Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) SEBAGAI ALTERNATIF PENCEGAHAN COVID 19 DI KELOMPOK WANITA TANI “ANGGREK” KOTA TARAKAN Sekar Inten Mulyani; Nia Kurniasih; Ahmad Mubarak; Galih Yogi Rahajeng; Nurlela Machmuddin; Muhammad Arbain; Zulhafandi Zulhafandi; Wanda Intan Kristanti; Danang Danang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v6i3.2986

Abstract

Sektor Pertanian memiliki beragam kekayaan hayati berupa tanaman yang dapat dimanfaatkan  untuk  menjaga  imun  dan  pencegahan  covid-19.  Beberapa  tanaman yang mudah didapat dan tersedia di beberapa pekarangan rumah memiliki khasiat yang sangat baik untuk diramu menjadi minuman maupun produk antiseptik untuk melindungi tubuh dari virus maupun kuman..Tujuan dari pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah memberikan pengetahuan serta keterampilan dalam pembuatan handsanitaser berbahan alam yaitu dari tanaman lidah buaya dan pembuatan acar bawang putih sebagai suplemen peningkat imun tubuh. Program dilaksanakan  di  Kelurahan  Juata  Kerikil  dengan  sasaran  anggota  Kelompok Wanita Tani  “Anggrek”.  Metode yang  digunakan  adalah  melalui  penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi.. Kegiatan penyuluhan tentang pemanfaatan obat keluarga (TOGA) sebagai alternative pencegahan covid 19 di kelompok tani “Anggrek yakni : tahap pertama, melalui sosialisasi/edukasi peserta dapat mengenali pemanfaatan berbagai macam TOGA untuk imunitas dan handsanitizer. Tahap kedua adalah pelatihan pembuatan Handsanitizer dari bahan dasar lidah buaya dan suplemen penambah imunitas dari bawang putih. Tahapan terakhir ialah melakukan evaluasi  dengan menggunakan kuisioner dengan hasil 50% peserta puas terhadap kegiatan pelatihan dan 41,67% merasa sangat puas, sisanya menyatakan cukup puas, itu artinya mayoritas masyarakat puas dengan kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan.
Intensi Berwirausaha Petani Di Kota Tarakan Ahmad Mubarak; Fauzi Hidaya; Syarif Syarif
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.291

Abstract

Keinginan petani untuk berwirausaha berdampak pada kemampuan petani untuk membentuk usaha baru dalam upaya meningkatkan nilai tambah produk hasil-hasil pertanian. Menumbuhkan niat berwirausaha petani merupakan sebuah solusi yang komprehensif dalam pembangunan pertanian di Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan di kecamatan Tarakan Barat, Utara dan Timur kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hubungan antara norma subjektif, karakteristik kewirausahaan petani dan kompetensi kewirausahaan petani dalam membentuk intensi berwirausaha petani (2) mengetahui pengaruh antara norma subjektif, karakteristik kewirausahaan petani dan kompetensi kewirausahaan petani teehadap intensi berwirausaha petani. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 150 petani. Pengumpulan data dilakukan menggunakan survei dengan penyebaran kuesioner dan wawancara. Pengujian model analisis data dengan analisis deskritif dan SEM menggunakan program AMOS 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara norma subjektif dengan kompetensi kewirausahaan sangat kuat yaitu 0.510, dan karakteristik kewirausahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha dengan nilai koefesien sebesar 0,975, kompetensi kewirausahaan berpengaruh negatif terhadap intensi berwirausaha dengan nilai koefesien sebesar -0,080, dan norma subjektif berpengaruh positif terhadap intensi berwirausaha dengan nilai koefesien sebesar 0.100.
Evaluasi Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Seledri (Apium graveolens L) pada Penggunaan Sistem Irigasi Tetes Muhammad Haerul; Mardhiana Mardhiana; Ahmad Mubarak
JURNAL PERTANIAN Vol 17, No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v17i2.7622

Abstract

Efficient water management is essential for sustainable horticultural production, particularly for high-value crops such as celery (Apium graveolens L.). Conventional irrigation methods often result in significant water losses, emphasizing the need for more precise irrigation systems. Drip irrigation offers improved water efficiency by maintaining soil moisture within the root zone; however, its effectiveness is influenced by irrigation duration. This study evaluated the effects of different drip irrigation durations on the growth and yield of celery and identified the optimal irrigation duration under greenhouse conditions. The experiment was conducted from December 2024 to September 2025 at the greenhouse of the Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan, using a randomized complete block design with four treatments and six replications. The treatments included manual watering and drip irrigation applied for 10, 15, and 20 minutes. Growth and yield parameters observed were plant height, number of leaves, number of tillers, fresh weight, and dry weight. Data were analyzed using analysis of variance followed by the least significant difference test at the 5% level. The results showed that irrigation duration significantly affected all measured parameters. Drip irrigation applied for 20 minutes consistently produced the highest growth and yield, resulting in the greatest plant height (17.78 cm), number of leaves (11.78), number of tillers (4.33), fresh weight (64.03 g), and dry weight (11.17 g). These findings suggest that a 20-minute drip irrigation duration is optimal for improving celery growth and yield under greenhouse conditions.