Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : MEDIA MATRASAIN

EVALUASI PENERAPAN KONSEP KELURAHAN CERDAS (SMART VILLAGE) DI KOTA MANADO Way, Hendrika; Wuisang, Cynthia E.V; Sondakh, Julianus A.R
MEDIA MATRASAIN Vol. 19 No. 2 (2022): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v19i2.46393

Abstract

Abstrak Kelurahan Cerdas adalah upaya untuk memberdayakan kelurahan- kelurahan di Indonesia untuk secara aktif dan reaktif melakukan perencanaan secara bottom up sehingga dalam pembangunan dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat. penerapan program kelurahan cerdas bertujuan menciptakan terobosan baru dalam kehidupan lingkungan menghasilkan dampak positif bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan melakukan kajian evaluasi penerapan program kelurahan cerdas di kota Manado, dengan mengambil sampel lokasi penelitian di 10 kelurahan yang ada di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metoda Deskrptif Kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, sebaran kuesioner dan wawancara stakeholder. Kuesioner disusun dengan didasarkan pada 5 Variabel penelitian yang diambil dari 5 konsep Kelurahan Cerdas Data kuesioner disebarkan kepada 80 responden dalam bentuk pertanyaan tertutup dan terbuka. Hasil kuesioner dianalisis secara kuantitatif dan disajikan dalam tabel dan grafik. Kesimpulan hasil penelitian menunjukan 90 % masyarakat di 10 kelurahan mengetahui adanya Program Kelurahan Cerdas namun belum semua masyarakat dilibatkan dalam implementasi program. Program Kelurahan cerdas sangat diperlukan masyarakat dalam proses pembangunan kota yang berkesinambungan. Kata Kunci – Kelurahan Cerdas, Evaluasi, Program, Kota Manado Abstract Smart Village is an effort to empower villages in Indonesia to actively and reactively carry out bottom-up planning so that development can meet the needs and expectations of the community. the implementation of the smart village program aims to create new breakthroughs in environmental life to produce a positive impact on society. This study aims to conduct an evaluation study of the implementation of the smart village program in the city of Manado, by taking samples of research locations in 10 villages in the city of Manado. This study uses a qualitative descriptive method with data collection through observation, distribution of questionnaires and interviews with stakeholders. The questionnaire was prepared based on 5 research variables taken from 5 Smart Village concepts. Questionnaire data was distributed to 80 respondents in the form of closed and open questions. The results of the questionnaire were analyzed quantitatively and presented in tables and graphs. The conclusion of the research results shows that 90% of the people in 10 urban villages are aware of the Smart Village Program, but not all of the people are involved in program implementation. The smart village program is needed by the community in the process of sustainable urban development. Keywords – Smart Village, Evaluation, Program, Manado City
SENTRA WISATA KULINER TERAPUNG, DI PULAU LIKRI, DANAU TONDANO: IMPLEMENTASI ARSITEKTUR REGIONALISME DALAM DESAIN Walintukan, Casey C; Rogi, Octavianus H.A; Wuisang, Cynthia E.V
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 2 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tondano, sebagai ibu kota kabupaten Minahasa, membanggakan potensi pariwisata yang meliputi Danau Tondano, yang menjadi daya tarik utama dengan pemandangan alamnya yang memukau. Selain itu, kota ini juga dikenal dengan kekayaan kuliner yang beragam, menarik minat warga lokal dan wisatawan untuk menikmati kuliner khas daerah. Wisata Kuliner tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga memuaskan keinginan untuk mencoba hal baru dan memperdalam pemahaman budaya. Faktor ini telah mengubah kota-kota menjadi tujuan wisata yang diminati, memberikan motivasi tambahan bagi perjalanan. Penerapan tema arsitektur regionalisme dalam desain sentra wisata kuliner di Kota Tondano menjadi krusial. Regionalisme dalam arsitektur menekankan penggunaan bahan lokal, adaptasi terhadap iklim, dan refleksi nilai-nilai budaya setempat dalam desain bangunan. Dengan menggabungkan elemen-elemen arsitektur tradisional dan modern secara harmonis, sentra wisata kuliner tersebut akan menjadi simbol yang mencerminkan identitas kedaerahan dan memberikan pengalaman yang autentik bagi pengunjung. Hal ini tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga memperkaya pemahaman dan apresiasi terhadap warisan budaya setempat. Dengan demikian, sentra wisata kuliner di Kota Tondano menjadi lebih dari sekadar tempat makan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperdalam hubungan antara manusia dan budaya, menciptakan pengalaman wisata dengan inovasi baru yang berarti dan berkesan.