Uzulul Hikmah
Prodi Magister Farmasi, Jurusan Farmasi, FMIPA, Universitas Islam Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Phyllanthus niruri (Meniran) Sebagai Imunomodulator: Mekanisme aksi dan senyawa bioaktif Uzulul Hikmah; Asih Triastuti
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol18.iss2.art19

Abstract

Background: Phyllanthus niruri (meniran) is a medicinal plant with antimicrobial, antioxidant, anticancer, anti-inflammatory, antiplasmodial, antiviral, hepatoprotective diuretic, and immunomodulator properties. Objective: This review examined the activity, mode of action, and active compounds of P. niruri as an immunomodulator in various preclinical and clinical studies, along with the bioactive compounds and their mechanism. Results: Flavonoids, lignans, terpenoids, and alkaloids, among other phytochemicals found in P. niruri, play an essential part in the pharmacological activity of the plant. The immunomodulation activity of P. niruri has been extensively researched in preclinical (in silico, in vitro, and in vivo) and clinical trials. A study in silico revealed the potential of P. niruri as an immunomodulator in Covid-19 infection by inhibiting the COVID-19 target receptors spike glycoprotein (6LZG) and major protease (5R7Y and Mpro). In addition, P. niruri boosted macrophage phagocytic activity, increased antibody total, and reduced inflammation in vitro and in vivo experiments. P. niruri also showed immunomodulatory effects in both healthy subjects and patients.  Conclusion: P. niruri exhibits pharmacological potential as an immunomodulator in preclinical and clinical trials, according to the findings of various investigations. Keywords: Phyllanthus niruri, immunomodulator, immunostimulant Intisari  Latar belakang: Phyllanthus niruri merupakan tanaman obat yang memiliki beberapa aktivitas farmakologi seperti antimikroba, antioksidan, antikanker, antiinflamasi, antiplasmodium, antivirus, diuretik, hepatoprotektif, dan sebagai imunomodulator.  Tujuan: Melakukan tinjauan analisis mengenai aktivitas, mekanisme, dan senyawa aktif P. niruri sebagai imunomodulator pada uji preklinis maupun uji klinis. Hasil: Kandungan kimia P. niruri seperti flavonoid, lignan, terpenoid, dan alkaloid berperan penting pada aktivitas farmakologi P. niruri sebagai imunomodulator.  Uji in silico menunjukkan potensi P. niruri sebagai imunomodulator pada infeksi Covid-19 dengan berikatan pada protein spike dan protease yang bertanggungjawab pada replikasi dan pematangan virus. Uji in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa P. niruri mampu meningkatkan aktivitas fagositosis dari makrofag, meningkatkan antibodi serum total, dan mengurangi inflamasi. Pengujian klinis membuktikan bahwa P. niruri memiliki aktivitas imunomodulator baik pada subjek uji sehat maupun pada pasien.  Kesimpulan: P. niruri memiliki aktivitas sebagai imunomodulator baik pada pengujian preklinis maupun klinis.  Kata kunci : P. niruri, imunomodulator, imunostimulan
Phytochemical Constituents and Pharmacological Activities of Houttuynia cordata Thunb. as a Phytopharmaceutical: A Narrative Review Asih Triastuti; Juldani Adytia; Uzulul Hikmah; Putri Ananditia
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol. 23 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinis (JIFFK)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v23i1.15131

Abstract

Houttuynia cordata Thunb. is a promising medicinal plant recognized for its rich diversity of secondary metabolites, particularly flavonoids and essential oils, that are differentially distributed across its plant organs. This narrative review aimed to critically synthesizes the reported pharmacological activities, specific phytochemical constituents of each organ, molecular mechanisms of isolated bioactive compounds, and contributions of the metabolites produced by associated endophytic microorganisms. Relevant literature was identified through electronic databases including PubMed, Scopus, ScienceDirect, and Google Scholar using the keywords “Houttuynia cordata”, “phytochemical”, “pharmacological activity”, and “secondary metabolites”, from 2015-to 2025.  A broad body of literature published was examined to map the diversity of bioactive compounds, experimental models, and mechanisms of action. The findings reveal that the leaves of H. cordata are rich in flavonoids such as quercetin and rutin, which act as potent antioxidants and immunoprotective agents. The stems and rhizomes are dominated by monoterpenes and volatile ketones exhibiting marked antimicrobial and anti‑inflammatory properties. Preclinical evidence consistently demonstrates antitumor activity via apoptosis induction, multitarget antiviral effects, antidiabetic, and antihyperlipidemic activities as well as anti‑inflammatory actions mediated through the inhibition of TNF‑α and PGE₂ pathways. Antibacterial and anticancer properties are also notably attributable to the secondary metabolites produced by the endophytic microbiota associated with this plant. The phytochemical diversity of H. cordata and its symbiotic endophytes offer promising prospects for the discovery of novel bioactive compounds from Indonesian biological resources. Collectively, H. cordata holds substantial potential as antioxidant, antimicrobial, antivirus, anticancer, antidiabetic, antihyperlipidemic, anti-inflammatory, immunomodulatory, and antiasthma, warranting further investigation as an innovative phytopharmaceutical candidate.
Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Manajemen Nyeri pada Warga Padukuhan Gading Wetan Uzulul Hikmah; Khasnah Nur Kinasih; Nilam Cahaya Nagari; Marshanda Nur Azizah Putri; Yolanda Putri Ariani; Mufid M. Yarbo; Meisya Firdha Oktavia; Adinda Salsabila Iroqi; Wahyu Agustin Putri; Noviana Prasmita Tiara Putri; Suci Wulandari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Volume 6, Nomor 1 , April 2026
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v6i1.388

Abstract

Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual maupun potensial. Edukasi mengenai manajemen nyeri penting agar masyarakat dapat menggunakan obat nyeri dengan bijak dan aman. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengetahuan warga Gading Wetan sebelum dan sesudah penyuluhan SIPENA (Farmasi Peduli Nyeri Anda). Metode penelitian dilakukan dengan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest, dengan melibatkan 34 responden yang terdiri dari masyarakat berusia produktif di RT 03 Padukuhan Gading Wetan. Mayoritas responden berusia 18–59 tahun (88%), berpendidikan menengah (82%), berprofesi sebagai ibu rumah tangga (88%), berpenghasilan di bawah UMK (79%), dan menikah (94%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan (p = 0.001025 < 0.05), menandakan penyuluhan SIPENA efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manajemen nyeri. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa penyuluhan SIPENA efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang nyeri. Diharapkan adanya kerja sama antara warga dan tenaga kesehatan, khususnya apoteker, dalam penggunaan obat nyeri secara bijak dan aman.