Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

EFEKTIFITAS RUANG TERBUKA PUBLIK KECAMATAN SARIO KOTA MANADO Kalesaran, Rivino; Wuisang, Cynthia E.V; Moniaga, Ingerid L
SPASIAL Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang terbuka publik adalah suatu tempat umum dimana masyarakat melakukan aktivitas rutin dan fungsional yang mengikat sebuah komunitas, baik rutinitas normal dari kehidupan sehari-hari maupun dalam perayaan yang periodik.Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sario Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara.Ruang Terbuka Publik di Kecamatan Sario terdiri dari berbagai aktivitas, diantaranya aktivitas olahraga, sosial politik, keagamaan/peribadatan massal, dan rekreasi. Fasilitas yang terdapat di Ruang Terbuka Publik kecamatan Sario Kota Manado diantaranya area jogging track, lapangan terbuka, lapangan basket, tempat duduk, pelataran beratap, pedestrian, drainase, tiang bendera. Elemen-elemen pendukung yaitu toilet, vegetasi, tempat sampah, lampu penerangan dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi akan keberadaan ruang terbuka publik di kecamatan Sario Kota Manado kemudian menghitung tingkat efektifitas ruang terbuka publik yang telah ada berdasarkanPeraturan Mentri Pekerjaan Umum No 5 Tahun 2008. Dari hasil yang diperoleh, fasilitas dan elemen ruang terbuka publik yang ada di kecamatan Sario Kota Manado masih belum efektif dan masih kurang fasilitas. Kata Kunci : Efektifitas, Ruang Terbuka Publik, Elemen Ruang Terbuka Publik, Peraturan Mentri, Kecamatan Sario.
ANALISIS KEBUTUHAN PRASARANA DAN SARANA PARIWISATA DI DANAU UTER KECAMATAN AITINYO KABUPATEN MAYBRAT PROPINSIS PAPUA BARAT Way, Irma Herlina; Wuisang, Cynthia E.V; Supardjo, Suryadi
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan yang mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa dengan mensejahterakan komunitas masyarakat lokal jika mampu dikelola dengan baik.Pariwisata Danau Uter yang memiliki keindahan alam yang sangat indah yang merupakan objek wisata unggulan di Kabupaten Maybrat.Untuk menjadikanKawasan Wisata Danau Uter sebagai Kawasan wisata yang terkenal dan diminati oleh wisatawan, kawasan tersebut harus memiliki suatu potensi yang dapat dijadikan daya tarik tersendiri Untuk memanfaatkan potensi yang ada dapat dilakukan dengan analisis lebih lanjut, salah satunya adalah analisis sarana dan prasarana di Kawasan wisata tersebut, khususnya di Kawasan Wisata Danau Uter Kabupaten Maybrat, harus dianalisis guna mengetahui bagaimana kondisi prasarana dan sarana yang ada yang nantinya akan dikembangkan dan pengembangannya disesuaikan kondisi fisik Kawasan dan keinginan wisatawan, sehingga dapat dikatan layak sebagai daerah tujuan wisata. Teknik analisis data dalam penelitian merupakan analisis kuantitatif menggunakan analisis statistik. Analisis statistik adalah cara untuk mengelola informasi data (kuantitatif) yang berhubungan dengan angka-angka, bagaimana mencari, mengumpul, mengelola data sehingga sampai menyajikan data dalam bentuk sederhana dan mudah untuk dibaca atau data yang diperoleh dapat dimaknai (diinterpretasikan). Tujuan penelitian ini,  Mengidentifikasi prasarana dan sarana apa saja yang ada di Kawasan Wisata Danau Uter, Kecamatan Aitinyo, Kabupaten Maybrat,  Provinsi  Papua Barat dan Menganalisis kebutuhan sarana dan prasarana  di Kawasan Wisata Danau Uter, Kecamatan Aitinyo, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi prasarana dan sarana yang ada dilokasi pariwisata Danau Uter masih sangat kurang memadai.Oleh sebab itu lebih  memberikan perhatian terhadap kebutuhan  prasarana dan  sarana  pariwisata yang ada di kawasan Danau Uter. Kata kunci :Prasarana Dan Sarana Pariwisata
KEBUTUHAN PRASARANA DAN SARANA UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN MODAYAG DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Padmini, Ni Luh Ratih; Wuisang, Cynthia E.V; Supardjo, Suryadi
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agropolitan adalah kota pertanian yang tumbuh dan berkembang yang mampu memacu berkembangnya sistem dan usaha agribisnis sehingga dapat melayani, mendorong, menarik, menghela kegiatan pembangunan pertanian (agribisnis) di wilayah sekitarnya. Kawasan agropolitan terdiri dari kota pertanian dan desa-desa sentra produksi pertanian yang ada di sekitarnya, dengan batasan yang tidak ditentukan oleh batasan administrasi pemerintahan, tetapi lebih ditentukan dengan memperhatikan skala ekonomi yang ada. Dengan kata lain kawasan agropolitan adalah kawasan agribisnis yang memiliki fasilitas perkotaan.  Kecamatan Modayag dengan luas ± 219,019 Km2 dan Kecamatan Modayag Barat ± 94,129 Km2merupakan kawasan yang memilikipotensi pertanian sehingga layak dikelola, dikembangkan, berorientas lingkungan dan berswasembada pangan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi prasarana dan sarana di Kecamatan Modayag sudah memenuhi syarat sebagai Kawasan Agropolitan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif Kuantitatif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi lapangan, wawancara terhadap petani dan instansi terkait.Data diolah dan dianalisis menggunakan Analisis Deskriptif Kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan potensi komoditas unggulan, khususnya tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan darat yang hasilnya bervariasi dari tahun 2008-2012.Dari hasil analisis di peroleh nilai      LQ > 1.  Pemilihan alternatif  diprioritaskan untuk pengembangan infrastruktur kawasan agropolitan adalah meningkatkan infrastruktur penunjang berbasis komoditi unggulan misalnya peningkatan prasarana dan sarana pertanian, meningkatkan pengembangan fasiitas pengolahan dan pasca panen, meningkatkan pengembangan fasilitas pemasaran untuk memanfaatkan peluang ekspor, peningkatan fasilitas produksi berupa terminal, pasar tradisional, dan pasarikan di kawasan agropolitan Modayag.   Kata Kunci : Komoditas unggulan, Prasarana dan Sarana Penunjang Kawasan Agropolitan.
ARAHAN PENGEMBANGAN KAWASAN CAGAR BUDAYA MAKAM TUANKU IMAM BONJOL SEBAGAI KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN MINAHASA, DESA LOTTA, KABUPATEN MINAHASA Umaternate, Syafrizal; Wuisang, Cynthia E.V; Rate, J. Van
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Cagar Budaya Makam Tuanku Imam Bonjol merupakan Kawasan Strategis Kabupaten yang berada di Kabupaten Minahasa. Dengan menjadi prioritas pengembangan maupun pembangunan sudah pasti sangat disayangkan dengan kondisi saat ini yang kurang diperhatikan baik pemerintah dan masyarakat serta wisatawan, maka dari itu dibutuhkan penelitian untuk memberikan konsep pengembangan kedepan. Berdasarkan permasalahan tersebut upaya yang dilakukan adalah membuat konsep zonasi untuk meningkatkan fungsi dari masing-masing zona dan menyediakan prasarana penunjang untuk Kawasan Cagar Budaya ini. Tahapan awal dalam penelitian ini adalah dengan mengetahui permasalahan yang membuat pengembangan terhambat melalui pengumpulan data menggunakan Kuesioner, selanjutnya digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis distribusi frekuensi untuk mengetahui permasalahan dan tanggapan masyarakat. Hasi akhir penelitian adalah memberikan rekomendasi prasarana penunjang untuk mengembangkan Kawasan Cagar Budaya ini kedepan dan Konsep zonasi yang dibagi menjadi 4 zona, yaitu zona inti, zona peyangga, zona pengembangan, dan zona penunjang.Kata Kunci: Kawasan Cagar Budaya Makam Tuanku Imam Bonjol, Kawasan strategis Kabupaten, Zonasi, prasarana penunjang
KEBUTUHAN PRASARANA DAN SARANA UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN MODAYAG DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Padmini, Ni Luh Ratih; Wuisang, Cynthia E.V; Supardjo, Suryadi
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agropolitan adalah kota pertanian yang tumbuh dan berkembang yang mampu memacu berkembangnya sistem dan usaha agribisnis sehingga dapat melayani, mendorong, menarik, menghela kegiatan pembangunan pertanian (agribisnis) di wilayah sekitarnya. Kawasan agropolitan terdiri dari kota pertanian dan desa-desa sentra produksi pertanian yang ada di sekitarnya, dengan batasan yang tidak ditentukan oleh batasan administrasi pemerintahan, tetapi lebih ditentukan dengan memperhatikan skala ekonomi yang ada. Dengan kata lain kawasan agropolitan adalah kawasan agribisnis yang memiliki fasilitas perkotaan.  Kecamatan Modayag dengan luas ± 219,019 Km2 dan Kecamatan Modayag Barat ± 94,129 Km2merupakan kawasan yang memilikipotensi pertanian sehingga layak dikelola, dikembangkan, berorientas lingkungan dan berswasembada pangan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi prasarana dan sarana di Kecamatan Modayag sudah memenuhi syarat sebagai Kawasan Agropolitan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif Kuantitatif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi lapangan, wawancara terhadap petani dan instansi terkait.Data diolah dan dianalisis menggunakan Analisis Deskriptif Kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan potensi komoditas unggulan, khususnya tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan darat yang hasilnya bervariasi dari tahun 2008-2012.Dari hasil analisis di peroleh nilai      LQ > 1.  Pemilihan alternatif  diprioritaskan untuk pengembangan infrastruktur kawasan agropolitan adalah meningkatkan infrastruktur penunjang berbasis komoditi unggulan misalnya peningkatan prasarana dan sarana pertanian, meningkatkan pengembangan fasiitas pengolahan dan pasca panen, meningkatkan pengembangan fasilitas pemasaran untuk memanfaatkan peluang ekspor, peningkatan fasilitas produksi berupa terminal, pasar tradisional, dan pasarikan di kawasan agropolitan Modayag.   Kata Kunci : Komoditas unggulan, Prasarana dan Sarana Penunjang Kawasan Agropolitan.
EVALUASI PENERAPAN KONSEP KELURAHAN CERDAS (SMART VILLAGE) DI KOTA MANADO Way, Hendrika; Wuisang, Cynthia E.V; Sondakh, Julianus A.R
MEDIA MATRASAIN Vol. 19 No. 2 (2022): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v19i2.46393

Abstract

Abstrak Kelurahan Cerdas adalah upaya untuk memberdayakan kelurahan- kelurahan di Indonesia untuk secara aktif dan reaktif melakukan perencanaan secara bottom up sehingga dalam pembangunan dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat. penerapan program kelurahan cerdas bertujuan menciptakan terobosan baru dalam kehidupan lingkungan menghasilkan dampak positif bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan melakukan kajian evaluasi penerapan program kelurahan cerdas di kota Manado, dengan mengambil sampel lokasi penelitian di 10 kelurahan yang ada di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metoda Deskrptif Kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, sebaran kuesioner dan wawancara stakeholder. Kuesioner disusun dengan didasarkan pada 5 Variabel penelitian yang diambil dari 5 konsep Kelurahan Cerdas Data kuesioner disebarkan kepada 80 responden dalam bentuk pertanyaan tertutup dan terbuka. Hasil kuesioner dianalisis secara kuantitatif dan disajikan dalam tabel dan grafik. Kesimpulan hasil penelitian menunjukan 90 % masyarakat di 10 kelurahan mengetahui adanya Program Kelurahan Cerdas namun belum semua masyarakat dilibatkan dalam implementasi program. Program Kelurahan cerdas sangat diperlukan masyarakat dalam proses pembangunan kota yang berkesinambungan. Kata Kunci – Kelurahan Cerdas, Evaluasi, Program, Kota Manado Abstract Smart Village is an effort to empower villages in Indonesia to actively and reactively carry out bottom-up planning so that development can meet the needs and expectations of the community. the implementation of the smart village program aims to create new breakthroughs in environmental life to produce a positive impact on society. This study aims to conduct an evaluation study of the implementation of the smart village program in the city of Manado, by taking samples of research locations in 10 villages in the city of Manado. This study uses a qualitative descriptive method with data collection through observation, distribution of questionnaires and interviews with stakeholders. The questionnaire was prepared based on 5 research variables taken from 5 Smart Village concepts. Questionnaire data was distributed to 80 respondents in the form of closed and open questions. The results of the questionnaire were analyzed quantitatively and presented in tables and graphs. The conclusion of the research results shows that 90% of the people in 10 urban villages are aware of the Smart Village Program, but not all of the people are involved in program implementation. The smart village program is needed by the community in the process of sustainable urban development. Keywords – Smart Village, Evaluation, Program, Manado City
EVALUASI PENERAPAN KONSEP KELURAHAN CERDAS (SMART VILLAGE) DI KOTA MANADO Way, Hendrika; Wuisang, Cynthia E.V; Sondakh, Julianus A.R
MEDIA MATRASAIN Vol. 19 No. 2 (2022): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v19i2.46393

Abstract

Abstrak Kelurahan Cerdas adalah upaya untuk memberdayakan kelurahan- kelurahan di Indonesia untuk secara aktif dan reaktif melakukan perencanaan secara bottom up sehingga dalam pembangunan dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat. penerapan program kelurahan cerdas bertujuan menciptakan terobosan baru dalam kehidupan lingkungan menghasilkan dampak positif bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan melakukan kajian evaluasi penerapan program kelurahan cerdas di kota Manado, dengan mengambil sampel lokasi penelitian di 10 kelurahan yang ada di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metoda Deskrptif Kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, sebaran kuesioner dan wawancara stakeholder. Kuesioner disusun dengan didasarkan pada 5 Variabel penelitian yang diambil dari 5 konsep Kelurahan Cerdas Data kuesioner disebarkan kepada 80 responden dalam bentuk pertanyaan tertutup dan terbuka. Hasil kuesioner dianalisis secara kuantitatif dan disajikan dalam tabel dan grafik. Kesimpulan hasil penelitian menunjukan 90 % masyarakat di 10 kelurahan mengetahui adanya Program Kelurahan Cerdas namun belum semua masyarakat dilibatkan dalam implementasi program. Program Kelurahan cerdas sangat diperlukan masyarakat dalam proses pembangunan kota yang berkesinambungan. Kata Kunci – Kelurahan Cerdas, Evaluasi, Program, Kota Manado Abstract Smart Village is an effort to empower villages in Indonesia to actively and reactively carry out bottom-up planning so that development can meet the needs and expectations of the community. the implementation of the smart village program aims to create new breakthroughs in environmental life to produce a positive impact on society. This study aims to conduct an evaluation study of the implementation of the smart village program in the city of Manado, by taking samples of research locations in 10 villages in the city of Manado. This study uses a qualitative descriptive method with data collection through observation, distribution of questionnaires and interviews with stakeholders. The questionnaire was prepared based on 5 research variables taken from 5 Smart Village concepts. Questionnaire data was distributed to 80 respondents in the form of closed and open questions. The results of the questionnaire were analyzed quantitatively and presented in tables and graphs. The conclusion of the research results shows that 90% of the people in 10 urban villages are aware of the Smart Village Program, but not all of the people are involved in program implementation. The smart village program is needed by the community in the process of sustainable urban development. Keywords – Smart Village, Evaluation, Program, Manado City
SENTRA WISATA KULINER TERAPUNG, DI PULAU LIKRI, DANAU TONDANO: IMPLEMENTASI ARSITEKTUR REGIONALISME DALAM DESAIN Walintukan, Casey C; Rogi, Octavianus H.A; Wuisang, Cynthia E.V
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 2 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tondano, sebagai ibu kota kabupaten Minahasa, membanggakan potensi pariwisata yang meliputi Danau Tondano, yang menjadi daya tarik utama dengan pemandangan alamnya yang memukau. Selain itu, kota ini juga dikenal dengan kekayaan kuliner yang beragam, menarik minat warga lokal dan wisatawan untuk menikmati kuliner khas daerah. Wisata Kuliner tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga memuaskan keinginan untuk mencoba hal baru dan memperdalam pemahaman budaya. Faktor ini telah mengubah kota-kota menjadi tujuan wisata yang diminati, memberikan motivasi tambahan bagi perjalanan. Penerapan tema arsitektur regionalisme dalam desain sentra wisata kuliner di Kota Tondano menjadi krusial. Regionalisme dalam arsitektur menekankan penggunaan bahan lokal, adaptasi terhadap iklim, dan refleksi nilai-nilai budaya setempat dalam desain bangunan. Dengan menggabungkan elemen-elemen arsitektur tradisional dan modern secara harmonis, sentra wisata kuliner tersebut akan menjadi simbol yang mencerminkan identitas kedaerahan dan memberikan pengalaman yang autentik bagi pengunjung. Hal ini tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga memperkaya pemahaman dan apresiasi terhadap warisan budaya setempat. Dengan demikian, sentra wisata kuliner di Kota Tondano menjadi lebih dari sekadar tempat makan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperdalam hubungan antara manusia dan budaya, menciptakan pengalaman wisata dengan inovasi baru yang berarti dan berkesan.
Pengaruh Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) terhadap Masyarakat & Lingkungan di Kota Manado Florence, Ivana Marcia; Rondonuwu, Dwight M; Wuisang, Cynthia E.V
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 10 No. 2 (2021): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v10i2.37546

Abstract

Sebagai bentuk realisasi Kebijakan Energi Nasional, pemerintah kota Manado menerima hibah hasil penelitian teknologi biogas yang diadakan oleh FCU Taiwan melalui program APEC ACABT berupa instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg). PLTBg ini merupakan sebuah proyek percontohan bertenaga 10kW dengan model sistem Biowaste-to-Bioenergy menggunakan Teknologi Paten Biohidrogen/Biometana Dua Tahap (Two-stage Biohythane Production - HyMeTek) dan beroperasi menggunakan limbah biologis dari RPH sebagai bahan baku untuk menghasilkan energi listrik dan pupuk cair. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa apakah instalasi PLTBg memiliki pengaruh yang signifikan terhadap aspek Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan masyarakat pada kawasan permukiman di kota Manado. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis Uji T (One sample t test) untuk menganalisa apakah ada perbedaan signifikan yang dihasilkan oleh PLTBg terhadap aspek sosial dan lingkungan baik setelah 1 hingga 2 tahun diimplementasikan. Sedangkan aspek ekonomi dihitung menggunakan asumsi pendapatan dan pengeluaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan yang dihasilkan oleh PLTBg terhadap aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan pada kawasan permukiman di kota Manado baik setelah 1 hingga 2 tahun diimplementasikan. Dimana perubahan lebih signifikan dirasakan oleh masyarakat setelah PLTBg telah diimplementasikan selama 2 tahun. Oleh sebab itu, direkomendasikan pengembangan PLTBg skala besar agar manfaatnya bisa menjangkau seluruh mayarakat kota, bahkan pulau-pulau kecil di sekitar kota Manado. Kata Kunci : Pengaruh, Energi, Biogas, Uji t, PLTBg, Manado
SENTRA WISATA KULINER TERAPUNG, DI PULAU LIKRI, DANAU TONDANO: IMPLEMENTASI ARSITEKTUR REGIONALISME DALAM DESAIN Walintukan, Casey C; Rogi, Octavianus H.A; Wuisang, Cynthia E.V
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 2 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tondano, sebagai ibu kota kabupaten Minahasa, membanggakan potensi pariwisata yang meliputi Danau Tondano, yang menjadi daya tarik utama dengan pemandangan alamnya yang memukau. Selain itu, kota ini juga dikenal dengan kekayaan kuliner yang beragam, menarik minat warga lokal dan wisatawan untuk menikmati kuliner khas daerah. Wisata Kuliner tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga memuaskan keinginan untuk mencoba hal baru dan memperdalam pemahaman budaya. Faktor ini telah mengubah kota-kota menjadi tujuan wisata yang diminati, memberikan motivasi tambahan bagi perjalanan. Penerapan tema arsitektur regionalisme dalam desain sentra wisata kuliner di Kota Tondano menjadi krusial. Regionalisme dalam arsitektur menekankan penggunaan bahan lokal, adaptasi terhadap iklim, dan refleksi nilai-nilai budaya setempat dalam desain bangunan. Dengan menggabungkan elemen-elemen arsitektur tradisional dan modern secara harmonis, sentra wisata kuliner tersebut akan menjadi simbol yang mencerminkan identitas kedaerahan dan memberikan pengalaman yang autentik bagi pengunjung. Hal ini tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga memperkaya pemahaman dan apresiasi terhadap warisan budaya setempat. Dengan demikian, sentra wisata kuliner di Kota Tondano menjadi lebih dari sekadar tempat makan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperdalam hubungan antara manusia dan budaya, menciptakan pengalaman wisata dengan inovasi baru yang berarti dan berkesan.