Selvi Oktavia
Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Philosophy of Materialism and Philosophy of Naturalism Ayut Nursusanti; Jessica Andriany; Resa Agustina; Arita Wahyuni; Hestia Alika K; Selvi Oktavia
Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH) Vol. 1 No. 3 (2022): December 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jiph.v1i3.1982

Abstract

This article looks at the historical materialism approach of Karl Max and naturalism according to J.J Rousseau. Materialism is an understanding that only relies on material that does not believe in what is behind the unseen world. Not believing in the unseen world means not believing in the existence of a power that controls the universe and that automatically denies the existence of God as the creator of the universe, because according to this understanding nature and everything in it originate from one source, namely matter. Marx believed that human intellectual development was determined by the material conditions of human life. That is, material needs precede consciousness. This theory is often called historical materialism. Naturalism is a school that believes in nature and also milieu (environment). The flow of naturalism views that the child created by the creator is good while the environment is bad. Naturalism is a school that believes in nature and also milieu (environment). The flow of naturalism views that the child created by the creator is good while the environment is bad.
Perspektif Studi Gender Terhadap Transgender di Indonesia Sarmauli Sarmauli; Ria Yohana; Selvi Oktavia; Sri Anjini
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v1i2.19

Abstract

Gender bukanlah konsep universal; sebaliknya, hal ini bersifat relatif dan bervariasi dalam berbagai konteks, dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan waktu. Penelitian ini menyoroti pentingnya memahami identitas transgender, yang menantang gagasan tradisional tentang gender dan seks, dan menekankan perlunya perspektif berbeda yang melampaui determinisme biologis. Penelitian tersebut menguraikan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh individu transgender, termasuk stigma sosial, diskriminasi, dan masalah kesehatan mental, yang secara signifikan dapat berdampak pada kesejahteraan dan akses mereka terhadap hak-hak dasar. Hal ini juga mengatasi kebingungan yang dialami banyak individu transgender mengenai identitas mereka, saat mereka menavigasi ekspektasi masyarakat dan perasaan pribadi tentang gender mereka. Penelitian ini bertujuan untuk berkontribusi pada wacana akademis tentang gender dengan memberikan wawasan tentang pengalaman hidup individu transgender dan hambatan yang mereka temui dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan melakukan hal ini, upaya ini bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman dan penerimaan yang lebih besar terhadap komunitas transgender di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memperkaya bidang studi gender dengan menawarkan analisis komprehensif mengenai perspektif transgender, sehingga mendorong inklusivitas dan kesadaran baik dalam konteks akademis maupun sosial. Temuan ini diharapkan dapat menjadi sumber berharga bagi para pendidik, pembuat kebijakan, dan advokat yang berupaya memperjuangkan hak dan pengakuan individu transgender.