Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP KELOMPOK BELAJAR DAN MOTIVASI MENYEKOLAHKAN ANAK SEBAGAI DASAR PEMILIHAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Hanifa Rumaisha; Dwi Undayasari; Yunus Abidin; Hizbul Wathoni
LENTERA ANAK Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025 : Lentera Anak
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jla.v6i2.8091

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi dan motivasi orang tua dalam memilih kelompok belajar sebagai dasar pendidikan anak usia dini. Fokus penelitian diarahkan pada pandangan orang tua terhadap peran kelompok belajar serta alasan utama mereka memilih lembaga tertentu. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya keterlibatan orang tua dalam keputusan pendidikan sejak dini, sementara kajian terkait masih terbatas. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara dengan orang tua di Kelompok Belajar Yayasan Muhajirin Bojongsoang. Hasil menunjukkan bahwa orang tua menilai positif kelompok belajar, terutama dari sisi program pembelajaran, kualitas pengasuhan, dan lingkungan yang mendukung. Motivasi mereka dipengaruhi faktor internal, seperti kebutuhan perkembangan anak dan nilai keluarga, serta faktor eksternal, seperti rekomendasi sosial dan citra lembaga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi dan motivasi orang tua berperan penting dalam menentukan pilihan pendidikan anak usia dini. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pengelola lembaga untuk merancang program yang sesuai harapan orang tua, memperkuat citra positif, dan mendorong partisipasi orang tua dalam pendidikan sejak dini. 
Pengaruh Kegiatan Bernyanyi Terhadap Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini di: LKP Rumah Maen Nadya Azahra Putri Suryajaya; Dwi Undayasari; Riska Akillah; Niswah Zahra Athifah
Preschool : Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2024): Preschool : Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/pres.v6i1.36920

Abstract

Perkembangan bahasa pada anak usia dini merupakan aspek penting yang perlu distimulasi sejak dini melalui metode yang menyenangkan dan sesuai karakteristik masing-masing individu anak. Salah satu metode yang dianggap efektif adalah kegiatan menyanyi karena mampu menggabungkan aspek auditori, verbal dan gerakan secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kegiatan menyanyi diterapkan dalam pembelajaran PAUD dan dampaknya terhadap kemampuan berbahasa anak usia dini. Penelitian dilakukan di LKP Rumah Maen dengan pendekatan deksriptif kualitatif, menggunakan Teknik observasi partisipatif dan wawancara semi-terstruktur. Observasi dimulai sejak bulan April 2025 dan melibatkan anak-anak dalam pembelajaran tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak menunjukkan antusiasme dalam kegiatan menyanyi, mudah mengingat kosakata baru, serta mampu menirukan struktur kalimat melalui lirik lagu. Namun, terdapat variasi respon anak yang dipengaruhi oleh faktor minat pribadi dan stimulasi verbal di rumah. Guru menilai kegiatan menyanyi efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa, khususnya jika diiringi musik dan dilakukan secara rutin. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat pendekatan pembelajaran berbasis musik sebagai strategi pengembangan bahasa anak usia dini yang kontekstual dan menyenangkan.
Membangun Rasa Aman Anak Usia Dini Melalui Pendekatan Responsif Guru Intan Ramadhanty; Yunus Abidin; Dwi Undayasari; Euis Siti Aisyah
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1125

Abstract

Rasa aman merupakan kebutuhan dasar yang esensial bagi perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pendekatan responsif guru dalam membangun rasa aman anak di TK Perintis Subang. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian melibatkan 2 orang guru dan 15 anak kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa pedoman observasi dan wawancara terstruktur. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang responsif terhadap kebutuhan emosional anak mampu menciptakan kelekatan yang positif dan lingkungan belajar yang aman. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya penguatan kompetensi guru dalam pendekatan responsif untuk mendukung perkembangan psikologis anak usia dini.
Pengaruh Program BBM (Bekal Buatan Mama) terhadap Pemenuhan Gizi Anak di Taman Kanak-Kanak Suka Haji Cileunyi Siti Taghsya Mumtazayyanah; Dwi Undayasari
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v4i3.4384

Abstract

This study aims to determine the effect of the BBM (Bekal Buatan Mama) program on the fulfillment of early childhood nutrition at Suka Haji Kindergarten, Cileunyi. The BBM program is an initiative that encourages active participation of parents, especially mothers, in preparing healthy food for children as an effort to increase balanced nutritional intake from an early age. This study used a quantitative method with a pre-experiment design, namely a one-group pretest-posttest design involving 30 children as research subjects. Data were collected through direct observation and analysis of daily lunch menus based on balanced nutrition guidelines from the Indonesian Ministry of Health. The results of the study showed a significant improvement in the quality of children's nutritional intake in the group that participated in the BBM program. This finding suggests that parental involvement in food provision through the BBM program has a positive impact on meeting the nutritional needs of early childhood. It is recommended that similar programs be adopted more widely in early childhood education settings to support optimal growth and child development.
Pandangan Guru dan Orang Tua Tentang Keterkaitan Penggunaan Handphone dengan Keterlambatan Bicara Anak Aulia Khairunnisa Putri; Dwi Undayasari
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v4i3.4408

Abstract

The use of handphones in this age of digitalization is increasingly widespread, both as a means of entertainment and as a pretext for learning media. Many parents and teachers use the latest technology to be a tool to help parenting in everyday life. However, it is not uncommon that many still ignore the impact that will be felt by children due to excessive use of cellphones and away from supervision, especially in the aspect of language development. This study aims to explore more deeply the perspectives of parents and teachers regarding the relationship between cellphone use and early childhood speech delay. The research method taken this time is mixed method, namely with quantitative and qualitative descriptive approaches with data collection techniques using questionnaires distributed and interviews to several parents and teachers as research subjects. The results showed that most teachers and parents agreed on the impact of cell phone use on children's speech development. The results show that the strongest reason for speech delay is due to the lack of verbal stimulation from the surrounding environment which is now starting to be replaced by cellphones. With this research, it is hoped that it will become a reference for parents and teachers to be wiser in giving children the freedom to use cellphones and be more active in interacting directly so that children's language and social development is more optimal.