Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

NYALE (CACING LAUT) SEBAGAI MAKANAN TRADISIONAL PELESTARI BUDAYA DI NUSA TENGGARA BARAT Oktomi Harja; Nirmalasari Nirmalasari; Hizbul Wathoni
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 2: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i2.2303

Abstract

Indonesia memiliki beragam kuliner berdasarkan daerah setempat. Setiap Provinsi memiliki ragam budaya, bahasa, dan makanan tersendiri. Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki makanan unik yang oleh masyarakat setempat menyebutnya Nyale. Nyale merupakan salah satu makanan tradisional masyarakat NTB, nyale adalah cacing laut jika dalam bahasa indonesia, yang konon muncul setahun sekali, menurut kepercayaan masyarakat sekitar, nyale merupakan reinkarnasi dari putri Mandalika, sehingga setahun sekali masyarakat NTB merayakan aroma festival nyale (menangkap nyale). fungsi festival bau nyale sebagai upaya melestarikan budaya, serta mengetahui nilai-nilai budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makanan tradisional nyale sebagai kuliner khas dalam pelestarian tradisi budaya dalam peristiwa bau nyale dengan nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan setahun sekali di Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diketahui Nyale merupakan makanan tradisional masyarakat NTB yang dalam proses penangkapan-nya disebut dengan istilah Bau Nyale. Proses mendapatkan-nya melalui serangkaian ritual budaya tersendiri yang berdampak pada daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara serta bau nyale dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melestarikan kearifan lokal dan norma-norma yang terkandung dalam nilai filosofis dan historis masyarakat setempat melalui tradisi bau nyale itu sendiri.
PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP KELOMPOK BELAJAR DAN MOTIVASI MENYEKOLAHKAN ANAK SEBAGAI DASAR PEMILIHAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Hanifa Rumaisha; Dwi Undayasari; Yunus Abidin; Hizbul Wathoni
LENTERA ANAK Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025 : Lentera Anak
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jla.v6i2.8091

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi dan motivasi orang tua dalam memilih kelompok belajar sebagai dasar pendidikan anak usia dini. Fokus penelitian diarahkan pada pandangan orang tua terhadap peran kelompok belajar serta alasan utama mereka memilih lembaga tertentu. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya keterlibatan orang tua dalam keputusan pendidikan sejak dini, sementara kajian terkait masih terbatas. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara dengan orang tua di Kelompok Belajar Yayasan Muhajirin Bojongsoang. Hasil menunjukkan bahwa orang tua menilai positif kelompok belajar, terutama dari sisi program pembelajaran, kualitas pengasuhan, dan lingkungan yang mendukung. Motivasi mereka dipengaruhi faktor internal, seperti kebutuhan perkembangan anak dan nilai keluarga, serta faktor eksternal, seperti rekomendasi sosial dan citra lembaga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi dan motivasi orang tua berperan penting dalam menentukan pilihan pendidikan anak usia dini. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pengelola lembaga untuk merancang program yang sesuai harapan orang tua, memperkuat citra positif, dan mendorong partisipasi orang tua dalam pendidikan sejak dini. 
STUDI KASUS BIMBINGAN KONSELING DALAM MENANGANI PERMASALAHAN PERILAKU DAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN PAUD Hizbul Wathoni; Nurhayati
LENTERA ANAK Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026 : Lentera Anak
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/zhe0kr02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas layanan bimbingan konseling dalam menangani permasalahan perilaku serta mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia dini di lingkungan PAUD Lombok Timur. Kajian ini berfokus pada pemahaman konsep efektivitas layanan, perubahan perilaku anak setelah memperoleh layanan, capaian perkembangan sosial-emosional, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya dalam konteks lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi berkelanjutan, wawancara mendalam dengan pendidik dan orang tua, serta analisis dokumentasi layanan bimbingan konseling di beberapa lembaga PAUD. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menekankan keterkaitan antara proses layanan, respons anak, dan dinamika lingkungan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas layanan bimbingan konseling pada anak usia dini tidak hanya ditandai oleh berkurangnya perilaku bermasalah, tetapi juga oleh meningkatnya regulasi emosi, keterampilan sosial, rasa percaya diri, dan kesiapan sekolah anak. Perubahan perilaku terjadi secara bertahap dan memerlukan konsistensi layanan serta dukungan keluarga agar berkelanjutan. Efektivitas layanan dipengaruhi oleh kompetensi pendidik, keterlibatan orang tua, iklim lembaga PAUD, serta keterbatasan struktural dan kultural di Lombok Timur. Penelitian ini menegaskan pentingnya layanan bimbingan konseling sebagai bagian integral pendidikan anak usia dini dalam membangun fondasi sosial-emosional yang sehat dan adaptif.
The Challenges of Assessing Spiritual Intelligence in Islamic Education: Between Cognitive and Affective Aspects Azhar Azhar; M. Ikhwanul Hakim; Hizbul Wathoni
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v7i1.5234

Abstract

The aim of this study is to analyze the challenges of assessing spiritual intelligence in Islamic Religious Education, focusing on the gap between cognitive and affective-spiritual aspects. The research uses a qualitative case study approach through interviews, observations, and document analysis. The findings show that assessment practices are still dominated by cognitive methods such as written tests, memorization, and oral examinations, while aspects of attitude, worship, and character are difficult to measure objectively. As a result, students demonstrate sufficient religious knowledge but lack spiritual and moral maturity. The study recommends developing holistic assessment instruments, providing teacher training, and utilizing digital technology to support more balanced assessment of knowledge and spiritual intelligence.
Transformation of Physics Learning: A Study of the Determinants of Active Student Participation Dedi Riyan Rizaldi; Salwa; Rabiatul Hasanah; Ahmad Yadaeni; M. Helmi Hariadi; Lalu Muliyadi; Muhammad Hanafi; Hizbul Wathoni; Ziadatul Fatimah
Action Research Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Lembaga Einstein College (LEC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63987/arj.v3i2.309

Abstract

The aim of this study is to analyze the internal and external factors influencing student learning activeness and identify the most dominant factor among students in Class XI MIPA at MA Plus Nurul Islam. Focusing on internal factors (motivation, self-efficacy, and learning readiness), external factors (class environment, teacher support, peers, and facilities), media and teaching methods, and parental and home environment support, the research employs a quantitative descriptive approach with a case study method. Data were collected via questionnaires (Likert scale) and documentation from respondents.  The results indicate that all factors positively contribute to learning activeness, with media and teaching methods achieving the highest mean score (4.12 or 82.4%), followed by external factors (3.95 or 79.0%), internal factors (3.87 or 77.4%), and parental and home support (3.72 or 74.4%). These findings emphasize the importance of interactive teaching methods and collaborative environments to enhance student engagement. Recommendations include teachers adapting methods for greater interactivity, schools improving facilities, and parents increasing academic involvement to optimize learning outcomes in senior high school physics education