juga melibatkan seluruh anggota keluarga.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS IV A SDN 1 CIRENDANG KECAMATAN KUNINGAN KABUPATEN KUNINGAN Panji Rizalul Fatah; Andi Ali Kisai; Nurkholis Nurkholis; Ena Labudasari
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 7 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v7i1.1424

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi awal pembelajaran sebelum menggunakan model Problem Based Learning (PBL), mengetahui proses pembelajaran, dan mengetahui hasil pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran IPAS pada siswa kelas IV A SDN 1 Cirendang Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan. Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui lembar observasi guru, lembar observasi siswa, dan soal tes hasil belajar dengan menggunakan analisis rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kondisi awal hasil belajar siswa sebelum menggunakan model Problem Based Learning (PBL) persentase kentuntasan belajarnya sebesar 37% (Kurang Baik). Proses pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) untuk persentase aktivitas guru selama pembelajaran pada siklus I sudah mencapai 85,86% (Baik) dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 96,73% (Baik Sekali). Sedangkan persentase aktivitas siswa selama proses pembelajan pada siklus I sudah mencapai 82,60% (Baik) dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 94,56% (Baik Sekali). Selanjutnya hasil pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) diperoleh persentase pada siklus I sudah mencapai 41% (Kurang baik) dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 89% (Baik). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Peningkatan Hasil Belajar IPAS Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada Siswa Kelas IV A SDN 1 Cirendang Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan sudah tercapai.
IMPROVING TEACHERS' COMPETENCE IN IDENTIFYING STUDENTS' LEARNING STYLES Nurkholis Nurkholis; Agnita Prihandini; Ainun Husna; Anggi Eka Pratiwi; Anggun Nurani; Anita Pipit Aziz
Jurnal Abdisci Vol 3 No 3 (2026): Vol 3 No 3 Tahun 2026
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v3i3.737

Abstract

Background. One of the key factors that determine the success of learning is the teacher's ability to identify students' learning styles. Each individual has a unique learning style—such as visual, auditory, or kinesthetic—which influences how they absorb, process, and understand information. However, many teachers, especially at the elementary school level, still face challenges in recognizing and adapting their teaching methods to meet students' learning needs.Aims. The training program for enhancing teachers' competence in identifying students' learning styles aims to improve teachers' understanding and ability to implement teaching strategies that align with the individual needs of students. The training materials covered an introduction to four types of learning styles (visual, auditory, kinesthetic, and verbal) and effective methods for identifying these styles, including diagnostic assessments and direct observation. Result. The evaluation results indicated a significant improvement in participants' understanding and skills, supported by questionnaire data and direct observations. This training provided new insights and practical strategies for teachers to create more effective and adaptive learning experiences tailored to students' needs.Conclusion. This training provided new insights and practical strategies for teachers to create more effective and adaptive learning experiences tailored to students' needs.Implementation.This training was conducted at SDN Pelandakan 1, targeting teachers from SDN Pelandakan 1 and SDN Pelandakan 2, involving 45 to 50 participants. The training methods included interactive lectures, practical simulations, and reflection-based evaluations.