p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Gatranusantara
Khetye Saba
FKIP Undana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

“AKU BISA, KAMU BISA” : INTERVENSI PADA ANAK NORMAL UNTUK MEMBANTU ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SEKOLAH DASAR INKLUSIF Khetye Saba
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 2 (2022): Edisi Okotober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan salah satu cara untuk menjamin bahwa semua anak benar-benar memperoleh pendidikan dan pemeliharaan yang berkualitas dan layak. Di dalam model pendidikan inklusif, siswa-siswa dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi, ras, kondisi fisik dan psikologis belajar bersama-sama. Perbedaan individual diakui dan dihargai sehingga setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan, bakat dan minat mereka. Model pendidikan inklusif memberikan kesempatan terbaik bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Artikel ini mengkaji tentang intervensi yang dilakukan pada siswa Sekolah Dasar yang tergolong normal untuk membantu siswa yang tergolong anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam memahami materi dan mengikuti proses belajar di sekolah Inklusif dengan baik, serta dapat lebih maksimal dalam mencapai atau memenuhi tugas perkembangannya. Setelah dilakukan intervensi, terdapat perubahan yaitu siswa-siswa yang tergolong normal mau membantu siswa yang tergolong ABK, adapula siswa yang tergolong ABK membantu teman yang juga tergolong ABK. Siswa-siswa lebih peka untuk saling membantu terutama pada mata pelajaran olahraga dan permainan yang dilakukan secara berkelompok. Siswa-siswa belajar bahwa keberhasilan kelompok dihasilkan dari kerja sama dan saling membantu antar anggota kelompok meskipun anggotanya berbeda-beda (ada yang tegolong normal dan ada yang tergolong ABK). Tidak semua siswa mengalami perubahan yang diharapkan dari intervesi ini. Ada siswa yang kurang peka, tidak mau membantu ataupun dibantu oleh temannya, dan lebih senang melakukan aktivitas sesuai keinginannya sendiri. Dengan demikian perlu dilakukan intervensi selanjutnya pada siswa-siswa agar dapat bekerja sama dan saling membantu.
GAMBARAN PENERIMAAN ORANGTUA TERHADAP ANAK TUNADAKSA DI SLB ASUHAN KASIH KOTA KUPANG Khetye Saba; Adelina Liunokas
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kebutuhan-kebutuhan anak tunadaksa dan gambaran penerimaan orangtua terhadap anak tunadaksa di SLB Asuhan Kasih, Kota Kupang, NTT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi, dan dianalisis dengan proses reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi, dilakukan kepada empat informan yaitu orangtua yang memiliki anak tunadaksa, bertempat tinggal di Kota Kupang selama tiga bulan, penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Maret 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh kebutuhan anak tunadaksa yaitu kebutuhan komunikasi, mobilisasi, memelihara diri, sosial, psikologis, pendidikan dan kekaryaan. Penerimaan pada masing-masing orangtua berbeda-beda yang ditunjukkan berdasarkan empat aspek penerimaan orangtua yaitu menghargai anak sebagai individu dengan segenap perasaan mengakui hak-hak anak dan memenuhi kebutuhan untuk mengekspresikan diri, menilai anak sebagai diri yang unik sehingga orangtua dapat memelihara keunikan anaknya tanpa batas agar mampu menjadi pribadi yang sehat, mengenal kebutuhan-kebutuhan anak untuk membedakan dan memisahkan diri dari orangtua dan mencintai pribadi yang mandiri, dan mencintai anak tanpa syarat.